Urgensi Membina

Dalam sebuah proses belajar mengajar dan menuntut ilmu, ada setidaknya tiga hal yang harus dipenuhi. Pertama adalah si pemberi ilmu yang akan mengajarkan ilmu yang dia ketahui. Kedua adalah si penerima ilmu, sebagai receiver ilmu dari si pemberi ilmu. Yang ketiga adalah ilmu yang akan diajarkan, entah itu ilmu alam, ilmu sosial, ilmu sihir, ilmu bela diri, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Ketiga hal ini dipadukan dalam sebuah proses belajar mengajar yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara; dengan belajar di sekolah, browsing di internet, berlatih keras dan makan makanan bergizi, ataupun dengan mengikuti proses pembinaan atau halaqah.

Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Belajar melalui internet misalnya, merupakan cara belajar yang cepat, sumbernya mudah, dan informasinya pun banyak. Namun banyaknya informasi di internet juga menjadi kelemahan karena tak semua ilmu yang ada sudah tersaring dengan baik. Seperti saat kita menggunakan situs search engine misalnya; situs ini membuat user mendapatkan informasi dengan mudah, banyak, dan cepat; namun belum terverifikasi sehingga kadang bercampur mana yang benar dan yang salah.

Belajar melalui pembinaan pun memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Selain effort energi cukup besar, konsistensi dalam belajar pun diuji. Namun cara belajar melalui pembinaan ini memiliki kelebihan tersendiri, apalagi ketika menuntut ilmu agama yang mengajarkan mengenai akhlak yang mempengaruhi aktivitas keseharian seseorang.

Proses belajar dan pembinaan keislaman menjadi penting karena beberapa hal, di antaranya sebagai berikut:

  • Menuntut ilmu itu hukumnya wajib

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Kata-kata ini sudah sering kita dengar sejak kecil. Menuntut ilmu itu hukumnya wajib, apalagi jika itu menuntut ilmu agama.

  • Melakukan sunnah rasulullah

“Sampaikanlah walau satu ayat”[al hadits]. Pembinaan adalah salah satu wahana untuk menyampaikan ayat-ayat Allah. Dari sekian banyak ayat dalam Al-Qur’an, tentunya kita (setidaknya) sudah pernah membaca dan mempelajarinya. Ilmu yang sudah didapat ini tidak bisa hanya untuk diri kita sendiri, tapi lebih baik lagi jika kita mengajarkannya kepada orang lain.

  • Pahala berlipat ganda

Salah satu yang dijanjikan ketika seorang menyampaikan sebuah kebaikan/nasihat kepada orang lain, yang membuat orang lain itu melakukan kebaikan yang disampaikan kepadanya, ialah si penyampai kebaikan akan mendapatkan ganjaran/pahala yang sama dengan si pelaku kebaikan tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut. Hal ini ibarat sebuah Multi-Level-Pahala yang membuat seorang akan terus mendapatkan pahala secara pasif (istilah kerennya passive income pahala). Hal ini terus berlanjut bahkan mungkin setelah ia wafat. Karena salah satu dari tiga hal yang akan ditinggalkan setelah kematian ialah ilmu yang bermanfaat (selain amal jariyah dan anak yang sholeh)

  • Membangun generasi masa depan yang lebih baik

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadapnya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. [An Nisaa: 9]

Dengan melakukan pembinaan, maka seorang telah berusaha dalam menjamin keberlangsungan estafet dakwah islamiyah. Kadang efek dari sebuah pembinaan keislaman belum terasa saat seorang masih hidup, akan tetapi suatu saat di masa depan pasti dengan izin Allah akan terjadi sebuah perubahan ke arah kebaikan.

  • Yang membina yang terbina

Seorang yang memberikan ilmu dengan membina – setidaknya – ia telah membina dirinya sendiri. Tentulah ia harus belajar terlebih dahulu sebelum mengajarkan sebuah ilmu kepada orang lain. Proses pembinaan ini menjadi semacam quality control tak hanya bagi peserta, melainkan juga utamanya bagi si pembina itu sendiri. Selain itu tak hanya sekedar ilmu materi yang didapatkan sang pembina, melainkan juga iilmu lain seperti komunikasi, cara mempengaruhi, mengemukakan pendapat, bergaul, mendengar pendapat orang lain, dan sebagainya

Itulah beberapa urgensi dari sebuah pembinaan. Sebenarnya masih banyak hal lain yang menjadi poin positif dari sebuah proses pembinaan keislaman seperti sarana untuk mencetak pribadi unggul, meningkatkan iman & taqwa, sarana melatih berbagai keterampilan, sarana menjaga ukhuwah, sebagai penyemangat dalam thalabul ilmi, dan sebagai bagian dari muhasabah diri.

Continue reading

Advertisements

[Tragis]Dilarang memakai jilbab oleh ayah sendiri

Dilarang memakai jilbab oleh ayah sendiri

Di suatu malam, Susi memutuskan bahwa ia akan mulai memakai jilbab mulai esok hari. Ia meminta izin terlebih dahulu kepada ayahnya. Namun, tak ia sangka ayahnya malah melarangnya. Berikut dialog yang terjadi antara keduanya:

Susi        : Pa, Susi ingin bicara…
Ayah     : Ada apa, sayang?

Susi      : Papa, aku ingin memakai jilbab mulai besok
Ayah      : Apa kau bilang, Susi? Papa ga salah denger nih?
Susi        : Aku ingin memakai jilbab, Pa…..
Ayah      : Papa tak setuju. Papa tidak ingin kamu memakai jilbab, Susi sayang.
Susi        : Pa, aku khan ingin tampil seperti teman-teman muslimah di kantorku
Ayah      : Tidak boleh, Susi. Pokoknya tidak boleh. Titik!

Susi        : Papa,, aku khan ingin menjaga kehormatanku. Makanya aku memakai jilbab (dengan nada memelas)
Ayah      : (Mulai emosi) Kehormatan apanya? Pokoknya papa ga suka kamu memakai jilbab. Apa nanti kata tetangga, hah?
Susi        : Pa, suatu saat setiap manusia harus berani untuk berubah. Tak peduli apa kata orang. Karena perubahan itu suatu keniscayaan bagi umat manusia. (dengan nada yakin seperti orator politik berbicara)
Ayah      : Susi, papa sayang sama kamu. Makanya papa melarang kamu memakai jilbab. Jadilah Susi seperti anak papa yang biasa yah sayang…..
Susi        : Tapi, paaaaa…
Ayah      : (tak acuh)

Susi        : Pokoknya Susi mulai pakai jilbab besok. Ga peduli papa mau ngomong apa
Ayah      : (Marah) KALAU KAU TETAP MEMAKAI JILBAB BESOK, JANGAN PERNAH KEMBALI KE RUMAH INI!
Susi        : (Tersentak kaget. Lalu menangis ke kamar) hiks.. hiks..

Ayah      : (Melihat anaknya menangis masuk ke kamar. Ia pun mengikutinya) Susi,,, maafin papa yah?
Susi        : Papa jahat! Kenapa sih papa melarang kebebasanku? Berikan Susi satu alasan kenapa papa ngotot tidak memperbolehkan Susi memakai jilbab!
Ayah      : Susilo, kamu ini khan laki-laki, makanya papa ga setuju kamu pakai jilbab……

Demikianlah kisah Susilo. Akhirnya ia  bertaubat dan memutuskan untuk tidak memakai jilbab. Setahun kemudian, ia bertarung melawan naga raksasa untuk membebaskan sang putri yang cantik dan berjilbab. Lalu ia menikah dengan putri cantik sholehah berjilbab itu dan hidup bahagia untuk selamanya. Sekian….

Hikmah kisah ini:

  1. jadilah anak yang penurut kepada orang tua
  2. jadilah ayah yang baik seperti ayah Susi
  3. kalau menangis sebaiknya di kamar, jangan di tempat umum
  4. carilah istri yang sholehah, cantik, juga berjilbab agar hidup bahagia selamanya
  5. hikmah lainnya silahkan dicari sendiri
  6. hmm,, apalagi ya? oia, hikmah tentang jilbab… ah, lebih baik cari sendiri juga

Just another dhimaskasep blog

Perkenalkan tiga situs baru “dhimas everywhere”. Belum ada isinya sie, tapi sepertinya bakal digunakan sesekali di masa depan.


dhimasln.tumblr.com
>> salah satu situs buat photoblogging. Sepertinya bakal dipake bwt ngaplot gambar-gambar. Lebih baik dibanding facebook karena resolusinya, lebih baik dibanding flickr or picasa karena (sepertinya) lebih mudah memanage foto-fotonya. Lebih dipercaya oleh masyarakat dunia maya dibanding multiply dalam hal mengupload konten multimedia (mungkin juga ga selemot MP).


dhimasln.blogdetik.com
>> dipake bwt tulisan yang butuh persyaratan dari blogdetik. Ga bakal terlalu sering dipake.


twitter.com/dhimasln
>> salah satu situs yang sedang populer juga. Mirip seperti plurk dalam hal fungsinya sebagai pengupdate status. Aksesibilitasnya (jaringan) dengan situs-situs lain juga lebih banyak dibanding facebook.

Month of post everyday

Kepada Yth.
Pembaca yang sedang membaca tulisan ini
di tempat

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Dengan ini dhimaskasep menyatakan bahwa bulan agustus ini akan menjadi bulan dengan postingan setiap hari. Walaupun postingannya banyak yang ga penting (seperti ini contohnya. Hehe)

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Bandung, 5 Agustus 2009

Admin,
Dhimas Lazuardi Noer

Emblem of Dragon Destroyer

Pernah ngeliat gambar dua monster itu di blog ini? bagi anda pengunjung setia blog dhimaskasep kudunya pernah ngeliat gambar dua monster itu di blog ini. (lha emangnya lo punya pengunjung setia, Mas? bukannya yang kesini cuma yang nyasar y?). Yaa,, pertama mari kita asumsikan bahwa ada pengunjung setia, setidaknya gw sendiri. wkkk

Back to topic, kedua monster itu (atau saya lebih suka menyebutnya “dragon”) udah ga ada lagi. Dulu dibuat cuma iseng karena imajinasi terlalu tinggi. Bikinnya di Dragonadopters.com. Di sini kita bisa seolah-olah melihara naga mulai dari telor, sampai jadi dewasa. Yaa macem tamagochi gitu deh. Kalo gambar di atas itu adalah dua naga yang awak pernah bikin. Yang sebelah kiri namanya Dragoonx , tipe Wyvern elemen udara. Yang kedua namanya Dynosaucer, tipe Dinosaurus elemen tanah (earth).

Tapi,, yah cuma gitu-gitu doang sie. intinya sie membosankan. Makanya sekarang udah ga diterusin lagi. Kaya’nya tuh dua naga udah mati karena ga pernah dikasih makan. haha,,, namanya juga piaraan. Dari dulu awak ga pernah bisa berhasil melihara hewan, selalu berakhir dengan kematian. Ternyata hewan virtual juga bernasib sama, hehe.

Goodbye Dragoonx, goodbye Dynosaucer. I hope you two will rest in peace!


Emblem of Dragon Destroyer

Place value of money

Kalo Time value of money : Nilai sejumlah uang yang ada saat ini lebih besar dibanding jumlah yang sama tapi baru tersedia di masa depan. Makanya mending punya duit satu juta sekarang khan dibanding punya duit satu juta tapi dua tahun lagi.

…..

How about “Place Value of Money”? Sebuah teori baru dalam ilmu ekonomi, walaupun sebenarnya sudah disadari sejak lama oleh umat manusia. Beberapa bukti kebenaran teori ini ialah sbb:

Proof #1:

5000 IDR di Jogja >> dapet 2 porsi
5000 IDR di Bandung >> dapet satu porsi
5000 IDR di Jakarta >> dapet setengah porsi
5000 IDR di NY >> dapet ga yah?

Proof #2 :

Nilai satu lembar uang 100.000, jika dibawa ke Mall terlalu kecil.
Nilai satu lembar uang 100.000, jika dibawa ke Masjid terlalu besar.

Satu lembar 100.000 jika dibawa ke Mall akan habis dalam satu/dua kali kunjungan.
Satu lembar 100.000 jika dibawa ke Masjid, mungkin tidak akan berkurang dalam satu bulan kunjungan setiap hari.

Proof #3 :

Anda punya pecahan satu lembar 1 USD, then:

Jika datang ke McD, anda mendapat satu burger (nilai 1 USD di McD sama dengan 1 burger)
Jika datang ke Warteg, anda tidak mendapat apa-apa (di warteg, nilai 1 USD sama dengan nol)

Andai aku menjadi [volume 1 : calon presiden RI]

Preface

Bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang

Postingan seri “Andai Aku Menjadi” berisi tentang khayalan seorang DLN nu kasep yang semasa kecilnya ga punya cita-cita.

InsyaAllah diri ini akan menyiapkan diri sebagai orang yang berkapasitas seperti presiden dalam 15 tahun lagi. Tapi siapa juga yang mau jadi presiden? Semoga ada yang lebih layak nanti

_________________________

Volume #1 : Andai aku menjadi calon presiden Republik Indonesia

1. Tagline kampanye saya : “Untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat” (sorry ngebajak PPSDMS 😀 )

2. Kriteria orang kedua (wakil presiden) yang saya cari:

a. Soleh(ah) >> biar gw juga ga futur waktu jadi Presiden
b. punya pemahaman ekonomi yang baik >> soalnya gw ga terlalu ngerti ekonomi dan sosial
c. punya basis massa pendukung petani/nelayan/pedagang pasar/rakyat kecil
d. ga perlu kriteria sipil/militer, jawa-luarjawa, dll. “kita ini satu Indonesia, Bung!”

3. Tiga buah Prioritas program yang saya kampanyekan :

a. Pemberantasan korupsi di seluruh sektor pemerintahan (pejabat publik, polisi, BUMN)
b. Pengembalian hutang-hutang negara & Nasionalisasi aset bangsa yang dikuasai asing
c. Reformasi birokrasi

4. Empat Partai politik yang saya prioritaskan untuk berkoalisi : PKS, Demokrat, Gerindra, PAN

5. Lima basis massa yang saya utamakan : blogger & internet user, teknokrat/akademisi, mahasiswa, pendukung anti-korupsi, warga Jakarta & Tangerang

6. Beberapa kebijakan:

a. ekonomi : meminimalisasi produk impor, pengembalian hutang, nasionalisasi aset negara. Bangsa ini harus jadi bangsa yang mandiri, kawan!
b. kominfo & teknologi : pembuatan infrastruktur IT,khususnya internet. Biar internet dapat digunakan oleh banyak orang. Serta program pemberdayaan kreativitas teknologi/science sebagai sumber ekonomi
c. Pendidikan >> harus bisa! Cukup teruskan & melakukan controlling programnya Bambang Sudibyo. Tambahan program pada kurikulum tentang program peningkatan moralitas berbasiskan ajaran agama (metodenya yang interaktif, ga konvensional)
d. hubungan luar : bantu Palestina meraih kemerdekaan dan perdamaian. Kalo engga hajar aja Israel!
e. Hukum >> Rekonstruksi pejabat hukum di Indonesia, terutama yang sudah terindikasi korup. Perbaiki juga penegakan hukum yang masih ga bener (akhir-akhir ini tentang kasus ITE misalnya)
f. administrasi publik : pelatihan karyawan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik (pengurusan administrasi ga bertele-tele, karyawan murah senyum, ga korup, dll)
g. Energi >> segera mengusakan adanya PLTN di Kalimantan dan Jawa
h. Pariwisata >> tutup tempat maksiat di lokasi pariwisata (misal beberapa yang ada di Bali, pulau 1000, dll). Pariwisata Indonesia jangan melupakan moralitas
i. Agama >> bagi yang muslim kudu ngaji rutin bulanan

7. Jika saya menjadi capres 2009, maka beberapa orang penting yang akan saya beri jabaran yang sudah terpikirkan adalah sebagai berikut:

a. Menteri Ekonomi : Sandiaga Uno
b. Menteri Pendidikan : Anies Baswedan / Musholli
c. Menteri BUMN : I Dewa Gede Raka / Jusuf Kalla
d. Menkokesra : Prabowo Subiyanto
e. Menteri RisTek : Kusmayanto Kadiman / Warsito
f. Menteri agama : Hidayat Nur Wahid / Din Syamsudin
g. Menteri sekretaris negara : Hatta Rajasa
h. Menteri pertahanan : Djoko Santoso
i. Menteri Pertanian : Megawati S.P.
j. Menteri komunikasi dan informasi : M. Nuh / Budi Rahardjo
k. Menteri pemuda dan olahraga : Adhyaksa Dhault
l. Juru bicara kepresidenan : Tina Talisa
m. Menteri pemberdayaan perempuan : –
n. Menteri kesehatan : –
o. Gubernur BI : Sri Mulyani

Sekian dulu,,,,,,