Hari Ied yang kelam

Hari raya Ied ternyata meninggalkan lebih banyak duka dibanding hari-hari biasa. Diberitakan bahwa ada 472 orang meninggal saat mudik 1430 H. Jumlah ini bahkan lebih besar daripada korban tewas ledakan bom dari teroris, juga lebih banyak daripada umumnya jumlah korban bencana alam. Apakah memang rakyat kita punya mental “siap syahid”, “bosan kehidupan duniawi”, “ingin segera menuju surga”, atau jangan-jangan ini hanya “mati konyol”?

Memang sie jumlah ini sudah berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 500an orang korban meninggal. hey, it’s 500. Gw berbicara 500 nyawa manusia. Gile banget ga sih? Apa nyawa manusia udah sebegitu ga berharganya? Berapa banyak sudah korban akibat “terorisme tahunan” ini?

Lantas yang disalahkan siapa? Pemerintah? Rakyat? Polisi? Pengguna jalan? Supir bis & pengendara motor yang ngebut? Jalanan yang licin? Perusahaan pembuat jalan? Perusahaan supplier aspal? Perusahaan pengambil minyak yang nantinya diolah menjadi aspal? Si pembuat minyak (baca: dinosaurus)? Ibunya dinosaurus? Walah,, ga akan ada habisnya nih

Ga jauh berbeda dengan hari raya iedul adha. Ratusan jamaah haji meninggal di Arab. Saya yakin, walaupun yang meninggal adalah para jemaah haji, pemerintah ga akan pernah bilang, “alhamdulillah, hari raya iedul adha kali ini telah mensyahidkan seratus sekian orang dari Indonesia. Ratusan mujahid lainnya tersebar dari berbagai negeri lain. Walaupun jumlah mujahid turun dari tahun lalu……

Apakah memang orang yang meninggal saat Hari Raya itu akan menjadi syahid? Wah, kalau saya jadi malaikat, terus boleh mem-vote seorang itu meninggal menjadi syahid atau mati konyol, mungkin saya akan memilih pilihan yang kedua. *untung gw bukan malaikat*. Tapi maksud saya adalah bahwa pekerjaan rutin tahunan Malaikat Izrail ini bukanlah perkara yang boleh kita anggap sepele.

Kita ga boleh cukup berpuas diri dengan berkurang seratus nyawa tahun ini. Masih ada kesempatan tahun depan siapa tahu kita yang menjadi korbannya (semoga tidak. Amin). Manajemen hari raya harus terus diperbaiki sehingga zero defect dapat tercapai (baca: jumlah orang meninggal karena “kegiatan hari raya” menjadi 0 orang). Mulai dari improving resque process, tol & pantura maintenance, sampai pemudik & supir education (penyuluhan mengenai mudik aman).

Semoga hari raya yang kelam ini tidak terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya……

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s