feedly

Aih,, google reader mau gulung tikar. Bingung juga mau cari gantinya gimana. Padahal ini salah satu situs yang paling sering saya buka, bahkan intensitasnya melebihi waktu untuk membuka social media.

Sekarang mulai beralihlah gw ke feedly . Ini juga gara-gara ngikutin infonya mashable. Begitu masuk situsnya, udah ada pilihan untuk sinkron dengan akun google reader yang ada.

Setelah dicoba-coba, lumayan enak juga ternyata. Walaupun tampilan dan fiturnya sepertinya terlalu “berlebihan”. I just want a simply rss reader, that’s it (remember about KISS?).

 

 

Sudah lah,, dicoba dulu saja apa yang ada. Namanya juga gratisan, ga selamanya bisa diharapkan.
Selamat tinggal google reader…..

 

 

Advertisements

Arcadia

Lagi nyobain main CityVille di Facebook. Awalnya penasaran karena game ini bisa mendapat 80 juta user baru dalam sebulan dan menjadi game FB dengan Monthly Active Users terbanyak saat ini (95juta orang saat postingan ini ditulis). Eh, ternyata seru juga 🙂 . Kebetulan emang dulu pernah kepikiran untuk membuat kota sendiri, entah bakalan terwujud atau engga, tapi setidaknya game ini bisa sekaligus buat simulasi juga 🙂

Arcadia Cityville screenshoot

Arcadia City

Kalau yang di atas itu screenshot Kota Arcadia di CityVille, kota yang udah saya buat di level 17.

Trivia:

– Nama Arcadia diambil dari nama sebuah kota utopia dimana manusia dan naga hidup dengan harmoni (based on Fire Emblem Rekka no Ken). Nama ini awalnya berasal dari mitologi Yunani.

    – Idenya sie pengen bikin kota simetris seperti desain kerajaan inggris klasik, tapi ternyata ga bisa sesempurna itu 😀

      – Area tengah dibikin seperti area kerajaan. Ada kastil, halaman catur, & labirin.

        – Di labirin ceritanya ada orang tersesat, bendera penunjuk harta karun, dan minotaur (sapi). Sayangnya labirinnya bisa ditembus karakter orang di gamenya. hii,, serem :mrgreen:

          .

          Okeh, cukup sekian bermainnya. Semoga suatu saat bisa membuat kota ideal betulan 🙂

          Enough is Enough!

          Ini bukan judul filmnya James Bond, The World is not Enough (jauh banget yak :p ). Tapi ini adalah sebuah kalimat keren. Coba perhatikan dialog-dialog berikut:

          .

          Di sebuah warteg:

          Pembeli : Bu, nambah sambelnya dong..
          Pemilik warteg : ga boleh
          Pembeli : Lho, kenapa?
          Pemilik warteg : Yang tadi itu sudah cukup! Harga cabe mahal tauk. Enough is enough!

          .

          Kisah sinetron :

          Cewe genit : Sayang, maukah kau menjadi milikku lagi?
          Cowo-ganteng-pemeran-utama-yang-dikejar-banyak-cewe (CGPUYDBC) : Tidak mau. Sudah cukup semua dusta yang kau selalu katakan kepadaku
          Cewe genit : Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi
          CGPUYDBC : Tidak. Sudah cukup. Enough is enough!

          .

          Sehabis latihan lari 10 keliling :

          Peserta : [ngos-ngosan] hhh,,hh,,hh,,
          Pelatih : masih mau nambah?
          Peserta : Sudah cukup, Coach. Enough is enough!

          .

          Mark Zuckerberg yang mengamati jumlah pengguna Facebook :

          [500.000.000]
          Mark : That’s good (then he starts making The Social Network movie)
          [550.000.000]
          Mark : That’s enough…
          [585,185,920] (total users from checkfacebook.com when this post is being made)
          Mark : Enough is enough! Facebook is going to shut down in March 15!*

          *nb: Ternyata banyak media di Indonesia yang percaya hoax dari situs weeklyworldnews ini. Capek deeh. Padahal ini situs lama yang emang isinya berita gituan semua.

          .

          RIM & Menkominfo

          Menkominfo : RIM, tolong bikin server di Indonesia
          RIM : Ogah ah
          Menkominfo : kalau mau jualan di sini, tolong ikuti aturan di sini dong
          RIM : Ogah ah
          Menkominfo : Enough is Enough!

          Kemudian dia digunjingkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia yang ga mau mainan kecilnya diblokir, plus para influencer yang ngerasa hari-harinya ga afdhol tanpa menjelekkan Tiff

          Blokir RIM?

          Akhir-akhir ini banyak yang ribut soal RIM (yang punyanya BlackBerry). Katanya mau diblokir ama menkominpoh. Sebenernya ga peduli juga sie karena awak ga pake BB dan ga bakalan beli pula. Perkembangan BB juga bakalan semakin ketinggalan dibanding iPhone & Android di bidang smartphone. Jadi menurut hemat saya tanpa diblokir juga dalam dua tahun udah ga ada lagi yang beli BB 🙂 . Mending om Tiff fokus juga ke yang lain, misalnya memperbesar jaringan kabel kita biar bisa internetan lebih kenceng, atau bikin server buat cloud computing yang banyak, ya ga men? 😀

          Eniwei, back to topic. Tentu ane dukung 100% kalau pornografi mau diblokir. RIM ini emang dari dulu udah kurang ajar karena ga mau bikin server di Indonesia (eh iya ga sih yang ngebedain RIM dengan yang lain tuh karena ini?). Dulu juga sempet diancam mau diblokir di India, tapi mereka ngalah dan bikin server di sana. Hmm,, mungkin depkominfo juga berharap RIM melakukan hal yang sama dengan menggunakan ancaman ini?

          Tapi yang aneh, banyak orang yang cukup ‘berpengaruh’ merasa kalau yang disebut ‘pemblokiran‘, apapun itu, adalah hal-hal yang mengganggu kebebasan? wait a damn minute. Ini negeri sudah kebolak-balik opo yo? masak sie mereka ga ngaji? Hmm,, ternyata kepintaran tidak selalu sebanding dengan kesolehan

          ….

          Okey, gampangnya gini aja. Jika dipetakan, pada dasarnya akan ada dua jenis kecenderungan bagi orang-orang sbb:

          1. Kelompok yang cenderung untuk bebas mengakses pornografi. (terserah mau dari internet, BB, dsb)
          2. Kelompok yang cenderung untuk bebas dari pornografi. (ga perlu khawatir bakalan melihat hal-hal haram)

          Nah, kalo orang-orang yang pertama itu bakalan bilang kalo mengakses pornografi itu adalah pilihan.
          Sedangkan orang-orang kedua bakalan bilang ngapain juga harus menjadikan pornografi pilihan.

          Kalo kelompok pertama bilang bahwa mengakses pornografi adalah hak.
          Sedangkan kelompok kedua bilang bahwa bebas dari pornografi adalah hak.

          Yah,, tentu pembaca semua tahu harus masuk ke kelompok yang mana 🙂 . Semoga segala sesuatu yang kita lakukan dapat bernilai ibadah, termasuk saat berinternet. Teknologi itu seperti pisau bermata dua, tapi orang yang ‘pintar’ akan menumpulkan mata yang satunya agar tidak membahayakan. Tanpa perlu belajar tentang K3 juga sudah tahu hal ini 🙂

          Jadi,, perlukah memblokir RIM? yaa terserah wae. Yang jelas pornografi itu perlu diblokir 🙂

          Mengecek kebiasaan ngenet dengan Google Web History

          Baru tahu ada situs ini. Di Google Web History (https://www.google.com/history/), kita bisa melihat rangkuman aktivitas berinternet kita. Termasuk apa yang kita search, apa yang di-klik, waktu di saat kita browsing, dan seterusnya.

          ScreenCapture Google Web history (/trends) dhimasln

          Kalau contoh gambar di atas adalah hasil dari trends setahun terakhir. Di sini dapat terlihat query yang paling sering dipakai, situs yang paling sering dikunjungi, juga link yang paling sering di-klik. Sedangkan grafik menunjukkan kalau saya sering ngenet di Bulan Desember dan paling jarang di bulan Juni dan November. Kalau dianalisis sekilas sie, bulan Juni itu waktunya liburan semester, sedangkan November itu biasanya ada liburan Ramadhan.

          Dari data ini juga kita bisa mengetahui kebiasaan kita. Misalnya saya yang ganteng ini ternyata paling sering men-search di internet di hari senin, sedangkan hari lainnya hampir sama. Paling ‘sibuk’ ngenet di pagi hari jam 8, serta di sekitar jam 11 malam. Waktu yang jarang dipakai untuk berinternet adalah jam 12 siang sampai jam 13. dst dst

          A_239

          Dengan data seperti ini, seseorang dapat terbantu jika ingin mengontrol kebiasaan berinternetnya. Apalagi kalau orangnya seperti saya yang sering lupa makan waktu. Walaupun sepertinya ada kelemahan karena situs ini tidak bisa melihat seberapa lama kita mengakses tiap situs. Misalnya orang lebih lama mengakses situs seperti email, twitter, fb, & rss reader; padahal yang membuat paling betah yaa situs-situs itu.

          Yah,, semoga saja bisa memanaje waktu untuk berinternet kita dengan lebih baik.

          Error

          Akhir-akhir ini sering mengalami error page di internet. Kalau kemarin sore hingga malam blog ini error. Ga bisa ngeposting. Di halaman add new post cuma muncul blank screen warna putih. Setelah konfirmasi ke wordpress, akhirnya bisa dipakai lagi. Dengan sedikit error lagi di awal, khususon di bagian RSS Reader yang tiba-tiba menampilkan posting lama sebagai unread.

          Selain itu browser (google chrome) juga sering error. Entah kenapa tiba-tiba banyak halaman yang ga bisa ditampilkan. Padahal tadinya bisa, tapi tiba-tiba setengah dari semua halaman yang ingin dibuka malah ga bisa, bahkan termasuk google search itu sendiri. Muncul keterangan seperti ini di browser “Error 105 (net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED): The server could not be found.” . Di-clear cache & cookies, tapi masih tetep error. Udah dibenerin yang lain-lainnya sesuai petunjuk dari google support, tapi masih juga sering error. Sekitar seminggu begitu terus. Tapi sekarang alhamdulillah udah engga error lagi, entah kenapa ❓ .

          Tapi jenis error yang disebut di atas bukanlah apa-apa. Yang paling bikin repot adalah kalau yang error itu adalah manusia. Manusia, apalagi jaman sekarang, masih sering error. Error karena masalah fisik, error karena masalah pekerjaan, error karena masalah keuangan, atau error karena masalah cinta. Tapi yang paling repot itu kalau errornya di hati kita.

          Yang salah sering dianggap benar, yang benar sering dianggap salah. Ustad-ustad dipenjara, koruptor “dibebaskan” dari penjara. Lagu-lagu pop bisa dihafal, tapi Al-Quran dibaca pun jarang. Ulama-ulama dicaci, artis-artis dijadikan idola. Datang ke mall bisa berjam-jam, datang sholat jamaah di masjid 10 menit saja tidak tahan.

          Kalau yang error itu manusia, ngebenerinnya bakalan lebih susah. Sebagian sie bisa dibenerin kalau datang ke dokter, itu kalau errornya berhubungan dengan kesehatan. Sebagian bisa dibenerin kalau datang ke ustad, itu kalau errornya berhubungan dengan maslaah rohani. Tapi sebagian besarnya lagi ga bisa dibenerin dengan bantuan manusia, tinggal nunggu “hidayah dari Al Wahhab” aja.

          Ah,, ngapain juga ngomong kayak gini. Yang lagi nulis ini juga masih banyak error. Apalah awak nie, sekarang juga masih gini-gini aja….