Memilih Presiden RI 2009 dengan AHP & Expert Choice

Judul lengkap:
Pendekatan Kuantitatif dalam Pemilihan Keputusan

Studi Kasus Penggunaan metode Analytic Hierarchy Process dengan Software Expert Choice dalam membantu memilih Pasangan Calon Presiden & Wakil Presiden Indonesia 2009-2014 (cem judul TA aja😛 )

Latar belakang

Pemilu Presiden RI 2009 akan dilakukan Hari Rabu tanggal 8 Juli 2009. Udah pade punya pilihan belon? ada yang masih bingung? Ada yang masih mikir tiga-tiganya atau dua diantara tiga itu sama jeleknya, yang satu jelek di A, yang satunya jelek di C, yang nulis ini ganteng dll. Yang satunya bagus di alfa, beta, gamma, delta,, yang satunya bagus di zeta aja, tapi zeta jauh lebih penting dibanding alfa, beta, dan gamma. Email-email & diskusi di milis-milis cuma membandingkan beberapa kriteria saja: si A lebih baik dari B dan C di bagian anu, si B bagus di bagian itu, dst, tapi ga ada email yang memberikan penilaian keseluruhan kriteria dan pasangan secara terintegrasi. Kalo masih bingung nentuin pilihan, pake AHP aja!

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu tools sistem pendukung keputusan (SPK) yang dikembangkan pada tahun 1970an oleh pak ….  siapa ya? Bukan saya yang jelas😀 . AHP dirancang mengikuti pola pikir rasional manusia dengan pendekatan kualitatif juga kuantitatif. Pada pengambilan keputusan yang rumit, dilakukan serangkaian perbandingan berpasangan sehingga menjadi lebih mudah. Lalu secara terstruktur nilai dari perbandingan berpasangan tadi disintesa sehingga dapat diambil kesimpulan tertentu.

Secara ringkas, AHP terdiri dari 3 fase: dekomposisi, comparative judgement, & sintesa. AHP melakukan perbandingan secara perlahan antar setiap karakter juga antara setiap alternatif, lalu dikalkulasi sedemikian rupa sehingga kita akan mendapatkan prioritas pilihan kita.

Berikut akan dijelaskan contoh memakai AHP. Oia, kalau software Expert Choice itu ialah salah satu software buat membantu memakai AHP ini. Jadi kita ga perlu repot-repot ngitung manual. Sebenernya pake Ms Excel juga bisa, tapi karena udah ada yang lebih praktis yaa kita pake aja. Kali ini pakai Expert Choice v11

Tahap I: tentukan tujuan: keputusan apa yang ingin diambil

Ini mah udah pasti. Mau ngambil keputusan masa’ ga punya tujuan. Tujuan kita kali ini ialah : Memilih Presiden RI 2009-2014 (biar lebih singkat jadi : Capres Pilihan)

Tahap II: menentukan alternatif keputusan

Alternatifnya ada 3 pasangan Capres/Cawapres:

  1. Mega-Pro (Megawati Soekarno Putri – Prabowo Subianto)
  2. SBY-NO (Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono)
  3. JK-Win (M. Jusuf Kalla – Wiranto)

Tahap III: tentukan kriteria yang ingin dipertimbangkan

Kriteria ditentukan sesuai keinginan kita. Semakin banyak semakin baik hasil analisisnya, tapi semakin buanyak perhitungannya. Kata “buanyak” disini mengikuti grafik eksponensial. Biar ga terlalu banyak, kita pake 7 kriteria aja (nb: untuk contoh yang ini ga pake hirarki biar simpel)

Kriteria:

  1. Kampanye >>> segala sesuatu yang berhubungan dengan marketisasi pasangan: baik buruknya penyampaian iklan di berbagai media (TV, spanduk, dll), penggunaan visualisasi, cara menampilkan iklan, kata-kata mutiara pada iklan, testimoni pada iklan, gambar yang “merakyat”, cara menyindir yang halus lewat iklan, dll. Kampanye merupakan hal yang cukup penting yang dipertimbangkan, karena mencerminkan kreativitas serta keunikan calon, serta bagaimana cara komunikasi tim pemenangannya.
  2. Partai koalisi >>> ini merupakan faktor yang amat penting dan ga bisa dianggap remeh. Seorang pemimpin baik tapi diikuti oleh orang-orang yang ga baik maka akan menjadi sistem yang ga baik pula. Banyak orang yang “buta” hanya ingin melihat pimpinan saja tanpa mempertimbangkan parta mana yang mendukungnya. Padahal orang-orang yang akan bekerja di bawah Presiden nanti sebagian besarnya akan berasal dari parpol koalisinya. Going it alone is not a leader. Leader work by it’s team, it called team work!
  3. Visi Misi Proker >>> ini hal yang sulit dibandingkan, karena semua bisa saja mengklaim bahwa programnya ialah yang terbaik. Tapi khan kita ga bisa tahu sampai program itu terlaksana, bahkan program yang sudah pernah dilakukan pun terkadang butuh evaluasi yang belum bisa kita nilai pada saat ini. Yang bisa kita lihat untuk memperhitungkan hal ini ialah melalui debat capres/cawapres yang ditayangkan di televisi kesayangan anda.
  4. Kepemimpinan & Karakter >>> leadership, nasionalisme, keberanian, tegas, jujur, anti korupsi, ga ragu-ragu, percaya diri, ganteng, komunikasi personal, penampilan, cinta lingkungan, dan berbagai karakter personal lain
  5. Kesolehan >>> makin soleh si calon makin tokcer. Ini penting agar kepemimpinannya dapet ridho Allah SWT. Amin ya robbal alamin.
  6. Prestasi >>> prestasi masa lalu ketika capres/cawapres mendapat amanah tertentu perlu dipertimbangkan. Prestasi yang baik bisa jadi pertimbangan positif, prestasi yang buruk dijadikan pelajaran dan juga pertimbangan
  7. Background pendidikan/pekerjaan >>> hal ini dapat menentukan performance capres/cawapres kita nanti. Dengan melihat masa lalunya, kita juga bisa tahu letak keunggulan/kepintaran/keahlian seorang capres/cawapres. Juga bisa tahu yang mana yang memihak rakyat kecil.

Udah cukup tujuh aja ya. Kalo kebanyakan bisa mumet nanti waktu ngitung. Lagipula sepertinya ketujuh kriteria di atas sudah dapat mewakili. Karena fase berikutnya ialah melakukan perbandingan one-to-one baik antar kriteria, juga antar pasangan di tiap kriteria

Tahap IV: membandingkan pasangan capres/cawapres di tiap kriteria

Pada tahap ini, ketiga pasangan calon dibandingkan di tiap kriteria. List yang harus dibandingkan ada 21 kali, yaitu sebagai berikut:

Ambil contoh aja ya, karena banyak banget kalo kudu diposting di satu post ini semuanya.

Contoh yang ini menunjukkan kalo partai koalisinya SBY jauh lebih baik dibanding megapro. Sampai dikasih poin 6. Off course pertimbangannya pasangan yang didukung sama partai reformis plus koalisi partai islam jauh lebih baik dibanding partai moncong putih. Walaupun ada sedikit poin plus bagi MegaPro karena ada Gerindra.

Kalo yang ini menunjukkan bahwa karakter kepemimpinan JK Win lebih baik dibanding SBY-No. Tapi dikasih poin 3 karena ga terlalu signifikan bedanya. Masing-masing pasangan ini punya karakter yang khas yang tidak dimiliki pasangan lawannya. SBY yang berwibawa, JK yang cepat, Wiranto yang memakai hati nurani, Boediono yang sederhana, dst.

Setelah semua calon pada tiap kriteria diperbandingkan, maka perbandingannya akan seperti gambar di awal postingan atau seperti berikut

[cara ngebaca gambar di atas: kalo angkanya warna merah, itu berarti membandingkan si”horizontal” lebih baik dibanding si “vertikal”. Kalo angka warna hitam, berarti membandingkan si “vertikal”(kolom) itu lebih baik sekian X poin dibanding si “horizontal”(baris)]

Kita lihat bahwa JK-Win dapat unggul di 4 kriteria, sedangkan SBY-No unggul di 3 kriteria lain, Mega Pro ga unggul dimana-mana (udah mulai keliatan siapa yang GA DIPILIH). Di sini kita juga sudah melihat bahwa Mega Pro tak mengungguli pasangan SBY-No di kriteria mana pun. Tapi ini masih belum selesai, karena kriteria-kriterianya juga perlu diberi bobot

Tahap V : membandingkan kriteria

Tahap ini untuk menentukan seberapa pentingkah suatu kriteria dibanding kriteria yang lain. Metodenya masih sama yaitu membandingkan tiap dua kriteria. Hasil yang saya dapat seperti berikut:

Cara ngebacanya: angka yang hitam menunjukkan nilai perbandingan dari yang vertikal dengan yang horizontal. Kalo angkanya merah menunjukkan nilai perbandingan yang horizontal dengan yang vertikal.

Misal pada gambar di atas: angka 4.0 berwarna hitam, itu berarti menunjukkan nilai perbandingan partai koalisi lebih penting daripada kesolehan dan punya skor 4.

Tahap VI: Sintesa & Kesimpulan

Sintesa akan mengkalkulasi bobot kriteria yang didapat dari tahap V dengan skor calon di tiap kriteria (tahap IV).

Kalo pake software AHP, udah langsung dapet hasilnya. Sebagai berikut:

Ternyata SBY-NO sekarang lebih unggul. Makanya, contreng nomor 2. Hohohoho😀

Beberapa catatan :

–         Contoh yang ini merupakan contoh subjektif dari dhimas yang ganteng. Bisa jadi orang lain mendapat hasil berbeda.

–         Screen shot diambil ketika AHP sudah sempurna, jadi kalo di tahap awal ada gambar dengan data yang aneh mohon dimaklumi🙂

–         Perbedaan hasil akan semakin besar terutama karena perbandingan kriteria. Pada contoh seperti ini, pembandingan kriteria sangat berhubungan dengan belief & value masing-masing orang

–         Nilai overall inkonsistensi (dihitung dengan rumus yang tidak perlu dijelaskan di sini) yang saya dapat sebesar 0,00352 merupakan nilai yang sangat kecil. Itu berarti cara judgement saya sudah cukup baik. Makanya ikuti hasilnya dengan mencontreng nomor 2😀

–         Selamat memilih dengan cerdas. Pilihlah dengan tegas sesuai hati nurani dan sesuai perhitungan AHP ini😀

–         Satu lagi, sebenernya saya mendukung JK untuk mengurus mesjid di kampungnya. Makanya pilih SBY!

lihat juga “debat” notes ini [di facebook]

16 thoughts on “Memilih Presiden RI 2009 dengan AHP & Expert Choice

  1. Hai,..salam kenal. saya sedang mempelajari AHP untuk penelitian saya, namun saya kesulitan untuk mencari software AHP. Apakah saya boleh meminta dari saudara..?
    trims sebelumnya..

  2. mas, makasih bnyk nih sharing ilmunya, contoh aplikasinya jg menarik ^ ^ wk wk wk wk
    nah, skr nny nih, gmn masukin nilai dari banyak responden utk semua kriteria itu thd ketiga pasangan tsb? ngaruhnya gmn y mas? kalo yg mas jelasin di atas ni contohnya penilaian 1 org aja y?mohon penjelasan lbh lanjut suhu..;p

    makasih

    • metode untuk pengambilan keputusan kelompok masih sama dengan yang di atas, bedanya adalah pada nilai yang diinput saat pair comparison.
      salh satu caranya ialah nilai yang akan diinput ini dicari terlebih dahulu nilai rata-ratanya dari seluruh peserta grup.

      cara lainnya dapat menggunakan metode Borda yang nantinya nilai akhirnya dapat ditransformasi lagi agar dapat diinput di AHP

  3. sip, jadi intinya dicari rata2nya dulu ya dari penilaian bbrp org responden itu. thx mas.

    konsultasi dan nanya nih:
    sy dah download dan install expert choice 11 dari http://thashzone.blogspot.com/2010/09/expert-choice-11.html#IDComment101671660 (mas ali, ijin y ngasihtau, sekalian buat yg pgn dapetin software EC 11 gratis, buka aja ini).
    permasalahannya sy tdk bisa membuat analisis baru/ “create new model” . padahal seharusnya kan ada pilihan utk itu di kotak ‘welcome to expert choice’. ini cuma bisa buka file2 sample/ eksisting aja/ “open eksisting model” aja, apakah ada prosedur lain yg sy lewatkan pas instal/ hal lain?

    makasih

  4. [cara ngebaca gambar di atas: kalo angkanya warna merah, itu berarti membandingkan si”horizontal” lebih baik dibanding si “vertikal”. Kalo angka warna hitam, berarti membandingkan si “vertikal”(kolom) itu lebih baik sekian X poin dibanding si “horizontal”(baris)]

    Apa gak kebalik bacanya ?????
    coba lihat lagi hasilnya….

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s