The Questions of Life

“Masa muda masa yang berapi-api”, itulah kata bang haji Rhoma. Tapi bukan semangat muda yang akan dibahas, tapi mengenai jiwa muda yang sedang mencari jati dirinya.

Kadang kita merenung dan berpikir mengenai “The Questions of Life” – “Pertanyaan mengenai kehidupan”. Setiap orang memiliki “the Questions of Life” yang ingin ia temukan jawabannya. Pertanyaan yang ekstrim mungkin akan berbunyi, “Untuk apa saya hidup?” atau “Mengapa saya dilahirkan?”. Atau pertanyaan lain yang juga cukup berat untuk dijawab, “Apa yang bisa saya lakukan dalam hidup ini?”, “Akan jadi orang seperti apakah saya?”, “Mengapa saya berada di sini saat ini?”, dan yang sejenisnya.

The Questions of Life akan menentukan tindakan apa yang akan dilakukan seseorang & dapat mengubah kehidupannya. Saat dimana seorang menemukan jawaban dari the question of life dapat menjadi tipping point (meminjam istilahnya om Malcolm Gladwell) di kehidupannya masa depan. Ketika seorang telah menemukan jawabannya, ia dapat melakukan segalanya untuk meraihnya. Bahkan mungkin meninggalkan harta, tahta, dan keluarganya. Dan mereka tak akan menyesal melakukannya.

Berbagai jawaban dari questions of life pun bermunculan setelah melalui perenungan yang cukup. Dan setiap orang mungkin memiliki jawaban yang berbeda; “Saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya”, “Saya akan menjadi orang kaya”, “Saya harus bisa berbakti pada bangsa dan negara”, “Saya ingin syahid”, “Saya harus banyak beribadah agar masuk syurga”. Atau jawaban yang berbentuk profesi masa depan; “Saya akan menjadi dosen”, “Saya akan menjadi pengusaha sukses”, “Saya akan menjadi Presiden Republik Indonesia”, dsb.

Teringat dengan kisah Nabi Ibrahim yang memiliki question of life untuk mencari Tuhannya. Dia merenungi tentang bintang yang tenggelam, bulan yang terbenam, matahari yang terbit lalu terbenam pula. Hingga ia menemukan Tuhannya yang sesugguhnya, yang menciptakan langit dan bumi serta seisinya. Itulah cara Ibrahim menjawab the question of life nya. Atau seperti nabi Musa yang menerima perintahNya di bukit Sinai, nabi Muhammad yang menyepi di Gua Hira, Gajah Mada yang memutuskan melakukan sumpah palapa, Sasuke yang bertekad membalas dendam kepada Konoha, seorang mahasiswa yang memutuskan untuk menjadi pemimpin masa depan, dan berbagai contoh lainnya.

Sebagian besar perenungan umat manusia dalam menjawab “the Question of Life” tidak tercatat dalam sejarah. Karena memang perenungan itu dilakukan sendiri, melalui pemikiran-pemikiran di dalam akal manusia.

Kadang diperlukan perenungan yang lama, namun kadang juga ada sebagian orang yang terlalu lama merenungkannya. Padahal sebagian besar jawaban dari Questions of life tidak ditemukan melalui perenungan, melainkan melalui aksi nyata. Pernah diri ini berlama-lama membayangkan masa depan yang akan terjadi, tapi kenyataannya hal ini malah membuat hidup menjadi tidak produktif dan malah menzholimi yang lain. Karena sebagian besar jawaban sebenarnya sudah ditemukan oleh generasi terdahulu, panutan kita Rasullullah SAW.

So, jangan merenung terlalu lama. Quickly find your answer & start your new life….

Ace yang menemukan jawaban dari question of life nya. meskipun akhirnya ia harus mati, namun tidak menyesal
(Klik buat baca komiknya. recommended page 10-17 when Ace says that he doesn’t hesitate about what he was doing after he found his answer of his Question of Life
)

One thought on “The Questions of Life

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s