Kami cinta perdamaian, tapi kami lebih cinta kemerdekaan

Entah mengapa, hanya beberapa hari setelah memposting dengan judul “Untukmu Palestina” yang berisi lirik-lirik nasyid seputar Palestina, terjadilah tragedi yang menggemparkan dunia. Kebiadaban keturunan Bani Israil yang hidup di sekitar tanah Yerusalem, membuat seluruh dunia menangis untuk ratusan syuhada di Gaza. Berbagai demo menentang agresi Israel ke Gaza terjadi di berbagai negara, termasuk di US sendiri, negara yang membela agresi biadab Israel lewat hak “entah apa namanya” pada syuro yang dilakukan oleh UNO/PBB (walau akhirnya memilih abstain saat pemutusan resolusi PBB). Bahkan, Barack Obama, sang presiden kulit hitam pertama Amerika yang diharapkan banyak masyarakat dunia pun hanya diam saja menghadapi permasalahan Israel-Palestina ini.

Puluhan demonstrasi umat muslim pun terus terjadi hingga sekarang. Namun sayangnya, masih saja ada di antara umat Islam yang tidak peduli, ragu, bahkan menghina perjuangan saudaranya di Palestina. Ya Allah, Engkaulah yang mengikat hati-hati ini untuk bersatu, maka satukanlah hati-hati kami sesama umat muslim. Perjuangan Hamas dan rakyat Palestina bukan hanya masalah bangsa timur tengah saja, tapi masalah seluruh umat Islam.

Ada benarnya juga ketika ada seorang yang bilang, ”Israel mah ga salah. Mau kita demo atau engga mereka tetap bejat. Lihat saja di Al-Qur’an berbagai bukti tentang kemunafikan mereka, sejak jamannya nabi Musa sampe sekarang masih gitu-gitu aja.”

“Yang salah tu ya umat Islam sendiri. Ngeliat saudaranya dibantai seperti itu masih aja berdiam diri. Bukannya didoakan, malah berdalih seperti orang munafik ‘bangsa sendiri aja belom bener, ngapain ngurusi yg lain’. Sesama partai Islam saling menghujat, di internal partai pun berantem, gimana mau mengharapkan persatuan umat? “ innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Kami cinta perdamaian, tapi kami lebih mencintai kemerdekaan”, itulah yang dikatakan jenderal Soedirman. Di tengah-tengah perang dunia yang berkecamuk menyudutkan Indonesia ketika para penjajah berkata pada dunia,“Salah Indonesia yang tidak mau damai”. Padahal mereka (para penjajah) lah yang terlebih dahulu melanggar perjanjian damai yang disepakati. Seperti itu perjuangan bangsa ini dahulu merebut kemerdekaan, dan seperti itu pula kondisi Palestina sekarang. Mereka dibantai oleh israel laknatullah dengan dalih “hamas duluan yang nyerang”. Padahal tentara israel duluan yang menyebabkan terbunuhnya 4 petani di gaza, membiarkan pemukiman ilegal terus tumbuh, dan berbagai pelanggaran lainnya yang sudah terjadi (namun tak diliput oleh media massa yg kita tahu saat ini masih “dikuasai” yahudi & barat). memang seperti itulah tabiat para kaum kafir (lihat al-anfaal:55-58, annisaa : 154), mereka (bani israil) melanggar perjanjian yang telah dibuat & mereka membuat perjanjian hanya untuk dilanggarnya sendiri.

Jika kita ingat lagi perjuangan bangsa ini dahulu, ada juga jargon yang sering kita dengar tentang para pejuang kemerdekaan bangsa ini, “para pedjoeang bangsa ini melawan pendjadjah dengan bamboe roencing”. Hah? Sebodoh apa memangnya nenek moyang kita berani melawan senapan angin dengan bambu runcing? Atau kalau analogi sejenis digunakan dalam kasus lain yang terjadi di Palestina sekarang menjadi pertanyaan seperti, “bagaimana mungkin rakyat palestina melawan tank baja hanya dengan lemparan batu (intifadah)?”.

Manusia memang bisa berusaha, Allah lah yang menentukan hasilnya. Siapa juga yang menyangka di tahun 1945 dulu, Jepang “salah sasaran” mengebom Pearl Harbour, yang ternyata kemudian dibalas dengan kehancuran Hiroshima & Nagasaki. Memberikan kesempatan kepada pendahulu bangsa Indonesia untuk mendeklarasikan kemerdekaannya. Begitu pula dengan yang terjadi di palestina, yakinlah bahwa Allah akan memberikan kemenangan bagi al-haq.

Syukron katsiran kepada sahabat-sahabat perjuangan yang terus mengingatkan diri ini tuk terus berjuang mendukung kebenaran: ppsdms, gamais, fsldk, juga kepada akh Shofwan ABCD atas artikel “surabaya”nya & akh Salim Fillah atas artikel “Jogja”nya (sebentar lagi saya mau bikin juga artikel versi Bandung). Salam saya kepada para pejuang kemerdekaan Palestina di Gaza, “sungguh diri ini ingin berada di sana untuk membantumu wahai saudaraku, tapi ku tahu bahwa kau pun mengantri untuk menjadi bagian dari syuhada Gaza”. Semoga mata dunia terbuka akan kebiadaban yang telah dilakukan turun-temurun bangsa israel. Semoga laknat Allah terus bersamamu wahai Israel. Dan semoga kemerdekaan bisa segera kau raih wahai Palestina tercinta.

Hari ke-17 penyerangan Israel di Gaza. Tercatat 919 syuhada Palestina (termasuk 284 anak kecil & 100 orang wanita), juga 4260 rakyat Palestina yang terluka. (untuk mengetahui perkembangan melalui facebook: http://apps.facebook.com/supportgaza )

Bubarkan PBB! Hancurkan Israel! Setrika Amerika! Merdeka Indonesia! Hidup Mahasiswa!

5 thoughts on “Kami cinta perdamaian, tapi kami lebih cinta kemerdekaan

  1. mas..setahu saya wordpress dan facebook boiket israel deh ?bukannya semakin banyak yang buka fecebook.com semakin banyak juga senjata yang dipasok ke gaza trus makin banyak dong yang meninggal ?

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s