Naga Bonar Simatupang

Kasus plagiat semakin menjadi tren akhir-akhir ini. Di kalangan kampus, plagiat sudah mulai menjadi masalah yang diperhatikan, seperti di salah satu program studi di ITB. Entah karena ga punya ide untuk judul tugas akhir, ga punya bahan untuk skripsi, atau memang hanya ingin mengejar gelar sarjana tanpa mau bersusah payah, ada beberapa mahasiswa yang melakukan hal ini. Banyak alasan dan pembenaran memang yang dapat dicari untuk sebuah tindakan tak bermoral, namun yang namanya keburukan tetap saja bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Sampai-sampai prodi TI pun membuat peraturan baru tentang plagiat ini dimana para mahasiswa yang sedang melakukan TA/disertasi/tesis harus mencantumkan pernyataan seperti pada gambar di bawah. Sangat disayangkan memang tindakan plagiat ini, padahal potensi intelektual mahasiswa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu per tahun seharusnya dapat memberikan perubahan bangsa ini menjadi lebih baik, namun sayangnya skripsi-skripsi & hasil tugas akhir sepertinya hanya dijadikan “alat tukar” gelar sarjana saja.

Naga Bonar Simatupang
Naga Bonar Simatupang

Tak hanya di kampus, plagiat sepertinya memang sudah menjadi budaya yang beredar luas di negeri ini. Simple saja, berapa persen di antara kita yang menggunakan Windows asli (atau setidaknya berlisensi) untuk membuka blog ini? Atau berapa banyak file *.mp3 yang selalu kita dengarkan selagi bermain di depan komputer yang memang kita beli CD aslinya? Beberapa kabar pun menyebutkan kalau Indonesia ini termasuk negara yang diblacklist dalam beberapa hal dikarenakan budaya plagiatnya.

Selain plagiat di atas, ada juga (mungkin) plagiat yang sering kita lakukan melalui dunia maya. Misalnya ketika kita melakukan copy-paste suatu artikel ke dalam blog, forward melalui milis, notes di FB, ataupun sarana lainnya, kita lupa mencantumkan sumber asli artikel tersebut. Padahal cukup copy-paste saja link yang menuju sumber aslinya. Teringat salah satu slogan di dunia blogger yang menyatakan, “blog juga hasil karya cipta”.

Plagiat dapat membuat orang kehilangan kreativitasnya. Orang-orang yang ingin berkarya pun jadi takut hasil karyanya dibajak orang lain, padahal ia sudah susah payah membuatnya. Well,, Semoga tanpa plagiat ini kreativitas kita semakin bertambah & bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada umat ini (cie elah, cem ustad Rahmat aje awak ni). Wallahu alam

.

Nb: naga bonar simatupang (bukan nama sebenarnya) hanyalah nama yang digunakan sebagai kata ganti calon wisudawan. Kesamaan dalam penulisan nama dan gelar bukanlah hal yang disengaja. ^_^

2 thoughts on “Naga Bonar Simatupang

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s