Kegagalan Pemira ITB : Cerminan Kondisi Kemahasiswaan Indonesia

Pengulangan Pemilu KM ITB 2008 disebabkan karena ketiga bakal calon pasangan kandidat Presiden dan MWA mahasiswa tidak lolos verifikasi. hal ini dapat dibilang sebuah momen yang mengindikasikan kondisi kemahasiswaan kita. Sesuatu yang aneh, apalagi jika orang awam melihat kondisi ini, karena tak satupun bakal calon yang “layak” memimpin kemahasiswaan ITB.

Lantas, apa kata massa ITB nanti jikalau salah satu kandidat itu terpilih dalam pemilu kali ini? Apakah masyarakat kampus akan percaya kepada sang terpilih untuk menjalankan fungsi kemahasiswaan di ITB?

Suatu yang miris, melihat semakin ke sini kondisi mahasiswa ITB malah semaikin egoistis. Seolah mahasiswa saat ini bergerak hanya dalam fungsi akademis. Bahkan, banyak pula aktivis dakwah yang menjadi SO (Study Only). Apakah hal ini disebabkan semakin ketatnya agenda akademik ITB? Tapi, kalau memang seperti itu, mana buktinya? Sampah di sekitar kampus masih tetap ada, anti-plastic bag campaign yang belum lama ini diadakan pun sepertinya tak membuahkan hasil. Kemanakah fungsi pengabdian masyarakat sebagai bagian tri dharma mahasiswa itu? Okey lah jika tri yg pertama, pendidikan, sudah OK, penelitian pun lumayan sedikit mengalami peningkatan (sedikit lho. Itu juga masih kurang dari yang lain), tapi bagaimana dengan pengmas-nya?

Enough, whatever that, lets back to laptop topic. Bagaimanakah nasib kepemimpinan kemahasiswaan ITB ini nantinya ya?

Coba kita mengamati perkembangan yang dilakukan oleh kabinet terakhir. Alhamdulillah, saya melihat beberapa kemajuan pada kabinet ini. Salah satunya ialah kabinet ijul dapat merangkul elemen massa yang lebih beragam dibanding kabinet-kabinet sebelumnya. Maaf, (maaf nie), sepertinya kiprah ADK di kemahasiswaan sebelum Ijul membuat kabinet menjadi terlalu eksklusif. Tapi, insyaAllah akan kita perbaiki lagi di pemilu kali ini. Tentunya dengan memanfaatkan perbaikan yang sudah ada di kabinet sekarang.

Tapi,, kembali pada masalah utama kita, apakah massa kampus akan percaya kepada presiden terpilih untuk memimpin kemahasiswaan ITB ini? Mungkin ada (bahkan banyak. Karena termasuk saya pribadi pun seperti ini), mahasiswa yang tidak percaya lagi pada student government. Lha wong pemilu-nya saja ga serius, apalagi ntar-ntar nya. Dan hal inilah yang harus kita antisipasi. Kita tak hanya harus memikirkan kemenangan pemilu ini, tapi kita juga harus melakukan persiapan dan perbaikan untuk mengatasi hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan nanti.

Tulisan ini dibuat hanya sebagai pesan kepada Presiden KM & MWA terpilih. Tujuan kita bukanlah menang, tapi untuk mendapatkan ridho-Nya. Kemenangan pemilu bukanlah akhir dari rangkaian perjalanan ini, tapi kita juga harus mempersiapkan pasca kemenangan itu untuk dapat melakukan perbaikan. Dan ingat, kemahasiswaan ITB adalah amanah rakyat & mahasiswa, janganlah kita pernah bermain-main dalam mengurusnya.

Harapan saya, kemahasiswaan ITB dapat menjadi lebih baik. Ingat kawan, bangsa ini menunggu kita untuk dapat melakukan perubahan di negeri ini! Kalau bukan kita, siapa lagi?

6 thoughts on “Kegagalan Pemira ITB : Cerminan Kondisi Kemahasiswaan Indonesia

  1. Sebenarnya…
    Kalo melihat pemilu yang diulang ini…
    Ane melihat adanya maksud tersembunyi…
    Seakan-akan emang disengaja…
    Tapi,wallahu’alam,sih…Hanya perasaan ane aja…
    Yah,semoga saja kemahasiswaan ITB jadi lebih baek,dan bisa merealisasikan apa yang selalu kita teriakkan dalam “Salam Ganesha”!
    Untuk Tuhan (Allah SWT,^_^), Bangsa, dan Almamater…MERDEKA!

  2. anti-plastic bag campaign yang belum lama ini diadakan pun sepertinya tak membuahkan hasil

    hoo.. hati-hati maz..
    banyak orang yg mengaku tercerahkan dengan kampanye agresif itu lho..
    termasuk aq yang juga berusaha menghindari pemakaian kantong plastik sebisanya..

  3. ➡ F4154LMAN
    teu jadi. teu punya promotor. lagian udah ada yg wakilin
    ➡ agungfirmansyah
    wah, kalo antum mau saingan ama anak ITB, mungkin di ragunan aja ya! ada anak ITS juga (you know what i mean:mrgreen: )
    ➡ radit
    wow, peluang tersembunyi? mungkin aja. si Fikri jadi maju. awa’ dukung!!!😀
    ➡ aisar
    alhamdulillah ada yg tercerahkan….
    but, for me, there is no different about using plastic or others. Apalagi kalau ditinjau dari aspek ekonomi & teknologi. Tapi emang ribet dah kalao mw dibahas disini.
    anyway, keep the spirit up!

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s