Archive

Posts Tagged ‘opini’

FPI vs NU : Islam dipecah-belah

Wednesday, 4 June 2008 Dhimas L N ---- (^-^)v 28 comments

Ya iya lah,, siapa coba yang untung gara-gara insiden itu? Sama-sama ngaku orang beragama Islam, sama-sama mengatasnamakan Islam, tapi kelakuannya kaya’ gitu. Ga bakalan ada yang untung, kecuali : pihak yang ingin Islam ini terpecah belah.

Read more…

Categories: opinion Tags: , ,

Da’i sebelum blogger

Saturday, 29 December 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v 4 comments
“Kita adalah da’i sebelum menjadi apapun”

Sebuah kalimat yang indah memang. Namun, terlepas dari itu, sungguh merupakan hal yang sulit untuk dilaksanakan. Kalimat ini yang sering diucapkan oleh ustad Hervi, Dewan Syariah GAMAIS, dalam taujihnya pada Muktamar GAMAIS ITB. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua…. -kita adalah da’i, sebelum nerusin bacanya->

Categories: tausyiah Tags: , , ,

Sajak Kebangkitan Negeri

Thursday, 15 November 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v 8 comments

Lagi iseng-iseng bikin puisi… :P

Sajak Keangkitan Negeri

Andaikan matahari bisa kuraih

Andaikan bumi bisa kugenggam

Andaikan cakrawala bisa kurangkul

Maka, sungguh diri ini ‘kan berarti

Tapi aku adalah aku

Aku hidup bukan karena itu

Tapi aku hidup untuk itu

Aku ‘kan berjuang

Menyadarkan diri, menyabarkan diri, memberanikan diri

‘tuk berbuat demi negeri

Karena kesadaran adalah matahari

Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

Raihlah mataharimu

Genggamlah bumimu

Rangkullah cakrawalamu

Dan perjuangkanlah kata-katamu

Teguhkanlah diri ini

‘Tuk tetap tegar, berdiri di sini

Melakukan yang terbaik

Dan terus menjadi lebih baik

Negeri ini membutuhkan uluran tangan kita kawan

Dan saat ini negeri ini terus menunggu

Menunggu kesadaran setiap insan ‘tuk bangkit menyinarinya

Menunggu kesabaran itu agar tetap dapat menopangnya

Menunggu keberanian itu muncul ‘tuk membentangkan perubahan

Dan adalah tugas kita

Berjuang, dan terus berjuang

Mengabdikan diri kepada negeri ini

Agar tercipta Indonesia yang lebih baik dan bermartabat

Serta mendapat kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta

Categories: art Tags: , ,

Penguasaan Teknologi Menuju Negeri Kaum Muslimin yang Mandiri

Monday, 8 October 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v Leave a comment

Penguasaan Teknologi Menuju Negeri Kaum Muslimin yang Mandiri

Dhimas Lazuardi Noer

Banyaknya negara muslim ternyata tak sebanding dengan tingginya kemakmuran dunia. Hal ini aneh, karena seharusnya Islam membawa masyarakat menuju kemakmuran. Tetapi, mengapa kemiskinan terjadi dimana-mana, bahkan di negeri muslim itu sendiri.

Islam telah ada di berbagai penjuru dunia. Sejak zaman khalifah Umar bin Khattab, agama Islam telah menyebar di hampir sepertiga belahan dunia. Pada zaman itu, terbentuk suatu masyarakat yang egaliter. Masyarakat yang terdiri dari berbagai agama seperti Islam, Nasrani, dan Yahudi, berada di bawah naungan sistem pemerintahan yang islami. Masyarakat yang ada pada waktu itu merupakan masyarakat yang makmur dan damai. Mereka hidup mandiri tanpa ketergantungan dengan masyarakat lain. Mereka juga dapat bertoleransi meskipun berbeda agamanya. Read more…

Categories: opinion Tags: , , ,

Ergonomi pada Produk Dalam Negeri … Sebuah Jawaban Untuk Optimasi

Monday, 8 October 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v Leave a comment

Judul asli : Ergonomi & Produk Dalam Negeri … Sebuah Jawaban Untuk Optimasi

oleh : Dhimas Lazuardi Noer

Pernahkah anda menyadari akan susunan huruf yang ada pada keyboard anda? Bagaimana dan mengapa huruf “a” “s” “d” “f” terletak di sebelah kiri secara berurutan, sedangkan tombol spasi di bagian bawah? Mengapa tombol anak panah ada di sebelah kanan bawah, tidak ditaruh di tengah saja? Itu semua adalah hasil aplikasi dari ilmu ergonomi. Susunan huruf dibuat sedemikian rupa sehingga tombol huruf yang sering digunakan untuk menulis akan berada dalam jangkauan yang lebih dekat dari tangan kita. Tombol spasi diletakkan di bagian bawah dan ukurannya lebih luas disbanding yang lain karena tombol ini hampir selalu kita tekan setiap selesai menulis sebuah kata. Begitu juga dengan letak tombol panah yang mudah dijangkau tangan kanan, karena tangan kanan kita lebih sensitif sehingga memudahkan untuk mengarahkan pointer kita. -ergonomis donk, baca semuanya!!!

Satukan Tanggal Hijriah….

Thursday, 13 September 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v Leave a comment

bagus nie… seperti yang biasa dibahas pak musholli.

diambil dari Pikiran Rakyat

UIN, ITB Tentukan Akhir Ramadan BANDUNG, (PR).-
Pemerintah mengharapkan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN) dan Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menuntaskan persoalan awal dan akhir Ramadan. Untuk itu, diharapkan Jurusan Astronomi ITB menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk bisa menayangkan secara langsung detik-detik pergerakan bulan dan proses mengamati hilal dan rukyat.

“Tentunya kita prihatin setiap tahun selalu mengalami persoalan perbedaan menentukan awal dan akhir Ramadan. Ujung-ujungnya selalu saja dinyatakan agar kita saling menghormati perbedaan. Nggak ada kemajuan kita ini, padahal kita punya UIN, Astronomi ITB, dan para pakar ilmuwan maupun agamawan,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Prof. Dr. H. Muhammad Nuh dalam ceramah silaturahmi di aula kampus UIN SGD Bandung, belum lama ini.

Dikemukakan Muhammad Nuh, fenomena alam seperti di planet itu sesungguhnya mutlak atau tidak ada standar ganda. Artinya, fenomena bisa diamati dan tidak akan ada perubahan sebagaimana fenomena sosial. Oleh karena itu, sangatlah memungkinkan televisi pemerintah atau televisi swasta menayangkan langsung proses pengamatan hilal kepada masyarakat luas.

“Demikian halnya pada 28 Agustus 2007 saat terjadi gerhana bulan. Sebaiknya momentum ini dimanfaatkan oleh televisi pemerintah atau swasta untuk menayangkannya secara live (langsung-red.) sehingga masyarakat menjadi cerdas,” tuturnya menambahkan.

Berkaitan dengan peradaban umat Islam, Muhammad Nuh mengatakan, saat ini umat Islam mengalami kemunduran di bidang ilmu pengetahuan. Sepatutnya umat Islam punya otoritas di bidang keilmuan sehingga bisa “didengar” dan mencerahkan berbagai pihak.

“Jadikanlah masa muda sebagai masa mencari dan meningkatkan otoritas keilmuan. Dengan otoritas ilmu, dakwah pun akan semakin berkualitas. Ia mencontohkan, Muhammad Yunus dari Bangladesh yang menerima Nobel Perdamaian. Dia punya otoritas ilmu, sehingga apa yang disampaikannya walaupun mungkin klise, tetap didengar dan diperhatikan banyak pihak,” ujarnya menjelaskan.

Dalam konteks ini, Muhammad Nuh mengharapkan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Untuk pencerahan itu, jelas diperlukan rasionalitas, pencarian data, dan informasi. Selanjutnya, diperlukan wisdom atau kemampuan melihat di balik fenomena.

“UIN SGD hendaknya meningkatkan sarana teknologi informasi (TI)-nya. Untuk itu, bisa saja mengajukan proposal. Hasilnya nanti sampaikan kepada DPRD, DPR RI, dan instansi terkait lainnya,” tutur Muhammad Nuh. (A-44)***

Semoga persatuan umat islam dapat diwujudkan.

Kalo menit imsakiyah aja bisa, masak hari raya ga bisa.

Teknologi 4/ a better future…

Kalo Hari Raya aja udah beda-beda, gimana khilafah mau ditegakkan? Ya ga??

Carilah pemersatu, bukan perbedaan. Karena perbedaan bukanlah rahmat….

Categories: copy-paste, tausyiah Tags: , ,

Upgrading Pendidikan Indonesia dan Inovasi Teknologi pada Industri

Wednesday, 15 August 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v 3 comments

Hampir 62 tahun sudah negeri ini merdeka. Telah terlihat perbedaan kehidupan yang terjadi dibanding zaman penjajahan dahulu. Di kota metropolitan, gedung-gedung pencakar langit berdiri dengan kokohnya, Mall dan supermarket bertebaran melambangkan gaya kehidupan kota yang glamour, ribuan mobil mewah beriringan mewarnai keramaian kota. Merupakan suasana yang tentunya sangat berbeda dibanding sebelum merdeka dahulu. Namun, di balik semua kemegahan yang ada, masih terdapat rakyat-rakyat kecil yang kelaparan. Mereka tak berada jauh dari komunitas orang kota, melainkan sangat dekat, bahkan mereka berada di belakang rumah-rumah orang kota ini. Menurut Badan Pusat Statistik, penduduk miskin Indonesia yang memiliki penghasilan di bawah 2 dollar per hari berjumlah 37 juta jiwa. Jumlah yang cukup banyak mengingat keberlimpahan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Kenapa bisa seperti ini. Ketidakseimbangan telah terjadi antara potensi bangsa dan nilai dari bangsa itu sendiri.

Lalu, bagaimana caranya agar dapat menaikkan taraf perbaikan bangsa. Tentunya hal yang paling utama dimulai dari kemandirian ekonominya. Hutang yang masih triliyunan ini tak akan pernah terbayar sampai kita memiliki suatu aset ekonomi yang strategis. Dan salah satu aset ekonomi yang dapat dikembangkan di Indonesia ialah pada sektor industri riilnya. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah mulai dari laut, pertambangan, hutan, pertanian, juga perkebunan belum dapat teroptimalisasi dengan baik. Bayangkan, kita merupakan negara penghasil minyak bumi yang cukup besar, namun di daerah-daerah sering terjadi kekurangan stok minyak. Negara kita memiliki luas lautan ¾ kali dari luas daratannya, namun potensi laut yang sudah tereksplor sangat sedikit, sampai-sampai garam pun kita mengimpor. Gejala yang aneh bukan? Apakah yang salah dalam memanfaatkan potensi kekayaan alam kita?

Ternyata jumlah sumber daya alam yang banyak tidak cukup untuk dapat menaikkan kekayaan negara. Walaupun secara kuantitas sudah bagus, namun secara kualitas sumber daya alam kita kalah bersaing dengan negara lain. Hal ini disebabkan karena kurangnya penerapan teknologi dalam pengolahan SDA kita. Dapat kita lihat bahwa negara-negara maju sudah terbiasa memanfaatkan teknologi DNA untuk membuat bibit unggul, sementara kita masih berkutat pada hibridisasi tanaman. Atau kita lihat dari teknologi yang digunakan di perindustrian pengecoran besi, ketika Jepang sudah memakai mesin untuk mencetak mesin, kita masih menggunakan tangan untuk membuat besi cor. Dapat dikatakan sesuatu yang sangat ironis. Karena aplikasi teknologi yang kurang baik, mengakibatkan perekonomian bangsa buruk, dan akhirnya merembes kepada ketidaksejahteraan masyarakatnya.

Inovasi teknologi, inilah solusi yang diperlukan dalam mengoptimalkan sumber daya Read more…

Antara Al-Aqsha & Dome of the Rock

Monday, 13 August 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v 29 comments

yang manakah Al-Aqsha??

real Al-Aqsha

Info penting buat seluruh Muslim di dunia. Ini tentang Masjid Al-Aqsha yang selama ini kita bela. Sadarkah antum, bahwa Gambar yang biasa kita lihat di media-media massa, terutama di internet, yang menampilkan gambar Masjid Al Aqsha, maka yang ditampilkan ialah sosok bangunan Masjid mewah dengan kubah berwarna emas. Padahal, itu bukanlah masjid Al-Aqsha. Bangunan itu bernama Dome of the Rock.

Memang sih sama-sama Masjid (kalau Dome of the Rock itu nama masjidnya Masjid Al-Sakhrah). Tapi, efeknya akan beda jika kita meninjau kembali mengapa umat muslim dunia sampai membela-bela Al-Aqsha kita tercinta (tentunya dilihat dari sejarahnya donk).

Pesan saya : JANGAN SAMPAI TERTIPU OLEH PEMBODOHAN INI. Hal ini bisa menjadi sangat berbahaya. Bayangkan jika anak-cucu kita mati-matian membela Mesjid kubah emas ini atas nama Al-Aqsha. Padahal, mungkin saja suatu saat nanti (semoga ga terjadi ya..!! Amin,,,) masjid Al-Aqsha yang sesungguhnya telah direbut Israel & Yahudi Laknatullah TANPA disadari oleh kaum muslimin. Astaghfirullah hal adzim.

Lalu, dimanakah letak masjid Al-Aqsha yang sesungguhnya? Read more…

Categories: tausyiah, things Tags: , ,

FSLDK-Nas XIV, Menuju Sinergi Dakwah Kampus Nasional

Friday, 6 July 2007 Dhimas L N ---- (^-^)v 16 comments

Tak dipungkiri lagi kiprah FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) dalam membangun dakwah di Indonesia. Berbagai aksi palestina dan anti-maksiat, kegiatan sosial dan relawan, supply alumni kampus yang berafiliasi terhadap Islam, promotor berdirinya KAMMI, juga akselerasi dakwah di kampus-kampus se-Indonesia telah dilakukan. Pantaslah jika komunitas ini (atau lebih tepat disebut dengan “forum”) dijadikan suatu yang perlu mendapat perhatian khusus terutama bagi aktivis & organisasi dakwah Islam di Indonesia.

Bermula sejak adanya pertemuan 13 LDK Read more…

Categories: activities, opinion Tags: , , ,