FSLDK Mengenai UU ITE

sumber : http://www.fsldkn.org

PERNYATAAN SIKAP FSLDK MENGENAI RUU ITE

Sunday, 13 April 2008

Perkembangan teknologi dan informasi di tengah masyarakat kita sekarang ini semakin cepat dan pesat. Teknologi yang canggih (ex: internet) semakin mempermudah kita untuk mengakses informasi apapun dengan sangat mudah dan cepat. Mulai dari informasi ekonomi, politik, sosial budaya, religi, pendidikan, infotaiment, kriminalitas sampai informasi seputar seks dan lain-lain. Mulai dari informasi yang bersifat edukatif sampai yang bersifat merusak. Banyak manfaat yang kita dapatkan dengan adanya teknologi, tetapi tidak sedikit pula mudhorot yang kita peroleh.

Bebasnya arus informasi yang masuk dan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dewasa, dari masyarakat terpelajar hingga masyarakat biasa, mengakibatkan semakin tidak terkontrolnya kejahatan yang terjadi di dunia maya ini (cyber crime). Mulai dari banyaknya situs-situs porno yang memenuhi halaman website, hacker-hacker yang merajalela di dunia cyber, pemalsu kartu kredit dan perjudian lewat internet yang dikemas sedemikian rupa seakan-akan praktek kejahatan ini legal di mata konsumen. Oleh karena itu, sudah seharusnya peraturan atau undang-undang yang mengatur tentang dunia cyber harus diadakan sebagai kontrol adanya tindak kriminalitas moralitas dan kriminalitas dunia elektronik yang kerap kali muncul. Kebutuhan akan peraturan atau undang-undang ini sudah sangat dinanti-nanti oleh masyarakat karena masyarakat tak bisa dibiarkan lebih lama lagi mengkonsumsi produk tak bermoral itu.

Alhamdulillah pada selasa, 25 Maret 2008 lalu Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) berhasil disahkan oleh pemerintah pada rapat paripurna di gedung DPR/MPR. Dengan diberlakukannya RUU ITE yang digagas oleh Menkominfo, Prof. Ir. Muhammad Nuh ini diharapkan insidensi cybercrime akan tereduksi. Segala bentuk transaksi atau tindakan yang berbasis komputer, handphone, teknologi elektronik lainnya akan dapat dijadikan bukti hukum. Denda miliaran rupiah dan sedikitnya 6 tahun penjara membayangi para hacker, pemalsu kartu kredit dan pelaku perjudian internet. Bahkan seseorang tak bisa lagi seenaknya meng-upload komentar tak senonoh di blog. Hal yang sama juga berlaku bagi para produsen situs porno.

Kami menyambut baik dan antusias dalam program yang dilaksanakan oleh Pemerintah RI saat ini. Dalam program ini kami FORUM SILATURRAHIM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (FSLDK) INDONESIA menyatakan sikap bahwa kami :

1. Mendukung program Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang di wujudkan oleh Pemerintah RI sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir kejahatan yag ada dan upaya untuk membawa bangsa ini kepada perbaikan moral.

2. Menghimbau kepada Pemerintah RI agar segera mengesahkan RUU ITE menjadi UU ITE

3. Membantu mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar turut berperan aktif dalam membantu upaya pemerintah menegakkan UU ini, yaitu melaporkan alamat situs-situs porno, mengembangkan kesadaran untuk lebih selektif dalam mengambil informasi dan melakukan pembinaan spiritual secara intensif kepada anak-anak dan keluarga agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif dan tidak tidak mendidik.

4. Ikut mengawasi dan mengontrol jalannya peraturan / undang-undang ITE sehingga peraturan tersebut benar-benar diterapkan dengan benar.

5. Menghimbau kepada Pemerintah RI untuk memberikan sanksi yang tegas kepada semua pelaku cybercrime (hacker, produsen situs-situs porno, pemalsu kartu kredit, pelaku perjudian internet dan lain-lain) sehingga kejahatan dapat tereduksi dan membuat para pelaku maupun calon pelaku kejahatan menjadi jera dan tidak mengulanginya lagi.

6. Mendukung “Gerakan media bermoral” dengan menghimbau para pekerja televisi agar lebih aktif dalam menyajikan program-program yang bermutu dan mendidik dan mengurangi program-program yang tidak bermutu dan tidak bermanfaat.

_____________

lampiran :

RUU ITE

18 thoughts on “FSLDK Mengenai UU ITE

  1. aku nggak yakin UU ITE bakal menghambat blogger.bukannya dulu pak Muhammad Nuh justru meng-encourage bloggers utk terus berkarya.yg nggak boleh itu blog yg sengaja menyebarkan konten2 pornografi dan kekerasan.emang klo blog beginian teh theloebizz setuju?pasti nggak kan…

    takut dituntut gara2 isi blog kita?lha wong gara2 nulis di surat pembaca aja ada yg dituntut kok.tergatung penegak hukumnya mah klo menurut saya.yg penting isi tulisan kita kuat argumennya dan bisa dipertanggungjawabkan… wallahu a’lam

  2. kao kata saya mah, DUKUNG 100 % UU ITE!!! Segera sahkan, kapanlagi klo gak sekarang??? ( rame-rame demo ke DPR, trauma sma RUU anti pornografi pornoaksi yang gak kelar2…fiuhh)

  3. Buat semuanya :

    Menindaklanjuti keresahan kita terhadap degradasi moral masyarakat
    yang ditandai dengan semakin merebaknya media-media berbau
    penyimpangan akidah dan pornografi, dengan ini Keluarga Mahasiswa
    Islam (GAMAIS) ITB menyeru dan mengajak Ikhwah fillah sekalian untuk
    turut serta dalam:

    AKSI DAMAI menyuarakan keprihatinan kita atas degradai moral tersebut,
    yang Insya Allah akan diselenggarakan pada Jum’at, 25 April 2008 pukul
    07.30-10.30 WIB.

    AKSI DAMAI ini akan diisi dengan pawai (rute Pusdai-Gedung
    Sate-BIP-Balai Kota-Alun-Alun- Dago-ITB) , orasi, dan pembagian flyer
    kepada masyarakat, dan press conference. Setiap peserta aksi yang akan
    turun ke jalan diharapkan berkumpul di PUSDAI limabelas (15) menit
    sebelum acara dimulai (pukul 07.15).
    AKSI DAMAI ini rencananya akan didukung pula oleh FSLDK Baraya
    (Bandung Raya), pelajar2 Kota Bandung, KAMMI Daerah Bandung, dan
    beberapa ormas/institusi lainnya.

    Demikian pemberitahuan sekaligus seruan untuk Ikhwah fillah sekalian.
    Mudah2an Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat
    melaksanakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai
    penjaga nilai/norma2 Islam (guardian of value) dan sebagai agen
    perubahan (agent of change) menuju tatanan kehidupan masyarakat yang
    lebih Islami.

    “Jika engkau melihat sebuah kemungkaran, maka cegahlah dengan tangan
    (kekuasaan)mu. Jika tidak sanggup, maka cegahlah dengan lisanmu. Jika
    tidak sanggup, maka cegahlah dengan hatimu (dengan mengingkarinya) ,
    dan itulah selemah-lemahnya iman.”

    Jazakumullahu khair.

    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

  4. http://bandung.detik.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/25/time/111605/idnews/929348/idkanal/486

    Bandung – Aliansi Masyarakat Anti Film Porno (AMAFP) menggelar aksi moral di depan pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza (BIP), Jumat (25/4/2008). Mereka menolak peredaran film-film porno dan tayangan tidak mendidik lainnya di masyarakat.

    Aksi yang diikuti sekitar 60 orang tersebut dilakukan untuk menanggapi media dan perfilman Indonesia yang dinilai tidak mendidik. Menurut koordinator aksi, Armi, AMAFP mengkritisi film-film yang telah dan akan beredar di masyarakat. “Misalnya tali pocong perawan, Drop Out, dan film yang akan segera beredar dengan judul ML (make love-red),” ungkapnya di sela-sela aksi, Jumat (25/4/2008).

    Armi juga menuturkan, aksi ini juga didasarkan pada pemberitaan media terkait anak 14 tahun yang mencabuli teman sebayanya. Ketika dilakukan pemeriksaan, hal itu dilakukan karena terinspirasi film porno yang ditontonnya.

    “Ini ngga bisa dibiarkan, sutradara atau pekerja film lainnya harus bertanggung jawab kepada khalayak,” ungkapnya . Dia menuturkan, peran masyarakat sendiri dalam menyikapi peredaran film porno kurang. Seharusnya masyarakat bisa menolak film-film yang tidak mendidik.

    Dalam aksinya, sekitar 6 orang perempuan berjilbab serba hitam melakukan aksi teaterikal dan musikalisasi puisi. Selain itu, massa menggelar dua buah spanduk putih berukuran 60 centimeter x1,5 meter di depan pintu masuk dan pintu keluar BIP. Mereka meminta tanda tangan orang-orang yang lalu lalang sebagai bentuk dukungan moral untuk menghentikan film-film yang berbau seks, mistik dan yang tidak mendidik.

    Di antaranya terlihat beberapa orang siswa SMP ikut menandatangani spanduk tersebut. “Kita ikut saja, lagipula sebagai kaum perempuan merasa sangat dilecehkan dengan film-film tersebut,” tutur salah seorang dari mereka.

    Aksi berlangsung damai. Massa membubarkan diri pada pukul 10.30 WIB. Sekitar 20 polisi diturunkan untuk menjaga keamanan aksi tersebut. AMAFP merupakan gabungan dari komisariat KAMMI ITB, Gamais ITB, SS LDK*) Bandung Raya dan FKDF Unpad.

    *) ada sedikit salah redaksi, seharusnya FSLDK

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s