Facebook is my second wife

Facebook is my 2nd wife

“Facebook istri kedua gw.”

“nyang bener lo? Jadi lo poligami?”

“eh,,, hehe. Iya, mang knape? Daripade nikah siri”

“ck,,ck,, ga papa sie. Tapi awas aja kalo istri loe jadi kaya’ Manohara atawa Cici Paramida gara-gara loe”

“oh, tenang aja bro. insyaAllah gw bisa adil. Gw jamin kage ade kasus kadeerte di tempat gw. Mangkanya dukung esbeye”

“lho? (Apa hubungannya?)”

_________________________

Facebook is my second wife,,,,
blog still my first one.

Advertisements

Andai aku menjadi [volume 1 : calon presiden RI]

Preface

Bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang

Postingan seri “Andai Aku Menjadi” berisi tentang khayalan seorang DLN nu kasep yang semasa kecilnya ga punya cita-cita.

InsyaAllah diri ini akan menyiapkan diri sebagai orang yang berkapasitas seperti presiden dalam 15 tahun lagi. Tapi siapa juga yang mau jadi presiden? Semoga ada yang lebih layak nanti

_________________________

Volume #1 : Andai aku menjadi calon presiden Republik Indonesia

1. Tagline kampanye saya : “Untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat” (sorry ngebajak PPSDMS 😀 )

2. Kriteria orang kedua (wakil presiden) yang saya cari:

a. Soleh(ah) >> biar gw juga ga futur waktu jadi Presiden
b. punya pemahaman ekonomi yang baik >> soalnya gw ga terlalu ngerti ekonomi dan sosial
c. punya basis massa pendukung petani/nelayan/pedagang pasar/rakyat kecil
d. ga perlu kriteria sipil/militer, jawa-luarjawa, dll. “kita ini satu Indonesia, Bung!”

3. Tiga buah Prioritas program yang saya kampanyekan :

a. Pemberantasan korupsi di seluruh sektor pemerintahan (pejabat publik, polisi, BUMN)
b. Pengembalian hutang-hutang negara & Nasionalisasi aset bangsa yang dikuasai asing
c. Reformasi birokrasi

4. Empat Partai politik yang saya prioritaskan untuk berkoalisi : PKS, Demokrat, Gerindra, PAN

5. Lima basis massa yang saya utamakan : blogger & internet user, teknokrat/akademisi, mahasiswa, pendukung anti-korupsi, warga Jakarta & Tangerang

6. Beberapa kebijakan:

a. ekonomi : meminimalisasi produk impor, pengembalian hutang, nasionalisasi aset negara. Bangsa ini harus jadi bangsa yang mandiri, kawan!
b. kominfo & teknologi : pembuatan infrastruktur IT,khususnya internet. Biar internet dapat digunakan oleh banyak orang. Serta program pemberdayaan kreativitas teknologi/science sebagai sumber ekonomi
c. Pendidikan >> harus bisa! Cukup teruskan & melakukan controlling programnya Bambang Sudibyo. Tambahan program pada kurikulum tentang program peningkatan moralitas berbasiskan ajaran agama (metodenya yang interaktif, ga konvensional)
d. hubungan luar : bantu Palestina meraih kemerdekaan dan perdamaian. Kalo engga hajar aja Israel!
e. Hukum >> Rekonstruksi pejabat hukum di Indonesia, terutama yang sudah terindikasi korup. Perbaiki juga penegakan hukum yang masih ga bener (akhir-akhir ini tentang kasus ITE misalnya)
f. administrasi publik : pelatihan karyawan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik (pengurusan administrasi ga bertele-tele, karyawan murah senyum, ga korup, dll)
g. Energi >> segera mengusakan adanya PLTN di Kalimantan dan Jawa
h. Pariwisata >> tutup tempat maksiat di lokasi pariwisata (misal beberapa yang ada di Bali, pulau 1000, dll). Pariwisata Indonesia jangan melupakan moralitas
i. Agama >> bagi yang muslim kudu ngaji rutin bulanan

7. Jika saya menjadi capres 2009, maka beberapa orang penting yang akan saya beri jabaran yang sudah terpikirkan adalah sebagai berikut:

a. Menteri Ekonomi : Sandiaga Uno
b. Menteri Pendidikan : Anies Baswedan / Musholli
c. Menteri BUMN : I Dewa Gede Raka / Jusuf Kalla
d. Menkokesra : Prabowo Subiyanto
e. Menteri RisTek : Kusmayanto Kadiman / Warsito
f. Menteri agama : Hidayat Nur Wahid / Din Syamsudin
g. Menteri sekretaris negara : Hatta Rajasa
h. Menteri pertahanan : Djoko Santoso
i. Menteri Pertanian : Megawati S.P.
j. Menteri komunikasi dan informasi : M. Nuh / Budi Rahardjo
k. Menteri pemuda dan olahraga : Adhyaksa Dhault
l. Juru bicara kepresidenan : Tina Talisa
m. Menteri pemberdayaan perempuan : –
n. Menteri kesehatan : –
o. Gubernur BI : Sri Mulyani

Sekian dulu,,,,,,

Andai aku menjadi [volume 2 : tahanan/orang yang dipenjara]

Bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang

Preface:
Akhir-akhir ini banyak orang tidak bersalah (menurut saya) yang ditangkap dan dipenjarakan. Beberapa orang terkait kasus ITE (mbak Prita misalnya), salah tuduh/fitnah dari polisi (yang ini banyak. Misalnya “dipaksa” oleh polisi mengaku sebagai pembunuh), baru tersangka tapi udah ditahan (antasari), diuber-uber FBI (misalnya karena gw di”cap” teroris sama US), dll. Bisa jadi saya juga dipenjara karena alasan-alasan tersebut. Lantas apa yang akan saya lakukan jika dipenjara?

____________________________

Volume #2 : Andai aku menjadi tahanan

  • Saya akan meminta izin/keringanan agar dapat berinternet dalam penjara. Atau seberat-beratnya dalam seminggu minimal sekali berinteraksi di dunia maya
  • Saya akan banyak menulis. Terinspirasi dari Sayyid Qutb, Dr. Hamka, dll yang menulis karya-karya luar biasanya di balik jeruji besi. Entah menulis buku, kitab, puisi, postingan blog, atau update status facebook (apa coba?)
  • Saya akan meminta ada guru ngaji. Biar gw tobat seselesainya hukuman, bukan tambah bandel
  • Saya meminta berada di ruangan penjara berukuran 4×3, full AC, kamar mandi di dalem. (poin yang ini bercanda 😀 )
  • Saya meminta disediakan TV 21”, springbed, shower, kulkas, serta seperangkat alat sholat dibayar tunai. (ga serius lagi. hehe)
  • Kalo boleh ada supply buku bacaan. Silahkan ambil kasur/kursi dalam penjara sebagai kompensasi, I don’t need those things. Oia, saya juga minta penerangan untuk malam hari.
  • Saya akan cari kesempatan meliqokan tahanan lain
  • Kalo di penjara saya nemu tahanan kasus korupsi, saya jewer kupingnya
  • Saya akan menulis di tembok tahanan : “dhimaskasep was here

Sekian dulu,,,
(volume 1 nya diposting ntar. dalam tahap pengeditan)

Satu sisi, sisi satunya

Terlihat sebuah pengumuman di Tata Usaha TI:

Jadwal sidang Tugas Akhir mahasiswa:

Nama                         : Fulan

Jadwal sidang            : Jumat 16.00

Dosen penguji            : Dr. J

TTD,

Kaprodi TI

Satu sisi
Si Fulan melihat pengumuman. Terdiam cukup lama. Tegang bercampur semangat melihat hari dimana hidupnya akan berubah. Kemudian mencatat jadwalnya di agenda harian, kalender HP, google calendar, deelel.

Sisi satunya
Dr. J melihat pengumuman. Tak ada perasaan apa-apa. Kemudian meminta salah satu petugas TU untuk mengingatkannya kalau hari itu sudah tiba.

H-1 Sidang

Satu sisi
Fulan belajar dengan keras. Menghafal nama pembuat teori, kegunaan dari algoritma yang dipakai, menghafal daftar pustaka, teori-teori yang digunakan, metodologi penelitian, dll. Seluruh bagian TA ia pelajari dan hafalkan, bahkan sampai jenis font & spacing antar paragraf di tiap halaman. File ppt-nya ia desain se-artistik mungkin. Meminjam kemeja putih dan jas yang terlihat sangat elegan untuk dipakai besok, tak lupa dasi bercorak polkadot yang matching dengan kostumnya. “besok akan menjadi hari yang bersejarah bagiku”,pikirnya.

Sisi satunya
Dr. J sedang berada di ruang tengah bersama keluarga. Sang anak yang masih TK meminta kepada sang abi (Dr. J) untuk mengajak jalan-jalan sekeluarga camping weekend ini. Lalu rencana itu dibuat dan disepakati bahwa esok sorenya Dr. J sekeluarga akan berangkat bersama menuju Cisitugintung (anggaplah ini adalah nama tempat camping. Bukan nama daerah kos-kosan, bukan nama waduk, apalagi kolam buaya). Dr. J asik menyiapkan mobil dan perlengkapan liburan lainnya. Lupakah ia bahwa besok ada sidang yang akan ia uji?

Malam sebelum sidang Continue reading

Apakah yang membuat mie instan tidak instan?

  • Garpu > kita tetep butuh garpu untuk memakan mie instan. Kecuali mau makan pake tangan kosong
  • Piring > masak pake tadah tangan? Kalo ga pake piring terpaksa pake bungkus mie instannya
  • Gunting > buat motong bungkus bumbunya. Walaupun dalam beberapa pengalaman bisa dilakukan dengan tangan kosong
  • Air panas > kalo ga punya air panas,kudu masak sendiri. Kalo masak sendiri, butuh barang lagi seperti air bersih, panci (tempat masak), sama kompor (pemanas). Kalo pake kompor, butuh lagi gas atau listik (kalo pake kompor listrik). Kalo pake gas, kudu punya tabung gas-nya juga. Kalo pake kompor listrik, butuh instalasi jaringan dan kabel listriknya.
  • Tempat sampah > buat ngebuang bungkus mie instan, bungkus bumbu, dan sisa mie (kalo ada)
  • Tempat cuci > buat nyuci alat makannya. Kalo nyuci sendiri butuh tambahan item lagi seperti air, sabun, dan alat cuci (ember,spons), serta saluran pembuangannya. Untuk mendapatkan air, butuh saluran pengairan yang baik, dan itu butuh item seperti keran, pipa, dan pompa air.

Berapa banyak tools tambahan hanya untuk sekedar memakan mie instan? Hanya untuk memakan sebuah mie, fixed cost dan overhead cost-nya cukup besar nih.

Jadi, apakah mie instan benar-benar instan?

_penggemar mie_

Semester 8 pecas ndahe

esbeye masih memimpin sodara

esbeye masih memimpin sodara

Wuih,,,,
berakhir juga semester ini

walopun bukan semester terakhir awak di kampus ini T_T

horee!!!
asik betul..bisa liburan lho..

skarang kita mulai serius, lihat pada gambar disamping. Bahwasanya, niscaya SBY-NO akan menang. Diingat-diingat cuma kuncinya yang ingat.

kesimpulan..saya lapar..madtari yoooo

keterangan: ini adalah hoax..gausa dibaca..gapenting…hehehe