tentang Dhima$

Rabu wage, 2 Nopember 1988 ~ 22 Rabiul Awal 1409 H, Seorang anak terlahir di sebuah rumah sakit di Tangerang. Anak istimewa itu diberi nama Dhimas Lazuardi Noer. Dhima$ itu panggilan untuk adik laki-laki dalam bahasa jawa. Lazuardi berarti langit biru, berasal dari bahasa Persia yang ditransfer ke bahasa Arab. Sedangkan Noer (Nur dengan ejaan lama) berarti cahaya.

Hidup bersama keluarga: ayah, ibu, dan seorang kakak perempuan. Dhima$ bersekolah di TK Al Muhajirin. dilanjutkan di SD N Kunciran 07 yang selanjutnya dipisah menjadi SD N Kunciran 09, lulus dengan NEM tertinggi se-Kecamatan Cipondoh (Alhamdulillah). SMP di SLTP N 3 Tangerang (saat itu dan saat ini merupakan SMP terbaik di Kota Tangerang). Lalu masa SMA mulai beranjak ke Ibukota, SMA 70 Jakarta, yang notabenenya merupakan SMA unggulan Nasional. Perjalanan hidup di SMA bersama teman-teman Axel dan Zendavest dilalui selama 2 tahun. Merupakan kenangan indah yang tak terlupakan. Di akhir masa SMA bersama2 teman menghadapi SPMB dan diterima di kampus biru ITB.

Selamat Datang Putra-Putri Terbaik Bangsa” – itulah kata-kata yang tak akan pernah terlupakan. Saat ketika Dhima$ pertama kali menginjakkan kakinya di bumi ganesha ini. ITB-Institut Terbaik Bangsa, merupakan sebuah takdir dan amanah rakyat kepada Dhima$ untuk menjadi mahasiswa yang akan membangun bangsa Indonesia ini. Di sana juga terdapat Masjid Salman, sebagai Masjid kampus tempat Dhima$ mencari dan (Insya Allah) menemukan jati dirinya sebagai hamba Allah. Dhima$ mulai mencari aktivitas2 yang ia minati. Majelis Ta’lim (Mata’ Salman), Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS ITB), Sospol Kabinet Keluarga mahasiswa ITB, Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI ITB), Mahasiswa Islam Teknik Industri (MITI), dan berbagai organisasi lainnya coba diikuti. berbagai macam training seperti OSKM 2005, Self Development & Leadership Training Gamais, Strategi Sukses Di Kampus 2005, ESQ generasi emas pertama ITB, Santri Siap Guna Daarut Tauhiid angkatan 12, Latihan Mujahid Dakwah Salman angkatan 160, Pendidikan Kepemimpinan Nasional 1 PPSDMS-Nurul Fikri, sampai terakhir megikuti Pelatihan Kepemimpinan ITB-Kodam III Siliwangi angkatan 2. Terlibat juga dalam berbagai kegiatan kepanitiaan : Try Out SPMB Gamais, Pagimaba, ITB Ramadhan Fair 1427 H, taplok OSKM 2006, Strategi Sukses Dakwah Kampus – Puskomda FSLDK Bandung Raya. Tak lupa pula aktif di berbagai kegiatan keislaman seperti mengajar TPA dan menjadi murabbi di Gamais.

dsc00194.jpg

mujahid palestina…atw Teroris!!! snabling… atw apa ya namanya?? lupa nih

Teknik Industri – merupakan tempat dimana Dhima$ akan menjadi seorang Industrial Engineer. Cita2nya untuk membangun perekonomian bangsa di sektor riil industri akan berusaha untuk diwujudkannya di kampus ITB ini. Walaupun prestasinya di bidang akademik kurang membanggakan, Dhima$ tetap berusaha melakukan yang terbaik demi membangun kejayaan bangsanya. Juga karena hal ini merupakan amanah jutaan rakyat kelaparan yang menanti uluran tangannya.

Rutinitasnya sebagai mahasiswa diselingi dengan kegiatan yang ia ikuti di tempat tinggalnya. PPSDMS NF – sebuah pesantren mahasiswa tempat mencetak pemimpin-pemimpin masa depan memberikan Dhima$ berbagai peluang untuk menjadi insan yang lebih baik. Dibekali dengan berbagai macam training pengembangan diri, dialog tokoh, Beladiri TaeKwonDo, Kajian Islam Kontemporer, Training Jurnalistik, Wawasan via TV, Tarbiyah Islamiyah, dan perbekalan lainnya. Lingkungan kondusif dan kebiasaan2 kecil yang dibangun di tempat ini lah yang akan mentransformasi orang2 di sini tuk menjadi pemimpin di masa depan.

Dhima$ juga berperan aktif dalam kegiatan2 yang dilakukan di GAMAIS. Amanahnya sekarang sebagai kepala departemen FSLDK Gamais merupakan amanah yang cukup berat. Sebagai Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Bandung Raya, Gamais bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan-kebutuhan di LDK2 se Bandung, Jatinangor, sampai ke Subang. Sekarang Dhima$ dan team gamais sedang menyiapkan keberangkatannya di pertemuan LDK Nasional – FS-Nas, yang akan berlangsung pada tanggal 28 Juli – 2 Agustus di UNILA Lampung.

__________________________________________________________________________________

foto bareng waktu jalan sehat P**https://dhimaskasep.files.wordpress.com/2007/06/pict0148.jpghttps://dhimaskasep.files.wordpress.com/2007/06/pict0148.jpghttps://dhimaskasep.files.wordpress.com/2007/06/pict0148.jpg

7 thoughts on “tentang Dhima$

  1. As, afwan akh, saya dah lama mau buat blog sendiri. untuk menuangkan semua ide yang lahir dari pikiran ku. dan ingin rasanya bisa dibaca oleh halayak didiskusikan lebih lanjut demi mematangkan ide-ide itu. bisa gak antum bantu. karena dah berkali saya coba buat selalu gagal.

  2. Ketika Mahasiswa menggaungkan diri sebagai sebuah Icon perubahan, maka sudah selayaknya mahasiswa merealisasikannya dalam sebuah perjuangan, baik pada tataran akademis maupun pada tataran praktis. Di sadari ataupun tidak hari ini ketika kita berbicara masalah seorang ‘pejuang mahaiswa’ yang kemudian kita sebut sebagai aktifis, maka yang muncul pada benak masyarakat adalah sebuah sindrom ‘Phobia terhadap aktifis’, hal ini diakibatkan karena ulah segelintir aktifis yang sebenarnya tidak memahami hakikat dari perjuangan mahasiswa itu sesungguhnya.

    Aktifis dicitrakan sebagai orang yang sangat Aktif, namun sayang karena keaktifannya itulah yang menyebabkan perhatiannya terhadap masyarakat menjadi tipis. Selain itu juga aktifis senantiasa di identikkan dengan kuliah yang lama, pakaian yang asal-asalan, cenderung frontal, dan dan lapangan pekerjaan yang tidak jelas. Sehingga muncul lah sindrom rendah diri yang menjangkiti para mahasiswa untuk menerima gelar sebagai seorang aktifis.

    Anggapan miring tentang seorang aktifis kian menjadi, ini masih dikarenakan oleh segelintir aktifis karbitan, hal ini dapat dilihat dari kegiatan demonstrasi yang mereka lakukan. Mereka menggaungkan perjuangan atas nama rakyat, namun pelaksanaannya nihil, mereka cendrung melakukan aksi demonstrasi yang tidak layak dikatakan sebagai sebuah perjuangan mahasiswa seperti mengganggu ketertiban umum, anarkis, mengeluarkan kata kata kotor dalam tiap aksi yang mereka lakukan, bahkan tidak jarang mereka melakukan aksi demonstrasi tanpa mengantongi surat izin.

    Inilah sebenarnya tugas besar para rekan rekanku sesama aktifis, untuk kita kembalikan citra mulia seorang aktifis, sehingga Aktifis bukanlah hanya sekedar aktifis, namun aktifis adalah seorang yang karena keaktifannya dapat menepis semua anggapan miring tersebut. Dan kembali membuktikan kepada masyarakat bahwa aktifis adalah para pejuang suci.

    Saya pernah mengikuti aksi demonstrasi, baik dengan jumlah massa puluhan, ratusan, bahkan ribuan, namun kami dapat buktikan kepada masyarakat bahwa aksi kami adalah benar benar aksi damai, aksi simpatik, dan aksi yang santun. Itu semua tidak akan bisa lepas dari Management aksi yang dikelola secara professional, bukan sekedar aksi jalanan ‘Show of Force’ saja tapi benar benar memperjuangkan kepentingan rakyat.

    Inilah sebenarnya yang kita inginkan sebuah perjuangan yang penuh dengan sopan santun, meminimalisir cacian masyarakat. Jangan sampai kita menjadikan masyarakat sebagai rival perjuangan kita, karena sesungguhnya masyarakat adalah rekanan kita dalam perjuangan. Antara mahasiswa dan masyarakat ibarat dua sisi mata uang, dimana antara satu dengan yang lain tidak akan mungkin dapat terpisahkan. Kita sebagai seorang aktifis adalah sebuah pengejawantahan nyata dari masyarakat, dan masyarakat adalah obyek perjuangan dan penerapan disiplin ilmu yang kita terima pada tataran akademis.

    Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara aktifis pergerakan dengan para ‘aktifis Apatis’, yang acap kali enggan memperdulikan kelangsungan bangsa ini, ketika rekan rekan seusia kita tengah ramai ramai ‘berjingkrak jingkrak’ dipanggung pertunjukan musik, namun kita tidak akan kalah gagahnya berjingkrak di atas jalan raya, ditemani terik mentari, yang insya Allah akan menjadi saksi perjuangan kita. Dan yakinlah saudaraku.. bahwa apa yang kita lakukan untuk kemajuan bersama akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dimata Allah.

    Untuk itu saya menghimbau kepada rekan rekanku sesama aktifis.. ayo kita rapatkan barisan, kita galang kekuatan, kembali sucikan niat dalam perjuangan ini, sesungguhnya kita adalah elemen penting dalam peletakan batu bata peradaban bangsa ini.

    Ingatlah ketika Mahasiswa dalam mengusung Reformasi tahun 1998, mereka bisa bersatu, entah itu aktifis kiri maupun kanan. Lalu apa yang menyebabkan kita sekarang dalam agenda mengawal pelaksanaan reformasi enggan untuk bersatu…? Atau apakah perlu adanya reformasi jilid 2 yang kemudian dapat mempersatukan perjuangan kita kembali…?

    Perjuangan panjang kita bukan hanya identik dengan sebuah aksi demonstrasi saja yang kemudian menghasilkan orasi jalanan, namun sesungguhnya perjuangan kita lebih dari itu. Demonstrasi hanyalah satu cara dari sekian banyak cara yang ada untuk merealisasikan perjuangan ini. Mari kita renungi kembali syair perjuangan kita…!

    Kepada para Mahasiswa…!

    Yang merindukan kejayaan

    Kepada rakyat yang kebingungan…!

    Di persimpangan jalan

    Kepada pewaris peradaban…!

    Yang telah menggoreskan

    Sebuah catatan kebanggaan

    Di lembar sejarah manuia

    Wahai kalian yang rindu kemenangan…!

    Wahai kalian yang turun kejalan…!

    Demi mempersembahkan jiwa dan raga

    Untuk negeri tercinta

    Reformasi 3x sampai mati…!

    Ya.. begitu besar dan panjangnya perjuangan kita, sehingga menuntut sebuah kebulatan tekad dan kesungguhan didalamnya. Mahasiswa sejati adalah mereka yang senantiasa mendambakan akan lahirnya sebuah kejayaan, serta yang memperjuangkan sebuah kemenangan, mereka hadir pada masyarakat dengan membawa solusi terhadap segala permasalahan yang ada, dan bukan untuk menambah rentetan permasalahan.

    Para pembenci keadilan boleh saja mengatakan bahwa perjuangan kita sudah mati, namun ingatlah saudaraku, sesungguhnya semangat ini tidak akan pernah padam. Selama masih ada Batu bata, air yang mengalir, selama masih ada pohon yang melambai, angin yang berhembus, maka selama itulah semangat perjuangan ini akan tetap dikumandangkan.

    Mungkin semua unsur tadi (Batu bata, air, pohon,) kalau berdiri sendiri akan menjadi unsur yang tidak bernilai. Namun ingatlah, ketika semua unsure itu bersinergi menjadi satu maka akan menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh. Ya.. sebuah bangunan yang kokoh, itulah bangunan yang bernama Indonesia. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah siapakah arsitek yang akan mempersatukan semua unsure tadi…? Jawabannya ada pada benak kita semua..

    Sesungguhnya perjuangan ini tidak akan mampu untuk diusung oleh segelintir orang, apalagi oleh mereka yang seolah-olah berkerumun tidak beraturan. Ibarat buih di pantai, yang sekali di hempaskan oleh gelombang, akan hilang lenyap didalam pepasir. Jangan sampai pergerakan ini di bungkam…!

    Bangkitlah saudaraku.. satukan langkah, Teriakkan suara-suara keadilan, solidkan pergerakan untuk menuntaskan perubahan…!!!

  3. Di sini ada cerita
    Tentang cinta
    Tentang air mata
    Tentang tetesan darah

    Disini ada cerita
    Tentang kesetiaan
    Juga pengkhianatan

    Disini ada cerita
    Tentang mimpi yang indah
    Tentang negeri penuh bunga
    Cinta dan gelak tawa

    Disini ada cerita
    Tentang sebuah negeri tanpa senjata
    Tanpa tentara
    Tanpa penjara
    Tanpa darah dan air mata

    Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
    Yang bertahan walau terluka
    Yang tak lari walau sendiri
    Yang terus melawan ditengah ketakutan!

    Kami ada disini
    http://www.pena-98.com
    http://www.adiannapitupulu.blogspot.com

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s