Jikalau Saja Macet dan Pemindahan Ibukota itu….

Jikalau mau memindahkan ibukota hanya karena mau “bebas macet” yang sementara, sedangkan perilaku dan kebiasan pembuat macetnya ga ilang, yaa mending ga usah pindah deh. Cuma bakalan ngerusak alam & makin bikin panas warga saja.

  • Jikalau angkot masih seenaknya memberhentikan kendaraannya,mads
  • jikalau penumpang masih seenaknya memberhentikan angkotnya,hammers
  • jikalau masih banyak yang parkir di pinggir jalan,mahos
  • jikalau angkot masih ngetem sembarangan,mads
  • jikalau pasar masih menguasai jalan,capedes
  • jikalau menteri & pemilik kendaraan pribadi masih nerobos jalur busway,capedes
  • jikalau presiden masih dikawal yang berlebihanhammers
  • dan jikalau-jikalau lainnya baik itu faktor primer atau faktor sekunder penyebab kemacetan tetap ada di ibukota baru, yaa tunggu aja ga sampai 5 tahun juga bakalan sama kayak Jakarta sekarang
Kecuali memang rencananya adalah “ibukota bebas macet selama masa jabatan saya“, yaa itu sie silahkan saja. Tapi saya ga ikutan lho. Cukup ente dan para politisi-tukang-mikirin-diri-sendiri-dan-golongannya-tanpa-memikirkan-masa-depan-generasi-berikutnya aja yang ikut.mahos
.
Atau rencananya adalah membuat kemacetan di seluruh kota besar Indonesia. Yaa tinggal digilir aja yang mana jadi ibukotanya; Bandung, Surabaya, Medan, Palangkaraya, dll. Sampai nantinya Indonesia masuk rekor sebagai negara dengan jumlah kota macet parah terbanyak sedunia. capedes
.
Jujur, ane termasuk orang yang muak dengan Jakarta. Alhamdulillah (astaghfirullah) sempat bersekolah SMA di kota itu selama dua tahun (untung cuma dua tahun). Tapi dua tahun itu sudah cukup membuat awak berazzam tak akan mau menjadikan kota itu sebagai tempat tinggal di masa depan. “Hidup di Jakarta itu tua di jalan“, begitulah kata orang-orang. Mau menggunakan angkutan umum dengan tujuan mengurangi macet, eh pelayanannya ga bisa diandalkan (ugal-ugalan, pelecehan seksual, premanisme, ngetem). Akhirnya semua pengen beralih pake kendaraan pribadi, yang disadari-tapi-tak-diakui jelas berkontribusi menabah kemacetan. Huh,, capek deh.capedes
Kalo ane boleh punya teori nih ye, ada tiga cara mengatasi kemacetan. Pertama yaitu cara yang susah, kedua yaitu cara yang lebih susah, dan ketiga yaitu cara yang lebih susah lagi (lho kok susah semua? Yaa emang, kalo ga mau susah tinggal di hutan aje, dijamin kagak ada macet di sana.) Tentang cara yang susah yaa ini, dengan memindahkan ibukota RI. Nanti tinggal membangun jalan & gedung lagi. Terus tinggal nunggu macet lagi, lalu dipindahkan lagi ibukotanya. Bisa jadi pemerataan pembangunan sekaligus pemerluasan area kemacetan.
.
Kalau cara yang kedua, yaitu yang lebih susah, ialah dengan memperbaiki infrastruktur. Soal beginian ane ngikut tulisannya pak Jk dulu aja dah. Berhubung ane juga bukan pakar transportasi. Yb
.
Kalau cara yang ketiga neh, yaitu dengan mengubah kebiasaan masyarakatnya. Yaa dari berbagai poin yang ada di awal tulisan ini, ditambah mengubah kebiasaan menggunakan kendaraan ramah lingkungan (kalau perlu jalan kaki), mengutamakan penggunaan sarana transportasi umum daripada kendaraan pribadi. Kalau ditanya lagi gimana caranya bisa begitu? yaa ane juga kagak tau bingungs
.
Sebenernya sie ada teori tambahan, anggap aja teori versi beta (karena masih ngayal). Yaitu membuat alat teleportasi kayak di megaman & startrek gitu deh Yb, atau kayak apparate-nya Heri Poter, atau pintu-kemana-saja-nya doraemon, hehe. Khan enak tuh bisa kemana-mana dalam sekejap. Ga pake macet, ga pake lama, ga pake SIM😀.
.
Udah dulu ye karena ni tulisan makin ngayal aja. Aye sie sebenernya setuju aja pemindahan ibukota, tapi yaa harus memperhatikan perencanaan 100-200 tahun ke depan juga, jangan cuma pengen menghindari macet sementara. wallahualam
,
.
I love Indonesia

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s