Gantungan kuncinya HP, gantungan HP-nya kunci

Cukup banyak orang berkomentar hinga saat ini tentang HP saya – atapun tentang kunci saya – yang sebenarnya dimaksudkan untuk satu benda yang sama. “Wow, gantungan kunci kamu semahal handphone sony!” Atau kalau dibaca dari setengah bagian gelas kosongnya menjadi “Wow, gantungan HP kamu senilai sebuah kamar kos!”. Dimana seringkali komentar yang didapat ialah “kalo kuncinya ilang*, HP-nya juga ga bisa dipake dong? Kalo HP-nya ilang, ga bisa ke kosan dong?”

*)termasuk di dalamnya ketinggalan/lupa taruh

Hmm,, izinkan mengawalinya dengan sebuah soal yang pernah diberikan di salah satu kuliah analisis keputusan;

“Sebuah peralatan elektronik untuk menjaga keamanan mesin sedang dipertimbangkan oleh sebuah perusahaan. Alat tersebut akan mematikan mesin secara otomatis bilaterjadi kondisi emergency. Peralatan terdiri dari 150 komponen elektronik independen yang dirancang dan dibuat untuk 99,5% bekerja untuk setiap komponennya. Buat estimasi besar kemungkinan tingkat keberhasilan sistem keamanan secara keseluruhan!”

Demikianlah tertulis soal itu di hadapan saya dan beberapa mahasiswa lainnya. bagi kebanyakan orang awam akan melihat bahwa alat elektronik ini merupakan alat yang cukup baik dengan efektivitas kerja sebesar 99,5%, sebuah nilai yang sangat tinggi dan meyakinkan perusahaan. Namun ilmu probabilitas tidak menyatakan demikian. Peralatan elektronik baru akan bekerja jika ke-seratuslimapuluh komponennya bekerja terintergrasi, dimana jika kita menghitungnya akan mendapat angka probabilitas efektivitas dari alat elektronik ini senilai (99,5%)^150 = 47,1%. Sebuah nominal yang sangat kecil untuk alat yang digunakan saat emergency.

Kembali ke kunci saya (juga HP-nya). Jika probabilitas kunci hilang adalah 10%, dan probabilitas HP hilang adalah 4%, tentunya dengan mudah dapat dikatakan jika kedua benda itu disatukan – seperti yang saya lakukan – akan memiliki probabilitas kehilangan sama dengan 0,4%. Atau dalam setengah gelas terisi lainnya akan terbaca 99,6% benda ini tidak hilang (sekali lagi “hilang” di sini dalam artian ketinggalan ataupun lupa taruh). Simple math for simple things, right?.

Penjelasan lebih naratifnya ialah sebagai berikut. Ketika suatu benda hilang – HP misalnya – maka yang dipikirkan ialah kapan dan dimana terakhir kali memakai HP itu. Maka jika ada dua benda (atau lebih) dengan fungsi yang penting dan sering dipakai dilebur menjadi satu, akan lebih mudah pula lah kita mengingat tempat dimana kita menaruhnya karena akan lebih banyak memori di otak kita yang mengingat benda-benda itu.

Teori ini juga bisa digunakan di berbagai kesempatan lain. Wallahu alam

_life_engineer_

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s