Anekdot ITB
· –
Masuknya susah, keluar lebih susah
Kalo orang-orang bilang masuk ITB itu susah, maka anak ITB bilang keluar dari ITB lebih susah lagi (tentu yg dimaksud keluar secara normal). Sumpe dee,, kalo tau gini mah mending dulu masuk UI ajah. Bener-bener berat euy.
·
- –
Institut Tekanan Batin
Nyambung ama yg diatas. Tugas, laporan, praktikum, tugas pendahuluan, asistensi, dan bla bla bla lainnya yg,,,,, cape dee……
·
- –
Mahasiswa ITB yg pernah main ke kebun binatang pasti lulusnya lama
Entah denger mitos ini dari mana. Walau tanpa pembuktian secara ilmiah, probabilitas kasus ini terjadi ada. Makanya ga banyak mahasiswa ITB yg
pernah main ke kebun binatang Bandung, padahal letaknya persis di sebelah kampus. Coba aja tanya, bahkan yg udah tingkat 4 pun, kaya’nya ga sampe 10% yg udah pernah main ke bonbin.
·
“
Ketika bertemu dengan alumni ITB, harus ditanya : “lulusnya lewat mana, Mas : sabuga atau anex?”
Waa,,, ini salah satu yg bikin stress. Secara mahasiswa ITB banyak yg di-DO, kalo ketemu dengan orang yg mengaku alumni ITB pun harus ditanya dulu kronologis kelulusannya. Lewat Sabuga dengan cara biasa (diwisuda tentunya), atau lewat gedung rektorat Anex dengan cara luar biasa . Moga termasuk yg lewat Sabuga yaaa…..
·
- –
Institut Termahal Bangsa
Waduh, emang nie kampus bayarannya mahal. Padahal itu juga udah dapet subsidi dari rakyat. Tapi tetep aja mahal mahal mahal mahalllll
·
- –
Institut Terbaik? mBahmu!
Semakin ke sini, prestasi mahasiswa ITB semakin menurun. Terlihat dari hasil perlombaan riset/paper/robot nasional. Yg berminat untuk ikutan begituan pun semakin sedikit juga. Entah yaa kenapa? Atau mungkin saya aja yg ga tau……
·
- –
Menurut salah satu film >> perbandingan jumlah cowo dan cewe ITB = 8 : 1 (itupun sudah termasuk jumlah kucing betinanya).
Tau khan film apa? Itu lhoo yg pernah didemo gara2 syutingnya di kampus. Yahh,, biarpun terlalu dilebih-lebihkan, setidaknya menggambarkan bagaimana keadaan kampus yg “gersang” ini. Huu,,,,,
·
- –
Cewe ITB Cuma buat cowo ITB, cowo ITB buat semua
Ho ho,,, ini nie yg paten. Awas kalo ada yg macem-macem sama cewe sini.
Maksudnya sie ingin melindungi hak sebagai cowo di sini. Masa’ udah jatahnya dikit, masih direbut sama yg lain? Jangan lah yaa
·
- –
50 % cowo ITB homo, 50 %-nya lagi,,,, pasangannya
Ini nasib kalo ga dapet pasangan lawan jenis di sini, yaa keinginan pun bisa “berbelok” menuju ke makhluk sejenis. Argh,,,,,,,,,
·
- –
Institut Tarbiyah Bandung
Weits, gara-gara kebanyakan kader jadi sok2an gini. Amin aja deh,,,,,
·
- –
Institut Teteh Berjilbab
Orang awam yg dateng ke ITB lewat Salman/gerbang depan sie iya-iya ajah. Tapi kalo masuknya lewat belakang bisa berubah pikiran tentang ini. Tapi bener lho,, makanya kalo ngajak keluarga ke Bandung lewat Salman aja. Yg ga soleh pun bisa dianggap soleh
·
- –
Internet Terkena Blokir
Penjaga Cumi ITB memang tak bosan-bosannya memblokir akses para pengguna yg berlebihan & keasyikan di dunia maya. Juga Cumi ini memblokir akses ke situs-situs dengan keycode manga, anime, “xxx”, juga memperlambat akses ke situs useless like Friendster (beneran deh lemot banget. Makanya kalo friendster-an pake warnet di luar kampus).
·
- –
Intranet Terserang Brontok
Terjadi ketika masa-masa kejayaan virus brontok. Hampir semua kompi di sini memiliki folder di dalam folder dengan ciri berextension *.exe yg menunggu untuk di-klik oleh korban. Bahkan kabarnya, virus yg pernah menjadi 10 besar virus tercanggih dunia ini dibuat oleh mahasiswa ITB. Wallahualam….
·
- –
Perpus-ku, WC-ku
Disebabkan bentuk, material, dan warna yg gedung perpustakaan pusat ITB yg mirip dengan WC, gedung ini dinobatkan sebagai Wcterbesar di Indonesia. (iya gitu? Bukannya itu emang WC beneran y? dicium dari basementnya juga terasa koq….)
·
- –
Institut T** Burung
Untuk tahu kejelasannya, silahkan jalan-jalan di jalan ganesha (ps: sedia payung sebelum “dihujani”).
Ratusan (mungkin ribuan) burung koak yg saat ini bermarkas di pepohonan Jalan Ganesha sepertinya telah bersepakat untuk memerangi mahasiswa yg kuliah di pagi hari. Dengan bersenjatakan amunisi dari pengolahan sistem pencernaannya, burung-burung ini dapat memutihkan jalan ganesha seperti salju yg turun di musim dingin.
Menurut salah satu tour guide pariwisata bandung yg pernah kebetulan diajak ngobrol dengan saya, spesies ini merupakan makhluk yg bermigrasi dari pantai di wilayah selatan Bumi (Australia). Mereka mungkin bermigrasi karena ada masalah pada habitat aslinya. Dua tahun sebelum ini (ketika masa awal kuliah), makhluk ini tak ada di Bandung. Namun pernah dijumpai juga bertahun-tahun sebelumnya di Bandung dengan kasus yg serupa. Untuk kali ini, sepertinya mereka sudah bertahan selama dua tahun karena “betah” tinggal di bandung. Entah sampai kapan pasukan ini bertahan untuk “membagikan” cairan putihnya kapada pengguna jalan ganesha.
Oia, kenapa burung koak bersuara koak?
Karena ingin memanggil temennya, “koak,, koak,,” … (’-_-) [goreng pisang, garing pisan]
·
·
- –
ITB = MIT-nya Indonesia (mBandung Institut of Technology)
I
- –
Institut Thagut Bergading
H astaghfirullah hal adzim,,,, kenapa thagut gajah ini bisa ada di setiap sudut kampus ya?
Katanya mahasiswa ITB ,,,,
Kata anak IPB, “mahasiswa ITB bisa segalanya, selain bertani”.
Kata anak UI, “mahasiswa ITB bisa segalanya, selain jadi dokter”.
Kata anak STAN, “mahasiswa ITB bisa segalanya, selain jadi akuntan”.
Kata anak UPI, “mahasiswa ITB bisa segalanya, selain mengajar”.
Kata anak ITB, “kami bisa segalanya, selain pelajaran di jurusan kami”
-Walah,, ini gara-gara beban mental yg diberikan di setiap program studi yg bikin mahasiswa jadi ogah-ogahan. Tapi entah kenapa kok anak kampus lain bilang kaya’ gitu ya?
·
_____________________________________________________
update
8/2
Institut Tambal Ban
Just look at the picture. I can’t comment this 
·
dari hafni & milis
17/2
Cabang-cabang ITB
di amerika namanya MIT (Mbandung Institute of Technology)
di jakarta/depok namanya UI (Universitas Itb)
di bogor nama cabangnya IPB (Itb Perwakilan Bogor)
di bandung utara nama cabangnya UPI (Universitas Pendidikan Itb)
di jatinangor namanya UNPAD (UNiversitas PADahal itb)
di jogja ada lagi cabang namanya UGM (Universitas Ganesha Mbandung)
di beberapa kota di indonesia ada namanya IAIN (Institut Anak Itb Negeri)
dari Salman
SUSAHNYA CARI KERJA
Saking susahnya nyari kerjaan saat ini, akhirnya seorang lulusan ITB terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebon Binatang Ragunan.
“Apa boleh buat, daripada nganggur…. kerja beginian juga bolehlah, yang penting kan …..halal!” begitu tekadnya.
Maka sejak hari itu, sang insinyur muda mulai bekerja sebagai “monyet-monyetan” .Sepanjang hari, ia harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan. Dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tidak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah. Tak ayal lagi, pengunjung Kebon Binatang Ragunan membludak lantaran mau ‘ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit, tapi juga cerdas! (Yee…..wong lulusan ITB koq…… ![]()
Sayang sekali, yang namanya sial itu sulit untuk di-elak-kan, dan…..akhirnya, bisa datang juga. Sedang enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba… …..”gedebuk. …..byurrrrrrrr rrrrr…. …” Sang monyet terjatuh ke dalam kandang tetangga…. ..buaya!!
“Waduh, mati aku!” pikirnya sebelon dicaplok ama si buaya-buaya ganas itu. Tetapi ketika mulut buaya2 itu terbuka lebar siap menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik…. .“sssttttt. …..mas. … jangan takut…. kami dari UI!” ![]()
dari milis tetangga
[ppsdms_0608] << [fsi_fisipui] << andri_solieb@…
______________________________________________________
______________________________________________________
“Mana Universitas Terbaik?”
1. Yang paling banyak
Universitas Indonesia adalah universitas yang paling banyak memproduksi menteri. sejak zaman kabinet Orla, Orba, Orde Reformasi, sampai Kabinet Indonesia Bersatunya SBY sekarang ini, alumni UI secara rata-rata paling banyak nyangkut di kabinet. Tapi untuk untuk jadi presiden? Belum pernah.. calon saja beloon ada kok. Sepertinya UI hanya spesialis produsen menteri saja.
2. Yang paling produktif
Ternyata ITB adalah perguruan tinggi yang paling produktif sampai saat itu karena sudah mampu menelorkan dua presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Habibie.
3. Yang paling sial
UGM termasuk kategori yang paling sial, salah satu alumninya, sudah S3, professor (Amin Rais) dan selama 5 tahun “magang” di MPR untuk mempersiapkan diri sebagai calon presiden, dan didukung organisasi alumni pula.. eh ternyata gagal total menjadi presiden..
4. Jagonya strategi
IPB, ternyata adalah yang paling jago dalam hal strategi. Karena tahu persis kapan harus bertindak.. persis saat-saat ‘injuri time’, yaitu pada dari H-2,sebelum hari pencoblosan, memberikan gelar doctor (S3) untuk calonnya (SBY) dan ternyata sukses besar menjadi presiden…
5. Yang paling hebat
Tapi ITB dan IPB jangan sombong dulu, keduanya butuh waktu lama untuk mendididk alumninya (sampai S3 dan professor segala) untuk bisa menjadi presiden, yang paling hebat adalah UNPAD, karena cukup mahasiswa ‘drop out’ Fak Pertaniannyanya untuk bisa menjadi presiden (Megawati)… ![]()
sumber : detikcom (01/11/2004 10:04 wib) – nurul hidayati detikcom
Gurauan di sekolah
kalau di sekolah dulu ada gurauan:
alkisah 2 kawan lama saling bertemu kembali
“kamu kerja sekarang ngapain? udah kerja?”
“oh sekarang saya ITB”
“wow, jurusan apa?”
“nggak bukan kuliah sih, ITB=Icalan Teh Botol (jualan teh botol)”
dari Salman



Wednesday, 6 February 2008 at 20:37 |
wiii.. posting terkeren..
ayo tambahin lagi yang panjang, tambahin lagi..
Thursday, 7 February 2008 at 10:19 |
keluarnya susah?justru di situlah asyiknya, hehehe…mari kita kuliah lama2
semoga sesama makhluk hidup di sini bisa hidup berdampingan tanpa saling merugikan. saling menghormati dan jangan saling menyebarkan mudharat…
Thursday, 7 February 2008 at 11:03 |
Ayo, Man, tambahin yg banyak! yg lain jugaaaa!!!!!
that’s right. Di sinilah letak “nikmatnya” kesengsaraan kampus ini. Harus bener-bener berjuang nie buat lulus lewat sabuga
Thursday, 7 February 2008 at 18:48 |
·
50 % cowo ITB homo, 50 %-nya lagi,,,, pasangannya
Ini nasib kalo ga dapet pasangan lawan jenis di sini, yaa keinginan pun bisa “berbelok” menuju ke makhluk sejenis. Argh,,,,,,,,,
Wah,pernyataan ini koq sepertinya menjurus pada prodi tertentu ya!?:D
Friday, 8 February 2008 at 12:35 |
oh..ternyata
Friday, 8 February 2008 at 14:16 |
Entah denger mitos ini dari mana. Walau tanpa pembuktian secara ilmiah, probabilitas kasus ini terjadi ada. Makanya ga banyak mahasiswa ITB yg pernah main ke kebun binatang Bandung, padahal letaknya persis di sebelah kampus. Coba aja tanya, bahkan yg udah tingkat 4 pun, kaya’nya ga sampe 10% yg udah pernah main ke bonbin.
wakakakakak,,,
80 saya dah pernah kesana,,, gimana dong???
.
.
.
ato sebenernya anak ITB yang gak gaul,,, sampe bonbin aja gak pernah dateng…
Friday, 8 February 2008 at 20:11 |
Tukang tambal ban bilang:
Friday, 8 February 2008 at 20:13 |
Institut Tambal Ban
Coba cek di http://s.itb.ac.id/%7Eazki_hakim/sampah/CrEzz..%2812%29x.jpg
—-
Ga bisa HTML yah?
Friday, 8 February 2008 at 20:48 |
tambah ah…
ITB tu sebenernya punya banyak cabang dimana-mana. pusatnya ada di jalan ganesha 10 kota bandung. berikut beberapa diantara cabang2nya:
di amerika namanya MIT (Mbandung Institute of Technology)
di jakarta/depok namanya UI (Universitas Itb)
di bogor nama cabangnya IPB (Itb Perwakilan Bogor)
di bandung utara nama cabangnya UPI (Universitas Pendidikan Itb)
di jatinangor namanya UNPAD (UNiversitas PADahal itb)
di jogja ada lagi cabang namanya UGM (Universitas Ganesha Mbandung)
di beberapa kota di indonesia ada namanya IAIN (Institut Anak Itb Negeri)
di kota2 lain masi banyak sebenernya cuman saya ga hapal namanya satu-satu….
Friday, 8 February 2008 at 22:36 |
ehm,, prodi 131 memang spesialis di bidang ini
ternyata gimana? yaa beginilah keadaan kampus kami
yah, qt lihat saja apakah teorema ini benar
Iya deh yg gaul…
sibuk ngurusin administrasi di anex nih
oke, awa’ tambahin gambarnya y!
wow ! eksis juga y ITB
Friday, 8 February 2008 at 23:17 |
Nasiiib…. nasiiiib…..
Saturday, 9 February 2008 at 10:54 |
Masuk ITB jadi kayak Lingkaran setan begini…
Monday, 11 February 2008 at 00:33 |
Kalau belajarnya serius, lulus tepat waktu insya Allah tidak susah.
Kalau menyukai proses menuntut ilmu, stres itu kaya katalis
Mitos tentang berkunjung ke bonbin,,,, duh, kok bisa sih percaya mitos begitu… [anak ITB bukan sih? >:)]
Dinikmati aja, menuntut ilmu itu menyenangkan.
Sukses ya….
Monday, 11 February 2008 at 07:05 |
Gue dosen bo… gue juga senteresss kalau meriksa ujian dan tugas mahasiswa…helllpp !!!
Monday, 11 February 2008 at 07:14 |
(tambahan)
eh..gue udahlamaa sepuluh taon lebih gak ke BonBin..kali supaya gaksenteresss gue kesana ya..?
Monday, 11 February 2008 at 07:46 |
nambahin mas faisalman:
UGM = Uinstitut Geknologi Mbandung..
hehehe garing
Monday, 11 February 2008 at 16:06 |
*clingak clinguk cari temen*
Salam Ganesha….Mulai…
*ngacirrr*
Tuesday, 12 February 2008 at 10:39 |
131?
ah jangan kau singgung 131. ditempat kami cewek banyak cuma belum waktunya dipublikasi aja coy.
suatu saat nanti kebenaran akan terbuka 131 akan jadi jurusan idola kaum permpuan. bersabarlah kemenangan segera tiba wassalam
dari mantan 13194082
Tuesday, 12 February 2008 at 23:04 |
yaah,, dimana ada kesulitan, disitulah ada kemudahan ……
jalani saja nasib ini (;_;)
lingkaran, segitiga, jajargenjang, bla bla,,,,, (jadi ga jelas gini
sughoi! stress adalah katalis.
Soal menuntut ilmu, itulah hal yang amat menyenangkan di sini . doa’kan yaa
waduh ada dosen 151 . Kalo bingung meriksa tugas, tinggal kasih ‘A’ aja kok pak
Boleh juga tuh jalan2 ke bonbin. Ajak mahasiswa juga ya, sekalian jadi percobaan
krunchy
Salam Ganesha! bakti kami untukmu : harta, tahta, wanita !
((( ((( (;^ ^) ngacir juga,,,,,,,,
Tapi,, sementara 131 menunggu jadi idola, 134 sudah jadi idola sejak saat ini nih
Wednesday, 13 February 2008 at 14:09 |
bertahun-tahun setelahnya semua akan terasa indah koq… huahaha..
Wednesday, 13 February 2008 at 23:44 |
wah, soal mitos bonbin…
lucu juga neh…
waktu masih 106, jelas wajib lah…ke sana…
trus…pindah ke 171…kena wajib kunjungan juga untuk keluwesan tangan meniru gerakan
walhasil…7 tahun dah…hahahhahaha
Thursday, 14 February 2008 at 18:23 |
Hahaha… Keren… Ada tambahan lagi ga?
Institut Terkenal Banget?
Friday, 15 February 2008 at 10:13 |
___________________________________________________
[ppsdms_0608] << [fsi_fisipui] << andri_solieb@…
dari milis tetangga
Saking susahnya nyari kerjaan saat ini, akhirnya seorang lulusan ITB
terpaksa menerima tawaran untuk bekerja di Kebon Binatang Ragunan.
“Apa boleh buat, daripada nganggur…. kerja beginian juga bolehlah, yang penting kan …..halal!” begitu tekadnya.
Maka sejak hari itu, sang insinyur muda mulai bekerja sebagai “monyet-monyetan” .Sepanjang hari, ia harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan. Dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tidak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah. Tak ayal lagi, pengunjung Kebon Binatang Ragunan membludak lantaran mau ‘ngeliat si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit, tapi juga cerdas! (Yee…..wong lulusan ITB koq……
Sayang sekali, yang namanya sial itu sulit untuk di-elak-kan, dan…..akhirnya, bisa datang juga. Sedang enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba… …..”gedebuk. …..byurrrrrrrr rrrrr…. …” Sang monyet terjatuh ke dalam kandang tetangga…. ..buaya!!
“Waduh, mati aku!” pikirnya sebelon dicaplok ama si buaya-buaya ganas itu. Tetapi ketika mulut buaya2 itu terbuka lebar siap menggigit, dari dalam terdengar suara berbisik…. .“sssttttt. …..mas. … jangan takut…. kami dari UI!”
______________________________________________________
______________________________________________________
sumber : detikcom (01/11/2004 10:04 wib) – nurul hidayati detikcom
1. Yang paling banyak
Universitas Indonesia adalah universitas yang paling banyak memproduksi menteri. sejak zaman kabinet Orla, Orba, Orde Reformasi, sampai Kabinet Indonesia Bersatunya SBY sekarang ini, alumni UI secara rata-rata paling banyak nyangkut di kabinet. Tapi untuk untuk jadi presiden? Belum pernah.. calon saja beloon ada kok. Sepertinya UI hanya spesialis produsen menteri saja.
2. Yang paling produktif
Ternyata ITB adalah perguruan tinggi yang paling produktif sampai saat itu karena sudah mampu menelorkan dua presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Habibie.
3. Yang paling sial
UGM termasuk kategori yang paling sial, salah satu alumninya, sudah S3, professor (Amin Rais) dan selama 5 tahun “magang” di MPR untuk mempersiapkan diri sebagai calon presiden, dan didukung organisasi alumni pula.. eh ternyata gagal total menjadi presiden..
4. Jagonya strategi
IPB, ternyata adalah yang paling jago dalam hal strategi. Karena tahu persis kapan harus bertindak.. persis saat-saat ‘injuri time’, yaitu pada dari H-2,sebelum hari pencoblosan, memberikan gelar doctor (S3) untuk calonnya (SBY) dan ternyata sukses besar menjadi presiden…
5. Yang paling hebat
Tapi ITB dan IPB jangan sombong dulu, keduanya butuh waktu lama untuk mendididk alumninya (sampai S3 dan professor segala) untuk bisa menjadi presiden, yang paling hebat adalah UNPAD, karena cukup mahasiswa ‘drop out’ Fak Pertaniannyanya untuk bisa menjadi presiden (Megawati)…
________________________________________________________
ada lagi yg mau nambahin?
Friday, 15 February 2008 at 10:45 |
pasti donk terasa indah.. (itu kalo lewat sabuga)
awa’ percaya deh sama sesepuh yg satu ini
udah ditambahin lagi dua tuh!
Emang terkenal Banget ya ITB ni….. (^_^)v
Friday, 15 February 2008 at 16:48 |
wii panjang sekali..
updateannya koq ditulis di komentar, nggak dimasukin ke artikelnya mas?
kalau di sekolah dulu ada gurauan:
alkisah 2 kawan lama saling bertemu kembali
“kamu kerja sekarang ngapain? udah kerja?”
“oh sekarang saya ITB”
“wow, jurusan apa?”
“nggak bukan kuliah sih, ITB=Icalan Teh Botol (jualan teh botol)”
Sunday, 17 February 2008 at 01:34 |
oiya! ta’ masukin ke artikel aj. sekalian yg punya antum boleh ya
Sunday, 17 February 2008 at 13:00 |
hahaha seru juga yah…
Monday, 18 February 2008 at 08:41 |
hahaha iya seru..
iseng-iseng pake google dengan keyword kaya “universitas ganesha mbandung”, “mbandung institute of technology”, plesetan itb, dan yang semacamnya… haha banyak ternyata thread yang bahas ginian
banyak istilah2 aneh dan cerita bodor..
dan ternyata kemaren gak up to date, soalnya IAIN kan sekarang udah jadi UIN (Universitas Itb Negeri).. STAN = Sekolah Teknik ANak itb.. wkwkwk maksa kali..
ITS = Itb Tapi di Surabaya.. dsb
*btw, koq saya nyasar kesini terus
*
Monday, 18 February 2008 at 11:42 |
wah, klo di TEDC itu jadi Institut TEDC bandung..he…
Monday, 18 February 2008 at 23:03 |
seru kang, Zul. Makanya tambahin biar banyak
Iye ni, ternyata banyak yang mplesetin kampus-kampus. tapi kenapa selalu ada ITB-nya y
sering-seringlah nyasar . lumayan nambahin statistik
Wah, TEDC mulai ikut2an nih….
Wednesday, 27 February 2008 at 20:09 |
[...] simak di sini anekdot terkait ITB ——- [...]
Friday, 29 February 2008 at 16:26 |
Masalah perbanding cowo-cewe 8:1 itu kondisi skrg kali ya. Jaman saya dulu masih ada jurusan dg perbandingan 1:3 (satu cewek, tiga tahun sekali)
Friday, 7 March 2008 at 10:20 |
Sangat Serius dan Sangat Mendesak:
Dicari 10-15 Programmer Java dengan berbagai Level Keahlian untuk bekerja di PT Imocha (www.imocha.com.my). Suatu perusahaan Teknologi Informasi Malaysia. Kandidat yang diterima akan bekerja di BOGOR, JAWA BARAT (Tepatnya di Jalan Pajajaran Bogor). Perusahaan Imocha Malaysia membuka cabang unit produknya di BOGOR.
Tanggung Jawab Umum:
Koding dalam Java menjadi tugas sehari-hari. Area Pengembangan mencakup Teknologi Cutting-Edge seperti: JEE5, GlassFish, Struts2, Teknologi JAX, Apache Service MIx (ESB) dll.
Berpartisipasi dalam pendesainan kebutuhan fungsi dan kebutuhan teknis.
Memberikan ide-ide cemerlang pada tim.
Dapat bekerja dalam deadline yang ketat namun tetap memelihara kualitas software.
Tanggung Jawab Programmer Senior (Gaji Rp 6jt+Medical+Jamsostek):
Memimpin satu atau lebih proyek atau produk pengembangan software.
Bekerja dengan Manajer Produk untuk memastikan semua keperluan dan persyaratan pengembangan terpenuhi.
Secara terus menerus melakukan penelitian dan evaluasi terhadap teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan pada bidang software.
Membuat keputusan terbaik dengan pendekatan teknik untuk kebutuhan pelanggan/bisnis dengan mempertimbangkan sisi performa, realibilitas dan skalabilitas.
Tanggung Jawab Programmer Intermediate (Gaji Rp 4,5jt+Jamsostek+Medical):
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Melakukan diagnosa pada koding dan memberikan bantuan teknis dibidang pemrograman pada tim pendukung pada saat aplikasi harus LIVE.
Tanggung Jawab Programmer FreshGraduate (Gaji Rp 3jt+Jamsostek+Medical):
Dengan modal penguasaan OOP, dapat belajar secara cepat dan mandiri mengenai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
Terus menerus melakukan pembelajaran diri.
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Persyaratan(HARUS):
Berbakat dan Memiliki hasrat pada dunia pengembangan perangkat lunak
Fast Learner & Self Starter
Berpengalamn 3-4 tahun dalam pengkodean Java berskala enterprises (posisi senior programmer).
Memahami framework J2EE (khususnya Struts 2), layar persistence (JPA/Hibernate), teknologi SOAP, webservice, GlassFish dan MAVEN.
Bisa berbahasa Inggris minimal pasif.
Nilai Tambah:
Memahami teknologi cutting-edge seperti : JEE5, EJB3, Apache CXF, Service Mix dan Spring.
Paham Oracle.
Peserta yang berminat harap mengirimkan CV via email ke: andriyana.the.mefax@gmail.com sebelum tanggal 13 Maret. Peserta bersedia bekerja di Bogor!!!! atau kontak HP: Andriyana 0859 2052 1972
Thursday, 29 May 2008 at 11:02 |
huahahahahahahaha,, asli, konyol..
)
baru baca nih..
Tuesday, 29 July 2008 at 16:25 |
keknya mw jjs ke sini sering2..
sumpah, ak ngakak tak terkira
tp tetep santun dan peduli,ko’
maacih membetq tertawa sore ini
Saturday, 23 August 2008 at 09:26 |
wahh ada yang nyinggung 131 nihhh
ehehehe
Thursday, 28 August 2008 at 10:09 |
[...] selengkapnya… Tags: itb, kuliah, tekanan bathin [...]
Thursday, 28 August 2008 at 14:34 |
anekdot yg keren cat..tapi ITB ato semua PT itu pasti kalah sama PT-ku Universitas kehidupan, cobalah, ITB bakal gak ada apa2nya…:D
Thursday, 28 August 2008 at 20:16 |
Wah, baru baca…
Lucu nih…
Kenapa anak ITB ga mau jalan2 ke Bonbin Bandung?
.
Karena mereka sungkan ketemu sama seniornya yang lagi “kerja” disana
Wong di Ragunan saja nyampai, mana mungkin di Bonbin Bandung ga nyampe.
Thursday, 28 August 2008 at 22:09 |
>>agung
parah ente , gung. bener2 ngena tuh cerita bonbin,,,,
Friday, 29 August 2008 at 07:48 |
hahaha !!
ngakak pas baca Universitas Ganesha mBandung (UGM).
Ati2 lho bro, nanti kena karmanya, tp smoga aja ngga
Friday, 29 August 2008 at 17:27 |
si burung itu bukannya buangan dari kebon binatangnya ya?
katanya gara2 kesal pengunjung bonbin dijatuhi bom busuk melulu, akhirnya pengurus bonbin mengusir burung2 tsb dg menggunakan jurus gelombang (gak tau gelombang apaan?)
akhirnya tibalah mereka di jalan ganesha 10. memperindah jalan dengan cat putihnya yang menawan. mengusir pkl2 di sekitar ganesha. pak rektor pun senang, karenanya burung itu tak diusirnya. lebih baik burung cat putih dari pada pkl menurutnya. dan sampai sekarang burung2 itu enggan pergi. karena izin pak rektor
opini dari daku
CMIIW
Sunday, 31 August 2008 at 13:14 |
ahahha…lucu…lucu…emang anak ITB hebat,,hebat euy, kreatif, salut deh..
salam dari anTek unhas, makassar, jgn dibandingin dng ITB, bagaikan langit dan sumur bor..heuheu
Sunday, 31 August 2008 at 15:40 |
hahahahahah hebat juga niyyyyy postingannya…bagusssssssssssss
Monday, 1 September 2008 at 17:17 |
welehweleh™…. mahasiswa ITB kreatipkreatip. bisabisanya memuji sekaligus menghina kampusnya. hwehe….
(^_^)v
Monday, 1 September 2008 at 21:30 |
setuju dengan yang perbandingan 8:1…
kemaren sempet ke ITB dan lewat salman..turun di Borromeus…naik angkot Pink….
sayang ga sempat bertemu..mungkin pada kesempatan yang lain, btw, jurusan apa?
Wednesday, 3 September 2008 at 08:10 |
tambah atu..!!
INSTITUT TANGGA BEJIBUN!!
yg paling ngerasa yah kaya gue gene, yang anak TPB (T.T)
still, I Luv ITB!!
‘tuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater!!
(^-^)d
Thursday, 4 September 2008 at 02:18 |
hahahaha… kocak, kocak. tapi tau gak, dulunya perpus itu ga berlapis ubin dan berwarna ungu janda gitu loh? tapi perawatannya emang mahal. entah siapa yang begitu pintar dan berinisiatif memasang tegel2 itu di seluruh permukaan bangunan perpus. jadilah dia wc raksasa seperti sekarang ini. wahahahaa…
tapi sayang, anak ITB jaman sekarang terlalu terlena dengan nama besar ITB, sehingga masuk ITB sudah dianggapnya sebagai pencapaian. padahal masuk ITB justru sebuah beban kalo kita belum bisa membawa perubahan yang signifikan di masyarakat. ah, tapi ga banyak jg yang menganggap itu penting sih. sekarang kebanyakan orientasinya terlalu ke profesi, sementara yang mau mengabdi atau emang berminat dengan ilmunya sendiri ga banyak.
wahwah, serius amat yah, gue? hakhakhak!
Monday, 22 September 2008 at 22:47 |
Wkwkwkwk..
Ampe ngakak bacanya..
Ayo diterusin lagi biar panjaaaaang…
Friday, 3 October 2008 at 11:37 |
Sumpah lucu banget…
Thursday, 30 October 2008 at 17:43 |
hikz… hikz…hikzzz…
bacaannya mengharukan sekali?
Lho???
gwa jadi malu nih, bukan anak ITB….hohoho
tapi tetep eksis kalo maen keluar bandung ditanya
“kulyah dimana rin?”
“Polban.”
“Apa itu???”
“Poltek ITB”
“Aduuuhh…. hebat!”
gubrag!!!!
maapkan saia kawand, bukan salah saia nama Polban begitu terkenal dengan nama poltek ITB…
salam kenal iiyyyaakkkzzz…..
eniwei, slaen design wp nya keren, postingannya lucu2 yah…(ngiri! ngiri!)
ajariiiiinnnnnnnnnnnn…………………….
Thursday, 30 October 2008 at 18:05 |
iyyaaakzzzz….
kayanya wp lebih keren dari blogger (which is lebih gampang juga “katanya”)
then,
karena gwa masi proses pembelajaran,
bisa tolong dikasi bimbingan blogging di wp?
tetep ya inti nya begitu!!!!!!
Saturday, 15 November 2008 at 11:38 |
[...] awak pikir cuma main-main & becanda doank, makanya pernah nyinggung hal ini di postingan ini, ternyata emang komunitas ini ada di kampus. Bahkan sempet-sempetnya mengajukan diri sebagai unit [...]
Tuesday, 24 February 2009 at 17:35 |
Hahahahaha…lucuuuu..
btw saya baru tau yang ini…
“Perpus-ku, WC-ku..”
Iya gitu????