Wisata OFF-road ON the road Kota Bandung

Inilah dia sebuah program kerja paling spektakuler dari bang Dada Rosada. Sebuah kebanggaan bagi Kota Bandung di usianya yang ke-200, yaitu Wisata Off-Road on the Road

Wow,, wisata ini benar-benar fantastis. Saya merasakan suasana nature di Kota Bandung dengan adanya program ini.”, demikian komentar salah seorang pngguna jalan Kota Bandung.

Sebenarnya program apakah “Wisata off-road on the road” ini?

Menurut para warga Kota Bandung, wisata ini termasuk wisata jenis baru. Dengan ini kita bisa menikmati suasana jalur off-road di jalan-jalan raya Kota Bandung, Gratis!. Di hampir setiap 200 meter, kita dapat menemukan lubang-lubang di jalan raya mulai dari kelas menengah sampai kelas yang (ehm) cukup berat. Benar-benar suasana seperti di offroad, hanya saja suasana ini ditemukan di jalan-jalan protokol biasa (On Road).

Manfaat dan Kelebihan

Banyak kelebihan dari wisata ini, beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Pengguna jalan merasakan suasana yang lebih nature (alami) ketika menggunakan jalan di Bandung

  • Program ini dapat mencegah kebut-kebutan di jalan. Juga diharapkan dapat mengurangi jumlah anggota geng motor di Kota Bandung

  • Menurut pakar seni, lubang-lubang di jalanan adalah suatu karya seni bernilai tinggi. Nuansa artistik yang dihasilkan dari lekukan lubang ibarat indahnya lekukan dalam deretan garis lurus jalan raya.

  • Dengan membiarkan jalanan tetap berlubang, pemerintah dapat menghemat APBD. Karena perbaikan jalan hanya akan memakan biaya yang seharusnya dapat digunakan oleh para pegawai dan walikota untuk jalan-jalan ke luar kota, dinas, rapat, studi banding, dan sejenisnya. Menurut mereka dengan analisis ekonomi seadanya, lebih baik membangun Mall daripada memperbaiki jalanan.

  • Wisata offroad ini secara tidak langsung melatih kewaspadaan juga sebagai hiburan seperti sedang bermain game. Jangan sampai motor atau mobil anda melewati lubang, karena poin akan berkurang bahkan jika terlalu sering akan game over

  • Program ini juga secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan bagi para teknisi otomotif. Atau setidaknya menambah pemasukan bagi bengkel-bengkel kecil yang sering kita lihat di pinggir jalan.

  • Kasus ini dapat juga dijadikan sebagai bagian dari rekayasa politik kota Bandung. Pemerintah berencana memperbaiki jalan-jalan di tahun 2012, sehingga ketika pilkada 2013, mereka akan bilang, “Lihatlah prestasi kami memperbaiki jalanan kota Bandung. Kami memberi bukti, bukan janji.” Soalnya kalo diperbaiki sekarang-sekarang, maka rakyat keburu lupa.

  • Lubang-lubang di jalan bisa digunakan sebagai sarana penampungan air hujan sebagai pengganti berkurangnya daerah resapan di Bandung. Mungkin suatu saat juga bisa diikutkan dalam film mancing mania

  • Juga ada komentar “positif” dari tetangga tentang jalanan Hotmix Kota Bandung ini

Demikianlah beberapa kelebihan dari wisata off-road on the road Kota Bandung. Masih banyak manfaat lainnya yang belum disebutkan di sini seperti mengurangi kepadatan penduduk, sarana memicu adrenalin, dan sebagainya. Jangan lupa dukung program ini dengan menjadi fans di fans-page Facebook.

http://www.facebook.com/pages/Bandung-Indonesia/Wisata-Offroad-di-Jalan-jalan-rusak-kota-Bandung/75435947749?v=wall&ref=ts

Terima kasih pemerintah Kota Bandung 🙂

Advertisements

What do “Surprise Me” wordpress does?

A few days ago, Matt post a news in en.wordpress.com about WP new feature “Surprise Me“. You can see the news by click this [link] or copas: wp.me/pf2B5-14w

But, what do it does?

Until now (Tuesday), I have found 3 new things that happened after i activate this feature. Here they are:

1st; We can see the new “PUBLISH” button when we write a new post/page. It’s kinda different than the usual Publish button

2nd; We can see our blog visitor stats in a new way: HUMANIZE. I think this is very cool & really made me enjoying checking my blog stats 🙂


3rd; the very new one is a checkbox “This post is super-awesome“. It appear when we edit or write a post/page. But i still don’t know what will happen to our post if we check this box. I also check the appropriate box when i post this post. Maybe you found something different with your post? Just let me know 🙂

__________________________

*To activate this “surprise me” feature, go to your Personal Settings page, check the appropriate box, and save.

*this post will be updated if i found something new about the “surprise me” feature. or you can find the surprise by yourself 🙂

*And Please let me know if you find anything that i didn’t notice 🙂

TA ≠ Ctrl C + Ctrl V

Warga ITB mana yang tidak kesal dengan ulah M. Zuliansyah? Dia dengan seenaknya melakukan plagiat sementara alumni & mahasiswa lainnya membuat tugas akhirnya dengan tetap menjaga kehalalan dan berjuang mati-matian, termasuk awak ini (*sukurin lo, Mas kagak lulus-lulus,, huahahaha 😈 *)

Yah,, ITB tentunya ga bisa berlepas tangan. Mau dibilang dia S1-nya bukan di ITB kek, teuteup aja toh dia dan tiga dosen pembimbingnya dari ITB. Seleksi S1 ITB memang jauh-jauh lebih ketat dibanding pascasarjana nya. Tapi harusnya hal itu tidak bisa dijadikan alasan bahwa semua yang S1 dijamin bebas dari kasus plagiarisme. Kalo mau ditelusuri juga kita akan menemukan bahwa ada beberapa kasus plagiarisme yang dilakukan mahasiswa S1, ambil saja contoh kasus di jurusan Teknik Industri dua tahun yang lalu. Untungnya saat itu ybs belum diluluskan ketika Tugas Akhirnya dinyatakan plagiat, sehingga masih bisa ditoleransi. Lha gimana dengan kasus yang sekarang ini?

Kasus ini tentunya akan berdampak besar kepada ITB. Yang pertama ialah dampak buruknya kepada ITB yang ingin menjadi world class university. ITB akan tercemar di mata dunia karena melakukan plagiarisme. dan bla bla bla lainnya

Tapi bukan itu yang saya cemaskan. Yang lebih dikhawatirkan adalah citra ITB di masyarakat Indonesia sendiri. Udah prestasinya turun, biaya kuliah mahal, parkir ga rapi [OOT], eh ujung-ujungnya cuma jadi insinyur copy-paste. Bentar lagi isunya dihubung-hubungin ama kasus ITB yang dulu-dulu, termasuk kasus Joki satu tahun lalu serta kasus mahasiswa yang meninggal saat OSPEK. Terus juga mulai dihubung-hubungi dengan orang-orang ITB yang korupsi lah “blablabla, korupsi bibitnya dari kampus lah,, di kampusnya aja udah curang apalagi jadi pejabat negara lah,, blablabla”.

*berikutnya skenario khayalan

Kemudian rektorat dan fakultas serta satgas khusus lainnya membentuk berbagai aturan baru. Mereka membuat teknologi yang bisa mendeteksi persentase probabilitas plagiarisme suatu tugas akhir. Kemudin melakukan scanning kepada seluruh TA, tesis, dan disertasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir untuk memastikan tidak ada plagiarisme. Selain itu mereka juga membentuk aturan-aturan baru yang superketat dalam ber-Te-A agar tidak terjadi plagiat oleh calon alumni. Yang kemudian kebijakan ini menyulitkan semua mahasiswa yang masih belum lulus, termasuk saya. Sehingga saya dan teman-teman senasib membentuk aliansi “Selamatkan ITB dari kebijakan rektorat yang lebay!” atau aliansi “Luluskan kami apa adanya! Nanti sukses bapak dibagi” (jadi kaya’ lagunya Pandal neh :p)

Lalu karena kebijakan itu tidak berhasil, maka ITB mulai mencari-cari pembenaran lagi. Biasalah seperti mottonya Chatur Ramalingam “The Silencer” di film 3 Idiots ,”Two ways to being Top: one is to get mark by yourself, or try reducing other’s marks“. Lalu ITB membeberkan plagiarisme yang dilakukan alumni kampus-kampus tetangga. Yang katanya cuma ngubah judul TA dari ITB. dan seterusnya dan seterusnya

“CUT! Selamat, draft novel anda kami terima! Kalau perlu kita jadikan sinetron untuk mendongkrak rating stasiun TV kita dan mengalahkan sinetron Cinta Fitri itu. Jangan lupa diikutsertakan dalam ajang seperti Panasdingin gombal awards, siapa tau menang. Kalo menang kita publish di TV, kalo yang lain yang menang maka kita taroh saat iklan… hahaha”

*ehm,,back to topic

Yah,, menurut saya sie masalah utamanya sie bukan pada sistem pendidikan atau seleksi mahasiswanya. Bukan pada kebiasaan mahasiswa yang karena tugasnya banyak, maka hampir setiap PR (Pekerjaan Rumah/HomeWork) juga TP (Tugas Pendahuluan, Tugas Praktikum) dilakukan copypaste agar dapat dikumpulkan tepat waktu dengan kondisi nilai bagus. Tapi menurut saya masalah plagiarisme sekaligus solusinya itu ada di satu titik, di segumpal daging. Jika segumpal daging ini dalam kondisi baik, maka baik pula lah seluruh sikap dan aktivitas seseorang. Jika ia dalam kondisi buruk, maka buruk pula lah apa yang dilakukan pemiliknya. Dan segumpal daging itu ialah hati.

Dengan hati kita menjaga integritas kita. Dengan Ihsan, melakukan pekerjaan seolah-olah kita melihatNya, dan jika kita tidak melihatnya, maka kita yakin bahwa Ia tetap melihat kita. Makanya ikutan mentoring biar ga kena plagiat 🙂

Aal izz well,, aal izz well….. 8)

Don’t Save the Earth!

Kata orang-orang tanggal 22 April nanti adalah hari bumi atau earth day. Biasanya sie bakalan banyak kampanye-kampanye dan slogan dari WWF. Bukan WWF smackdown loh ya, tapi WWF yang punya logo panda imut-imut itu 🙂 . Terus mulai dah mereka mengkampanyekan tentang pentingnya menjaga bumi sebagai tempat tinggal, menampilkan (yang katanya) data-data mengenai kerusakan bumi, juga tips-tips kecil tentang bagaimana menjaga bumi ini ala 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil, Mulai dari sekarang).

Okey, sampai disini masih ga terlihat ada masalah. Yang jadi masalah itu slogan mereka yang bilang “Save the Earth“. Kalimat itu menjadi jargon yang tertera dimana-mana. Seolah bumi sedang membutuhkan pertolongan dari manusia. Bumi diibaratkan seperti seorang warga yang lagi dipalak ama penjahat di geng yang sempit, lalu dia berteriak minta tolong “please, somebody save me!“, lalu tiba-tiba muncul sang jagoan yang berayun dari langit-langit dan berhasil menghajar para penjahat tukang palak itu dengan jaring laba-labanya. “Thank you very much. You are my hero”. Lalu tanpa kenal pamrih sang pahlawan pergi begitu saja menginggalkan sang warga dengan penuh rasa kagum terhadap dirinya. hahaha

Ehm,, ehm,,,, back to topic. Sungguh umat manusia terlalu naif. Mereka merasa bahwa mereka adalah ras terbaik yang bisa menyelamatkan bumi sekaligus menghancurkannya jika mau.

Padahal kenyataan yang terjadi ialah sebaliknya, manusia tidak dapat hidup tanpa bumi. Bumi lah tempat manusia bergantung hidup. Tapi dengan egonya mereka malah menyalahkan bumi atas bencana yang menimpanya.

Orang-orang bilang, “Selamatkan bumi! Dia kepanasan”. Padahal manusia lah yang tidak suka merasa gerah dan kepanasan.

Orang-orang bilang, “Selamatkan bumi! Hutan ditebang. Banjir & longsor dimana-mana”. Padahal manusia lah yang takut terkena banjir dan longsor.

Orang-orang bilang, “Selamatkan bumi! Lapisan ozon berlubang. Bumi akan menangis”.

dan seterusnya dan seterusnya….

….

Padahal, di masa lalu temperatur bumi pernah jauh lebih panas dari saat ini, termasuk zaman hangat pertengahan (Medieval Warming Period)zaman Holocenezaman Jurassicdan zaman Eemian

Bumi telah mengalami banjir-banjir besar di zaman dahulu. Seperti banjir nabi Nuh. Juga berbagai bencana gunung meletus, gempa, pergeseran lempeng, dan sebagainya. Dan ia masih bertahan sampai sekarang.

Bumi juga telah bertahan dari serangan meteorit raksasa dan “kecelakaan” ruang angkasa lain. Kalau hanya sekedar radiasi kecil dari sebagian ozon yang berlubang apa masalahnya?

Lantas, apa alasan manusia mengatakan “Save the earth“, bahwa “bumi butuh diselamatkan”? STFU

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (33: 72)

Don’t Save the Earth [Part I/3]

Earth didn’t need to be saved, It’s Mankind!