Archive
turut berduka cita
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. dalam satu pekan terakhir, ada dua rekan kita dari ITB yang meninggal dunia
Nisfia Arieska H. (T.Lingkungan ITB 2005) pada 17 agustus 09, pukul 12.25 am di R.S. Hasan Sadikin. Beliau menderita penyakit paroxymal nocturnal hemoglobinuria selama kurang lebih 1 tahun.
Yogie (teknik geologi itb 2007). Mengalami kecelakaan pantai di pangandaran 3 hari yang lalu dan jasadnya ditemukan pagi ini (19 agustus).
semoga keduanya diterima di sisiNya dan hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua bahwa kematian bisa terjadi setiap saat.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (62:11)
29 Calon Nomine Rektor ITB
Hari terakhir batas pendaftaran untuk calon nomine rektor ITB dan sudah ada 29 orang yang mencalonkan. Siapakah diantara orang-orang ini yang akan tereliminasi di babak selanjutnya? kita ikuti saja terus perkembangannya
Calon Nomine
_______________________________________
| No. | Nama Lengkap | Institusi | Foto | Ket. S3 |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Dr.Ir. Irawan Muripto, M.Sc (57 tahun) |
|
![]() |
IPB (Oseanografi Perikanan/Sumberdaya Ikan), 2000 |
| 2. | Dr. Ir. Eko Widianto, MT (53 tahun) | Specialist Utama Geofisika–Pertamina Upstream EP Technology Center | ![]() |
ITB (Applied Geophysics), 2008 |
| 3. | Prof.Dr.Ir. Adang Surahman, M.Sc (54 tahun) |
|
![]() |
Lehigh University USA (Teknik Sipil), 1984 |
| 4. | Prof.Dr. Ir. Kuspriyanto (59 tahun) | Ketua Kelompok Keahlian Teknik Komputer
–Sekolah Teknik Elektro dan Informatika |
![]() |
USTL, Perancis (Sistem Otomatik), 1981 |
| 5. | Dr. Rudy Hermawan K. (49 tahun) |
|
![]() |
University of Leeds, UK (Institute for Transport Studies), 1996 |
| 6. | Dr. Ketut Wikantika (42 tahun) |
|
![]() |
Chiba University (Remote Sensing), 2001 |
| 7. | Dr. Intan Ahmad (51 tahun) | Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati SITH–Institut Teknologi Bandung |
![]() |
University of Illinois at Urbana Champaign, Illinois, USA (Entomologi), 1992 |
| 8. | Indra Djati Sidi, Ph.D (56 tahun) |
|
![]() |
University of lllinois di Urbana – Champaign, lllinois, U.S. (Department of Civil Engineering), 1986 |
| 9. | Prof.Dr.Ir. Yanuarsyah Haroen (57 tahun) |
|
![]() |
INP – Toulouse France (Electronique de Puissance), 1983 |
| 10. | Dr. Akhmaloka (48 tahun) | Dekan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA)– ITB | ![]() |
University of Kent at Canterbury, England, 1989 |
| 11. | Prof.Dr.Ir. Rizal Z. Tamin (53 tahun) |
|
![]() |
Ecole Nationale des Ponts et Chaussees (ENPC), Paris, Perancis (Teknik Sipil), 1986 |
| 12. | Prof.Dr.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA (52 tahun) |
|
![]() |
Universite Montpellier ll – Perancis (Geologie option Hidrogeologie),1991 |
| 13. | Dr. Ary Setijadi Prihatmanto (36 tahun) | Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)– ITB | ![]() |
Universitas Johannes Kepler Linz (Informatika Terapan), 2006 |
| 14. | Prof.Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng, CGEIT (45 tahun) |
|
![]() |
University of Electro Communications, Tokyo, Japan (Information System), 1998 |
| 15. | Dr.Ir. Ichsan Setya Putra (51 tahun) |
|
![]() |
Delft University of Technology (aeronautics), 1994 |
| 16. | Prof.Dr.Ir Irwandy Arif, Dipl.Ing., DEA., M.Sc (57 tahun) |
|
![]() |
Ecole des Mines de Nancy, France, 1991 |
| 17. | Prof.Ir. Bambang Budiono, M.E., PhD (53 tahun) |
|
![]() |
University of New South Wales, Australia (Teknik Sipil), 1995 |
| 18. | Prof.Dr.Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc (51 tahun) |
|
![]() |
Strathclyde University (Teknik Sipil), 1991 |
| 19. | Dr.Ir. Endang Juliastuti (50 tahun) |
|
![]() |
ITB (Teknik Fisika), 2004 |
| 20. | Dr. Sasanti T. Darijanto, MS (55 tahun) |
|
![]() |
ITB, (Teknologi Farmasi), 2005 |
| 21. | Dr.Ir. Aciek Ida Wuryandari, MT (54 tahun) | Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)– ITB | ![]() |
ITB (Teknik Elektro), 2005 |
| 22. | Assoc. Prof. Dr. Ir. Agus Geter Edy Sutjipto., M.Eng (44 tahun) |
|
![]() |
Nagaoka Univ. of Technology, Japan (Materials Science and Engineering), 2002 |
| 23. | Dr. Mame Slamet Sutoko, Ir., D.E.A (61 tahun) |
|
![]() |
IAE, Universite d’Aix Marseille III (en collaboration avec Doctoral assistanat de I ESSEC (Ecole Superieure de Science Economique et de Commerce ) Paris, France, 1986 |
| 24. | Assoc. Prof.Dr. Iis Sopyan (43 tahun) | Associate Professor Department of Manufacturing and Materials Engineering, Faculty of Engineering, International Islamic University Malaysia |
![]() |
The University of Tokyo – Japan, Department of Applied Chemistry, Faculty of Engineering, 1996 |
| 25. | Dr. Riza Muhida., M.Sc (40 tahun) | Assitant Professor, Department of Mechatronics Engineering Faculty of Engineering, International Islamic University Malaysia | ![]() |
Osaka University – Japan, Semiconductor and optical electronics, 2004 |
| 26. | Dr. Ir. Isnuwardianto (51 tahun) |
|
![]() |
Ecole Centrale de Lyon – Prancis, Electrotechnique, 1991 |
| 27. | Satria Bijaksana, Ph.D (44 tahun) |
|
![]() |
Memorial University of Newfoundland – Canada, Geofisika, 1996 |
| 28. | Dr. Joga Dharma Setiawan, BSc, MSc (41 tahun) | Sekretaris Program Magister Teknik Mesin Program Pascasarjana Universitas Diponegoro | ![]() |
Michigan State University, East Lansing, Michigan–USA, Mechanical Engineering, 2000 |
| 29. | Assoc. Prof. Dr. Ir. Irwandi Jaswir, MSc (39 tahun) | Associate Professor – Dept. Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia | ![]() |
Universiti Putra Malaysia – Food Chemistry and Biochemistry–2000 |
_______________________________________
hmm,, dari sekian banyak kok awak cuma tau dua orang yah? (no9 & 23). Tapi yang paling penting, alhamdulillah ga ada kata ‘lanjutkan’ pada pemilihan kali ini. hehe
Read more…
4 Tahun di ITB [part 1] history
Hari ini tepat 4 tahun sejak awak keterima di ITB. Terhitung tanggal 6 Agustus 2005 di Sabtu pagi saat awak baca koran pengumuman kelulusan. Teringat dulu bela-belain beli koran di perempatan Ciledug pagi-pagi, ga mikirin beli koran apa yang penting yang ada pengumuman SPMB-nya, akhirnya dibelilah salah satu koran yang merk-nya baru saya dengar untuk pertama kalinya (dan mungkin terakhir kalinya pula, karena sepertinya koran itu hanya dijual saat pengumuman SPMB saja
).
Alhamdulillah nomer kode awak ada di salah satu baris koran itu, dengan ditemani kode Teknik Industri ITB di sebelahnya. Dan Alhamdulillah sampai hari ini saya masih bertahan dalam kampus. Huhu,, masuknya susah, keluarnya juga susah. Read more…
Katanya “Penegak Hukum”?
Masih ingat dengan kasus Prita? Ia sempat ditahan oleh “penegak hukum” karena alasan melanggar UU ITE. Atau kasus Pujiono aka Syekh Puji yang katanya ditahan karena menikahi perempuan yang masih muda? Inti masalah bukanlah pada apa yang mereka langgar, melainkan cara penahanan yang dilakukan oleh “penegak hukum” di negeri ini.
Prita “diambil paksa” oleh “penegak hukum” dan ditahan tanpa sedikitpun mempertimbangkan anak-anak beliau. Alhasil selama sekitar satu bulan anak-anak bu Prita menjadi terlantar karena ulah “penegak hukum”. Begitu juga Syekh Puji, beliau “diambil paksa” oleh “penegak hukum” saat ingin melaksanakan sholat Subuh, tanpa mempertimbangkan kondisi istrinya yang menjadi shock. Dengan alasan pencegahan KDRT, para “penegak hukum” justru telah menghancurkan rumah tangga dan melukai hati Ulfa.

Kali ini ada juga seorang yang ditahan dengan cara sejenis itu. Dwi Arianto Nugroho (mantan Presiden KM ITB), yang sudah dijelaskan bahwa beliau tak bersalah dan tuntutannya pun sudah dicabut. Namun nasib malang menimpanya, ia tetap ditahan karena alasan yang tidak jelas. Dan yang paling menyedihkan ialah kelakuan para “penegak hukum” yang menahannya. Sudah ditahan dengan alasan yang diada-adakan, Dwi juga “diperas”. Yah,, terserah bahasanya apa, tapi larinya “uang paksa” itu ke kantong para “penegak hukum” jelas bukanlah suatu yang halal. Dia yang dipanggil untuk klarifikasi, eh dia juga yang disuruh bayar. Sudah gitu Dwi masih “dipaksa” mengaku bersalah, dengan dalih apapun: melawan polisi lah, tidak serius saat diinterogasi lah, dan berbagai alasan bodoh lainnya yang dibuat-buat oleh “penegak hukum”. (lengkapnya baca referensi di link pertama tentang kronologis). Sampai saat ini, Dwi masih berada di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta.
Menyedihkan. Itukah kelakuan para “penegak hukum” di negeri ini? Begitu mudahnya hukum diperjualbelikan. “penegak hukum” bukannya mencari orang yang bersalah, malah memaksa orang menjadi bersalah. “penegak hukum” bukannya menegakkan keadilan, malah menegakkan kesejahteraan dirinya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un….. pantaskah mereka disebut “penegak hukum”?
Lihat juga :
- Kronologis penahanan Dwi : http://www.facebook.com/note.php?note_id=123631194041&id=522807069&ref=share
- Bebaskan Dwi A.N.: http://www.facebook.com/note.php?note_id=124298009312&ref=mf
- Klarifikasi kasus Dwi : http://www.facebook.com/note.php?note_id=94661294041
Nb : bagi “penegak hukum” yang merasa tersinggung dan merasa bahwa saya melanggar UU ITE dan ingin “berbincang-bincang” dengan saya, saya ada waktu malam hari di Jalan Bangbayang 38. Kalo siang biasanya saya mondar-mandir di Bandung. Oia Jangan lupa bawa surat penahanan yang resmi kalo ingin “bertemu” dengan saya. Mohon maaf bila tidak berkenan. Terima kasih.
Sesungguhnya hukum itu dibuat untuk mencari kebenaran, bukan untuk memaksakan kebenaran. Kalau kebenaran itu harus didapat dengan melanggar hukum, maka saya tak akan menyesal melakukannya. Indonesia dapat merdeka karena melanggar hukum yang dimiliki penguasa (Jepang). Muhammad pun menegakkan kebenaran dengan melanggar hukum Quraisy. Uncle Ben (Paman dari Peter Parker), menjadi korban karena ia menjadi satu-satunya orang yang melakukan kebenaran. Me? Why do i have to fear if i’m the one who do the right thing? I will live, a live with more freedom than anyone else.
Repotnya jadi pemimpin dunia

Joki vs kenaikan SPP
Pada suatu pagi, di sebuah Rabu di bulan Juli. Terjadilah pertemuan antara Dhimas (D) dengan dua orang (X dan Y). X dan Y merupakan teman kecil D, tapi si D tampaknya benar-benar sudah lupa siapa itu X dan Y. D tidak enak menanyakan nama X & Y karena seolah akan terlihat sombong, jadi pura-pura sok kenal saja. Berikut cuplikan obrolan awal antara X, Y, D, serta obrolan di hati D.
X: Pa kabar, Mas? Gimana Bandung?
Y: Yo, Mas, pa kabar ni? lagi liburan ye?
DevilHeart: apa kabar apa kabar? emangnya siapa dia nanya-nanya bos? Jangan dihiraukan, Bos. Dia tuh cuma basa-basi.
AngelHeart: Bos, dia itu orang baik-baik. Udah lama ga ketemu sama Bos, makanya dia nanya kabar. Dijawab yaa, Bos.
Obrolan berikutnya didominasi X. si Y sepertinya hanya clingak-clinguk saja
D: alhamdulillah baik. Ada apa nie pagi-pagi gini
X: eh, sory nih ngeganggu ya? Loe lagi tidur y?
DevilHeart: Udah tau si Bos lagi tidur pake nanya-nanya lagi. Udah Bos diusir aja mereka. Ntar kita terusin tidur lagi.
AngelHeart: Jangan diusir, Bos. Mereka khan udah lama ga ketemu sama Bos. Makanya si Bos kalo pagi-pagi jangan tidur. Udah lanjutin aja ngobrolnya.
D: oh, engga. Ga papa kok. Tadi emang lagi tiduran bentar jadi berantakan gini.hehe. betewe, ada apa nih?
X: gini, Mas, langsung aja ye. Loe bisa ga bantuin temen gw bwt ujian masuk universitas? Dia nya lagi sakit, Mas. Jadi ga bisa ikut ujiannya. Yaa, gw sebagai temennya juga, mw minta tolong elo nih bwt jadi joki. Ada fee nya lah. Gimana?
AngelHeart: Bos, ternyata mereka orang jahat. Jangan Bos, jangan pernah menjadi joki, Bos. Jangan!!!!!!
DevilHeart: Bos, terima aja nih. Kesempatan terakhir lho Bos sebelum lulus. Buktikan bahwa Bos itu bisa, dulu setiap try out spmb minimal 60% khan. Lumayan juga nih dapet duit. Biasanya sampe puluhan juta lho Bos. Lumayan banget tuh buat uang jajan.
AngelHeart: Bos, jangan pernah terima uang haram itu, Bos. Jangan pokoknya!
DevilHeart: Bos,uangnya bisa dipake buat bayar SPP bos. Kata Rektorat, SPP khan naik dua kali lipat nie semester depan, Bos ntar bayarnya gimana? Jangan sampe ngecewain orang tua lho Bos. Atau gini aja deh, kita dengerin dulu penjelasan dari mereka, biar lebih clear nie proyeknya. Kalo emang prospek ntar kita terima. Kalo engga ntar Bos boleh tolak deh.
D: emangnya gimana sie ceritanya?
X: Jadi gini, Mas. Ujiannya tuh hari 19 ini. Temen gw ni lagi sakit, jadinya dia ga bisa ikut. Loe tenang aja, ga perlu takut ketauan. Temen gue ini mau masuk ke PTS kok bukan PTN, kita juga punya orang dalem. Jadi ga perlu takut ketauan deh.
AngelHeart: Jangan, Bos. Tolak aja. Resiko ketauannya besar. Justru si Bos khan bakalan lebih ga ketauan kalo kerja sendiri, you are professional with yourself, Right? Inget khan 10 joki yang ketangkep di Makasar itu karena ada satu joki yang ketangkep, terus dia nyebutin temen-temennya deh, makanya ketauan. Jangan yaa Bos
DevilHeart: Tapi Bos, temennya itu ga bisa ikut karena dia lagi sakit, Bos. Khan kasian banget. Bos tau khan kalo masuk univ itu bener-bener momen penting bagi setiap orang? Bayangkan kalo bos bisa membaginya dengan orang lain. Udah gitu Bos dapet duit lagi.
AngelHeart: Bos, jangan jadi lemah karena temennya itu sakit. Jangan sampai tersentuh oleh bujuk rayu seperti itu, lagipula siapa tahu mereka itu sakit bohong-bohongan cuma buat ngerayu, Bos. Jangan Bos. Lagipula kasian temennya itu kalo sampe lulus gara-gara Bos, ntar kuliah dia jadi ga berkah juga khan
DevilHeart: Ayolah Bos sekali-kali kita bantu orang yang membutuhkan. Khan ga ada yang dirugikan nih, si Bos untung, temennya temen Bos yang ‘mungkin’ pura-pura sakit itu juga untung. Inget sama SPP, Bos
AngelHeart: Jangan Bos. Jangan pernah make uang haram buat makan, bayar kuliah, bahkan beramal sekalipun. Kalo duit haram gitu dipake bwt bayar SPP, ntar kuliah Bos ga berkah, kalo lulus juga lulusnya ga berkah, gelar Bos juga bukan gelar yang berkah. Sama aja ntar kaya’ koruptor-koruptor itu. Jangan diterima ya Bos. Udah bos pura-pura nolak aja dengan cara halus. Okeh!
X: Gimana, Mas?
D: hmm,, kayaknya gw ga bisa nih. Bukan ga bisa sie, tepatnya gw ga mau. Itu aja.
X: Tapi temen gw ni lagi sakit, Mas.
D: yaa,, usahain aja biar cepet sembuh. Masih ada 3 hari buat nyehatin badan. Salam aja deh bwt temen loe
- The End –
Dulu juga pernah beberapa kali ditawarin jadi joki. Alhamdulillah dulu bisa nolak dengan gampangnya. Kemarin ditawarin lagi, alhamdulillah bisa ditolak lagi.
Huff,, mau kaya harus pinter, mau pinter kok harus kaya dulu?
Pesan buat Rektorat: Jangan naikkan SPP! Atau mahasiswa jadi Joki!*
Thx 2 sandi 4 the quotes
Satu sisi, sisi satunya
Terlihat sebuah pengumuman di Tata Usaha TI:
Jadwal sidang Tugas Akhir mahasiswa:
Nama : Fulan
Jadwal sidang : Jumat 16.00
Dosen penguji : Dr. J
TTD,
Kaprodi TI
Satu sisi
Si Fulan melihat pengumuman. Terdiam cukup lama. Tegang bercampur semangat melihat hari dimana hidupnya akan berubah. Kemudian mencatat jadwalnya di agenda harian, kalender HP, google calendar, deelel.
Sisi satunya
Dr. J melihat pengumuman. Tak ada perasaan apa-apa. Kemudian meminta salah satu petugas TU untuk mengingatkannya kalau hari itu sudah tiba.
H-1 Sidang
Satu sisi
Fulan belajar dengan keras. Menghafal nama pembuat teori, kegunaan dari algoritma yang dipakai, menghafal daftar pustaka, teori-teori yang digunakan, metodologi penelitian, dll. Seluruh bagian TA ia pelajari dan hafalkan, bahkan sampai jenis font & spacing antar paragraf di tiap halaman. File ppt-nya ia desain se-artistik mungkin. Meminjam kemeja putih dan jas yang terlihat sangat elegan untuk dipakai besok, tak lupa dasi bercorak polkadot yang matching dengan kostumnya. “besok akan menjadi hari yang bersejarah bagiku”,pikirnya.
Sisi satunya
Dr. J sedang berada di ruang tengah bersama keluarga. Sang anak yang masih TK meminta kepada sang abi (Dr. J) untuk mengajak jalan-jalan sekeluarga camping weekend ini. Lalu rencana itu dibuat dan disepakati bahwa esok sorenya Dr. J sekeluarga akan berangkat bersama menuju Cisitugintung (anggaplah ini adalah nama tempat camping. Bukan nama daerah kos-kosan, bukan nama waduk, apalagi kolam buaya). Dr. J asik menyiapkan mobil dan perlengkapan liburan lainnya. Lupakah ia bahwa besok ada sidang yang akan ia uji?
Malam sebelum sidang Read more…
new text file dot txt
kala mentari menyambut pagi
kicau suara burung
gemerintik hujan jatuh dari langit
di sana kulihat seorang bocah
seorang mahasiswa tepatnya
baru bangun dari alam bawah sadar
sejenak tuk melaksanakan sembahyang
kemudian kulihat ia berjalan,
melewati sudut gedung aquarium,
menghindari gerimis yang berniat membasahi bumi
kemanakah ia melangkah?
kuikuti jejaknya,
di sana ada teddy rachmat,
tapi sepertinya bukan dia yang ia cari,,
lalu benny subianto,
tapi sepertinya pun bukan dia yang ia tuju,,
labtek biru juga ia lewati,,
kemudian,
suatu tempat,
tempat yang tak asing baginya,
tempatnya menghabiskan malam
dulu tempat ini tak ada istimewanya
sekarang, ada potongan kayu beserta tadah hujan
terlihat elegan, nyaman
walau agak berantakan
lalu kuperhatikan apa yang terjadi
leptop
charger
tombol ON
sedikit loading
user & password mungkin
loading lagi
bumi
rubah api
user & password lagi
blog
publish
































Cuap-cuap