Symptom vs Problem

Gejala vs Masalah

Gejala vs Masalah

A Picture is worth a Thousand Words.

inti dari gambarnya : kita perlu tahu yang mana gejala dan yang mana masalah. tapi lebih penting lagi untuk kita tahu masalah yang manakah yang perlu kita selesaikan

Advertisements

WANTED [a fiction story about Noer D. Lazuardi]

Mohon maaf postingan kali ini agak narsis. Mohon tidak dibaca bagi yang tidak tahan akan ketampanan saya Noer D. Lazuardi 😀

Suatu saat di sebuah mading

Wanted: Noer D. Lazuardi (D.? it's like Monkey D. Luffy or Marshall D. Teach). reward $99,99 (baca; ninety niners)

-baca kisah sebelumnya

new text file dot txt

kala mentari menyambut pagi
kicau suara burung
gemerintik hujan jatuh dari langit

di sana kulihat seorang bocah
seorang mahasiswa tepatnya
baru bangun dari alam bawah sadar
sejenak tuk melaksanakan sembahyang

kemudian kulihat ia berjalan,
melewati sudut gedung aquarium,
menghindari gerimis yang berniat membasahi bumi

kemanakah ia melangkah?
kuikuti jejaknya,
di sana ada teddy rachmat,
tapi sepertinya bukan dia yang ia cari,,
lalu benny subianto,
tapi sepertinya pun bukan dia yang ia tuju,,
labtek biru juga ia lewati,,

kemudian,
suatu tempat,
tempat yang tak asing baginya,
tempatnya menghabiskan malam

dulu tempat ini tak ada istimewanya
sekarang, ada potongan kayu beserta tadah hujan
terlihat elegan, nyaman
walau agak berantakan

lalu kuperhatikan apa yang terjadi
leptop
charger
tombol ON
sedikit loading
user & password mungkin
loading lagi
bumi
rubah api
user & password lagi
blog
publish

Random Things [v1]

1. Serial Random Things berisi pemikiran-pemikiran acak bung dhimas nu kasep karena ga sempet kalo kudu dijadiin postingan penuh (terlalu sedikit bahan tapi terlalu banyak ide). Sebenernya ini versi kedua setelah postingan ini, tapi karena baru mau dirapiin dan dibuat terstruktur, jadilah ini yang pertama. Anggap aja yg dulu versi 0-nya

2. Lagi mau bikin bisnis plan buat tugas kuliah Perencanaan Strategis (gw ketua kelas nih coy. Hoho,, sejak kapan gw bisa jadi KK?). Tentang sepatu charger : Energi Alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Berat Badan. Konsepnya mengkonversi energi saat kita jalan menjadi energi listrik. Jadi waktu kita jalan kaki, bisa sekalian nge-charge batere. Doain yaa biar dapet nilai bagus,,hoho. Kalo ada yg tertarik bwt investasi juga boleh 🙂

3. Gimana kabar pak Antashari Azhar? Konspirasi penjeblosan AA ke penjara sepertinya udah gagal nih. Malah pada nyari-nyari alesan stick golf mahal lah. hahaha

4. Ada buku baru “ILUSI NEGARA ISLAM : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” . download di http://www.bhinnekatunggalika.org/ . Isinya kontroversif, dipublikasikan sekarang karena katanya takut ga boleh terbit. Buatannya antek-antek Gusdur & Wahid institute, tau lah yaa yg ngebela Ahmadiyah itu. Jangan dibaca bagi yang ga tahan konspirasi. Ga baik juga dibaca buat orang awam.

5. Lupa lupa lupa lupa. Mw nulis apa lagi yah? C A-minor D-minor ke G ke C lagi A-minor D-minor ke G ke C lagi A-minor D-minor ke G ke C lagi

6. pengen buru-buru liburan

7. Selamat menikmati UAS terakhir buat para mahasiswa ITB 2005 yang normal (saya termasuk yang ga normal T_T )! Inget pesan saya : orang berBudi tidak menyontek 😀

8.Lagi baca bukunya si kambingjantan Raditya Dika. Ternyata dia anak salvo se-almamater ma gw. Hoho,, baru tau ada manusia seperti itu. Wkkk

9. Besok ikut seminar KIT. Waw dapet tiket gratis, alhamdulillah. Thx to ratno & iqbal.
Sekalian promosi dikit : Kajian Islam Terpusat, acara tahunan sejak 2007 by Gamais ITB, Dialog interaktif ekonomi syariah, alternatif solusi krisis ekonomi global. Dengan pembicara: Ichsanuddin Noorsy (pengamat ekonomi dan politik nasional), Dr. Ir. Wahyu Saidi, M.Sc (pengusaha bakmi, alumni ITB), H. Mustafa Edwin Nasution, Ph. D (ketua umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia), Ramzi A. Zuhdi (Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia), moderator: Rendy Syaputra (pengusaha muda, owner NATC). + Live Performance KPA (Keluarga Paduan Angklung) ITB.
Bagi yg mau ikut acara di GSG ITB tanggal 23 Mei mulai jam 7.30~12

10. Turut berduka cita atas korban kecelakaan pesawat hercules pekan ini. Sepertinya perawatan (control measurement) pesawat-pesawat harus diperketat lagi.

Mahasiswa ITB dukung SBY-Boediono

Ayah pergi ke kantor.
Ibu pergi ke pasar.
Budi pergi ke pasar.

Okey itulah contoh-contoh di jaman pendidikan (harus bisa!) dasar  dahulu tentang kalimat berpola SPK (bukan Sistem Pendukung Keputusan, bukan pula Syiar dan Pelayanan Kampus, tapi tepatnya Subjek-Predikat-Keterangan).

Kalo dipikir-pikir, ngapain ya si Budi pergi ke pasar? Bukannya dia biasanya ke sekolah? hoho,,kayanya dia lagi meneliti pasar deh (istilah kerennya:market research). Mungkin untuk mencari tahu potensi pasar (market potential) dan perkembangan pasar (market growth), biar bisa tau market share & analisis pasar lainnya. Sekalian mau bikin bisnis plan tugas renstra kali ye? hehe

Okey okey, to the point aja. Maksud postingan ini untuk memperjelas pro kontra isu yang berkembang di media-media. Ada yang bilang mahasiswa ITB dukung salah satu calon lah, ada yang bilang mahasiswa ITB anti neo & anti orang-orang tua lah, sok netral lah, de es be.

Sekali lagi, untuk memperjelas postingan yang dulu di sini, maka dengan ini saya sebagai salah satu mahasiswa ITB menyatakan dukungannya terhadap salah satu pasangan calon. Tentunya yang paling berbudi pekerti. Terserah media mau ngomong apa, terserah sebagian mahasiswa yang lain mau ngomong apa, atau mengatasnamakan institusi apa yang tentunya ga bisa menggeneralisir sembarangan.

Saya menghindari orang yang banyak omong tapi ga punya ilmunya, orang yang asal tuduh, mengatas namakan islam tapi ilmunya ga seberapa, plin-plan, orang yang ga punya pendirian jelas, orang yang punya pendirian jelas tapi ga punya alternatif solusi kongkrit untuk dibuktikan saat ini juga, dan orang-orang yang banyak berdebat tidak cerdas.

So, kesimpulannya ialah saya: Mahasiswa ITB mendukung SBY-Berbudi, karena saat ini alternatif itulah yang terbaik. Begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswa ITB yang lain akan mendukung calon yang sama karena akan terhasut oleh saya.

Hahaha.

Saya ga salah tulis tentang status mahasiswa. Saya warga negara Indonesia yang JUGA mahasiswa ITB. Saya juga bukan orang yang akan golput karena alternatif golput adalah yang terburuk (setelah memilih megawati) dari semua alternatif kesempatan yang ada. Banyak orang menganggap golput adalah suatu pilihan cerdas dan bersih, padahal golput menunjukkan kebimbangan karena keputusasaan mereka sendiri. dan menurut statistik, golput hanyalah hasil survei yang tidak akan dihiraukan nilainya karena memang suaranya menjadi tak bernilai. Kasihan sekali para pendewa golput yang membuat dirinya tak bernilai.

Eniwei, Selamat UAS buat para mahasiswa ITB yang mendukung SBY-Boedhiono!!!! Suxes slalu

_setelah ini bisa belajar dengan lebih tenang :mrgreen:_

Pernyataan Sikap (Salah Seorang) Mahasiswa ITB Terkait Momentum Pilpres RI 2009

Salam Alaikum

Menanggapi pernyataan KM ITB yang menggeneralisasi kata “mahasiswa” pada notes di agendaganesha dan notes lain yang beredar seperti ini:

Salam Ganesha!!!

Menanggapi pernyataan berita dalam detik.com pada tanggal 10 Mei yang menyebutkan bahwa mahasiswa ITB mendukung pencalonan SBY untuk kursi RI-1. Maka, dengan ini kami dari Kabinet KM-ITB, yang mewakili segenap mahasiswa ITB menyatakan :

  1. Bahwa mahasiswa ITB tidak pernah mendukung salah satu calon presiden maupun calon wakil presiden,
  2. KM-ITB menjamin netralitas kampus ITB dalam PilPres RI 2009,
  3. KM-ITB mendukung penuh pelaksanaan PilPres RI 2009 dan berusaha menstimulus mahasiswanya untuk menggunakan hak pilihnya.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk menegaskan sikap kami dalam menyongsong momentum PilPres RI 2009.

Maka dengan ini saya sebagai mahasiswa ITB menyatakan bahwa:

  1. Saya mendukung salah satu calon presiden, khususnya yang berbudi pekerti
  2. Saya tidak menjamin netralitas saya dalam kampus ITB pada Pilpres RI 2009
  3. Saya mendukung penuh pelaksanaan Pilpres RI 2009 dan berusaha menstimulus (apa ini?) mahasiswa lain untuk memilih pilihan saya

Demikian pernyataan sikap ini saya buat untuk menegaskan sikap saya dalam menyongsong momentum Pilpres RI 2009

Mahasiswa ITB,
Dhimas Lazuardi Noer
13405105