Beach

Sementara ini pake theme baru dari wordpress: Beach.

Ini screenshotnya. Tampilannya lebih berwarna & ada second menu. Suasananya lebih ceria & nuansa pantainya bikin awak jadi pengen ke laut lagi 🙂

Kekurangannya: ukuran widget kurang lebar, ga bisa upload header pict, dll.

Oia, ada siluet hiu di bagian bawah blog

ScreenShot dhimaskasep.wordpress.com in BEACH Theme

ScreenShot dhimaskasep.wordpress.com in BEACH Theme

Faktor yang mempengaruhi lamanya waktu membuat post di blog

ada polling menarik yang dibuat dailypost.wordpress.com di postingan terbarunya mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah tulisan di blog.

Hmm, kalo saya sendiri biasanya nongkrong sekitar 30-60 menit mulai dari mengklik “add new post” sampai mengklik tombol “publish”. Dan ternyata sampai postingan ini dibuat, hasil di polling menunjukkan pilihan terbanyak jatuh pada 30-60 menit.

Sebenernya sie kalo sekadar nulisnya, paling 5-15 menit udah selesai. Tapi khan kudu “ngehias” dengan gambar biar lebih ganteng lebih bagus dan kadang perlu memberikan beberapa referensi link biar sok ilmiah pembaca lebih ngerti dan dapat menjelajah lebih lanjut. Jadi ada tambahan waktu untuk loading nunggu upload atau nunggu waktu halaman referensi terbuka. Jadi kalo ditotal sekitar 30menitan.

Tapi kalo dipikir-pikir lagi,,weh,, sepertinya saya terlalu banyak membuang waktu. Gimana caranya ya biar menghasilkan tulisan dengan kualitas sama dengan kecepatan lebih tinggi? Okey, kalo gitu di-list aja faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu penulisan:

– Berat/tidaknya tema sebuah tulisan

Semakin berat tema tulisan, maka semakin lama. Kalau sekadar diary biasanya lebih cepat. Tapi kalau berhubungan dengan expertise umumnya lebih lama.

– Panjang tulisan

Ya iya lah :D. Semakin panjang tulisan maka semakin lama

– Kecepatan akses internet

Cukup berpengaruh. Terutama berhubungan dengan proses loading ketika membuka halaman dan uploading.

– ‘Menghias’ postingan

Menaruh dan mengedit gambar, menyisipkan video, memberikan referensi link,

Juga termasuk mengatur ukuran font & heading, mengatur tulisan bold italic underline strike, perapihan alignment, warna font, dsb.

– Faktor sang blogger

Mood pada saat menulis, focus (kalo ngeposting sambil makan bisa lama kayak kebiasaan saya. Lama makannya maksudnya 😛 . Atau sambil ngerjain T.A.), juga termasuk faktor ragu-ragu untuk menekan tombol publish :mrgreen:

– Faktor komputer/tools yang digunakan

kalau pake keyboard warnet bisa lebih lama dibanding keyboard leptop 😀 ,

– Faktor keimanan

hmm,, sepertinya ga terlalu berpengaruh. Mohon maaf 😀

– Faktor lainnya

Poin ini adalah poin wajib bagi seorang yang membuat list opini tapi belum mensurvei 😀 . Untuk mencegah poin lain yang khilaf tak tercantum di poin-poin sebelumnya

Sekian dulu tulisan tentang faktor yang mempengarui waktu yang dibutuhkan seorang untuk membuat postingan di blog. Semoga bisa membantu agar kita dapat lebih efektif dalam menggunakan waktu ketika menulis blog. Sebenarnya ada satu faktor lagi yang paling berpengaruh, Laa haula wala quwwata illa billah. Kurang lebih maksudnya adalah jika Allah mengizinkan untuk bisa memposting dengan cepat, maka itu bisa terjadi; jika Allah memutuskan untuk tulisan baru jadi dalam 1 hari, itu pun yang akan terjadi.

Sejarah Ngeblog

Oke, jadi ceritanya 3 hari terakhir ini saya buntu mau posting apa di blog ini. Pikiran susah mikirin yang lain selain ‘itu’. Tapi karena harus ada yang ditulis sebagai bagian dari #postaday2011 , maka saya akan tetep ngeposting di blog. Selama ini saya nyoba cari sendiri tentang topik apa yang mau ditulis, tapi kali ini karena udah mentok saya pake aja salah satu ide dari blog dailypost.wordpress.com 🙂

Jadi Topiknya adalah “Why do you start?“; What made you decide to start a blog? If you’ve blogged about this before, go back and read it. Is that still the reason? What’s changed?

Hmm,, buat ngejawab pertanyaan ini,saya coba mulai merunut saat pertama kali ngebuat blog. Blog pertama yang saya bikin itu di multiply tahun 2006. Dulu itu ga tau awak apa itu blog dan ga tau multiply itu buat apa. Karena baru ada akses internet murah dari kampus, saya jadi lebih sering online, hampir setiap situs yang ada pilihan “sign up” itu saya cobain 😛 . Salah satunya yaa multiply itu. Tapi masalah berikutnya adalah, multiply adalah salah satu situs yang dihambat aksesnya oleh kampus karena kebanyakan dipakai buat ngedonlot mp3, jadi situs ini sekelompok ama friendster. Dulu itu juga saya ga tau kalo multiply bisa jadi tempat donlot mp3 dan ga tau kalo termasuk situs yang dihambat aksesnya. Walhasil, setiap kali nyoba ngedit-ngedit, yang ada cuma gregetan karena aksesnya yang llllaaamma, jadilah itu blog yang terbengkalai selama berbulan-bulan 😀

multiply
Jadi, jawaban pertama tentang pertanyaan mengapa saya mulai ngeblog adalah coba-coba, itu juga kalau yang didefinisikan dengan ngeblog adalah “mempunyai blog”. Nah, terus kapan dong mulai ngeblog dengan sebenar-benarnya ngeblog (istilahnya ga banget ye 😛 )?

Kali ini berlanjut di tahun 2007. Ini dimulai saat ada akses internet unlimited di asrama ppsdms (yeah,, udah ga ada lagi hambatan ngakses prenster 😛 ). Tapi, berhubung ni asrama punya visi misi masa depan untuk mencetak futur leader, eh future leader, maka adanya internet pun diupayakan untuk memberikan kebaikan sebesar-besarnya bagi Indonesia (haiahhh). Dan salah satu konsep yang digulirkan adalah dengan membuat blog.

Walhasil dibuatlah akun di wordpress ini dan satu lagi di blogspot (dhimasln.blogspot.com), karena dua itu adalah provider blog gratisan yang lebih keren dibanding multiply. Awalnya lebih cenderung make blogspot karena bisa diotak-atik dengan lebih leluasa, tapi mulai beralih ke WP karena jauh lebih user friendly dan fiturnya semakin banyak.

 

dulu sering ngebandingin antara wordpress dengan blogger (blogspot)

So, alasan memulai ngeblog di generasi kedua dunia blog adalah karena ngeblog adalah program asrama, dan karena ada akses internet gratis. Sebenarnya program itu ga wajib sie, tapi karena saya orang yang suka nyoba-nyoba, toh akhirnya dibuat juga & terus diapdet blognya sampai sekarang 🙂 . Oia, dulu itu judul blog pertama saya di blogspot dan wordpress ini adalah, “Perjalanan mencari ridho-Nya,,, dan yang diridhoi-Nya” sebelum diganti judulnya. Ternyata sampai sekarang status saya masih dalam mencari yang diridhoi-Nya 😛

Lalu cerita pun berlanjut. Ternyata ada situs lagi yang disebut dengan situs tempatnya ngeblog selain di multiply, blogspot, dan wordpress. Sebutlah ini generasi ketiga dan keempat ngeblog saya, yaitu situs mikroblogging twitter (@dhimasln) yang dibuat April 2009, dan kompasiana (kompasiana.com/dhimasln) dibuat oktober 2009. Kenapa saya ngebuat akun di dua situs ini adalah karena saya sudah ga gaptek lagi kayak dulu 😛 , jadi bukan cuma karena coba-coba atau karena dipaksa.

 

profil kompasiana/dhimasln

Untuk kali ini, twitter dan kompasiana tidak membuat saya meninggalkan kekasih lama saya di wordpress. Mereka hanya sebagai penambahan saja. Masih-masing situs punya kelebihan sendiri. WordPress yang lebih enak buat eksistensi, kompasiana buat diskusi, dan twitter yang lebih sederhana.

Sekian sejarah ngeblog bung dhimaskasep nu kasep pisan 🙂

Error

Akhir-akhir ini sering mengalami error page di internet. Kalau kemarin sore hingga malam blog ini error. Ga bisa ngeposting. Di halaman add new post cuma muncul blank screen warna putih. Setelah konfirmasi ke wordpress, akhirnya bisa dipakai lagi. Dengan sedikit error lagi di awal, khususon di bagian RSS Reader yang tiba-tiba menampilkan posting lama sebagai unread.

Selain itu browser (google chrome) juga sering error. Entah kenapa tiba-tiba banyak halaman yang ga bisa ditampilkan. Padahal tadinya bisa, tapi tiba-tiba setengah dari semua halaman yang ingin dibuka malah ga bisa, bahkan termasuk google search itu sendiri. Muncul keterangan seperti ini di browser “Error 105 (net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED): The server could not be found.” . Di-clear cache & cookies, tapi masih tetep error. Udah dibenerin yang lain-lainnya sesuai petunjuk dari google support, tapi masih juga sering error. Sekitar seminggu begitu terus. Tapi sekarang alhamdulillah udah engga error lagi, entah kenapa ❓ .

Tapi jenis error yang disebut di atas bukanlah apa-apa. Yang paling bikin repot adalah kalau yang error itu adalah manusia. Manusia, apalagi jaman sekarang, masih sering error. Error karena masalah fisik, error karena masalah pekerjaan, error karena masalah keuangan, atau error karena masalah cinta. Tapi yang paling repot itu kalau errornya di hati kita.

Yang salah sering dianggap benar, yang benar sering dianggap salah. Ustad-ustad dipenjara, koruptor “dibebaskan” dari penjara. Lagu-lagu pop bisa dihafal, tapi Al-Quran dibaca pun jarang. Ulama-ulama dicaci, artis-artis dijadikan idola. Datang ke mall bisa berjam-jam, datang sholat jamaah di masjid 10 menit saja tidak tahan.

Kalau yang error itu manusia, ngebenerinnya bakalan lebih susah. Sebagian sie bisa dibenerin kalau datang ke dokter, itu kalau errornya berhubungan dengan kesehatan. Sebagian bisa dibenerin kalau datang ke ustad, itu kalau errornya berhubungan dengan maslaah rohani. Tapi sebagian besarnya lagi ga bisa dibenerin dengan bantuan manusia, tinggal nunggu “hidayah dari Al Wahhab” aja.

Ah,, ngapain juga ngomong kayak gini. Yang lagi nulis ini juga masih banyak error. Apalah awak nie, sekarang juga masih gini-gini aja….

Nulis apa ya?

Sebagai tulisan pertama dalam rangkaian tulisan postaday2011, awak akan mengawali dengan tulisan, “Nulis apa ya?“.

200“Nulis apa ya?” adalah pertanyaan yang sering diajukan para blogger yang bingung mau memposting apa di blognya. Bahkan “Nulis apa ya” biasanya menjadi salah satu postingan di blog itu sendiri :mrgreen:

Sebagian besar blogger yang bertanya “nulis apa ya” bukan karena ga punya ide, tapi karena terlalu banyak ide yang ingin ditulis namun ga tau yang mana yang sebaiknya ditulis terlebih dahulu. Kalau seperti ini yang terjadi, maka perlu belajar manajemen prioritas. Mungkin buku Fiqih Prioritas nya tulisan Yusuf Qardhawi bisa dijadikan bahan bacaan, khususon bagi yang mau mendalami manajemen prioritas versi pergerakan (haiah opo kuwi?).

Hmm,, okey, jadi buku Fiqih Prioritas tetep perlu dibaca walaupun jarang ada hubungannya dengan ngeblog 🙂 . Now lets back to topic! Untuk mengetahui apa yang mau ditulis, ada bwwanyak caranya. Salah satu cara yang pernah saya pakai ialah dengan membuat list atau rencana daftar tulisan yang ingin dibuat, kalau saya menyebutnya “to-write-list“. Tulis berbagai ide yang ingin ditulis, cukup idenya atau judulnya dahulu saja. Nah, suatu saat ketika kita mentok dan bingung mau nulis apa, tinggal lihat saja to-write-list tersebut. Dengan begini setidaknya kita ga akan kehabisan ide mau nulis apa juga dapat memilih calon tulisan yang paling sesuai dengan mood kita saat itu.

Lalu bagaimana caranya membuat list yang efektif?

Kalau saya, karena sejak 3 tahun lalu (sejak masih muda dulu 8) ) sering membuat to-do-list, maka list-list lainnya pun ikut ditempatkan bersama tempat dimana saya membuat to-do-list. Ada beberapa alat yang bisa dijadikan pilihan untuk dapat dipakai:

  • Stupid paper. Stupid paper ini berupa selembar kertas yang blo-on selalu dibawa-bawa di kantong. Kalau dulu saat saya memakai stupid paper, kertas ini berisi agenda harian, to-do-list, kalender sebulan (dibikin pake penggaris), dan catatan singkat. Nah, si to-write-list itu bisa ditempatkan di sini.
  • Buku agenda. Mungkin ada temen-temen yang sering menggunakan buku agenda untuk mencatat agenda harian ataupun diary. nah, buku agenda/diary ini juga bisa dipakai untuk mencatat ide-ide yang ingin ditulis
  • Handphone. Ini yang sekarang saya pakai, karena ide-ide yang ada di sini ga hilang dan bisa diedit. Kalau dulu ketika make stupid paper sering hilang dan juga harus meng-copy ide-ide yang ada ke stupid paper yang baru. Nah dengan bantuan alat elektronik, maka ide-ide lebih mudah untuk di-copy dan untuk di-edit, serta dapat disimpan setelah mensinkronkannya di komputer.
  • Blog. Bikin postingan tentang “yang mau gw tulis”. Setidaknya kalo bukan kita yang nulis, mungkin ada pembaca lain yang terinspirasi buat nulis 😀
  • Twitter. Yah,, gampangnya, kita ngetweet tentang tulisan apa yang mau diposting di blog.  Siapa tahu jadi trending topic (ngimpi 😛 )
  • dan lain-lain

Contoh my to-write-list:

  • T. Akhir (kerjain woiiiiiiii!!!!! hahaha)
  • Ide nulis
  • Nulis apa ya? >> nah lho khan !?
  • life as decision tree
  • Poker Face
  • Idiocracy
  • Zero to Hero
  • Link
  • F.G.D

Okey,, sekian dulu tulisan postaday2011 ini. semoga bermangpaat

2011; everyday is a posting day

bismillahirrahmaanirrahiim

I’m Posting every day in 2011!

I’ve decided I want to blog more. Rather than just thinking about doing it, I’m starting right now.  I will be posting on this blog once a day for all of 2011.

I know it won’t be easy, but it might be fun, inspiring, awesome and wonderful. Therefore I’m promising to make use of The DailyPost, and the community of other bloggers with similiar goals, to help me along the way, including asking for help when I need it and encouraging others when I can.

If you already read my blog, I hope you’ll encourage me with comments and likes, and good will along the way.

Signed,

dhimaskasep nu kasep pisan

Waw,, tantangan dari om wordpress buat ngeposting tulisan setiap hari selama 2011? hmm,, bisa ga yah? bisa dong… Toh ini mendukung salah satu resolusi saya di 2011 (poin 6.10) . Eh, eh, yang pada mau join cek aja caranya di link berikut ini. Selamat ngeblog dan menulis setiap hari 🙂

Verba volant, scripta manent

Verba volant, scripta manent*

“Spoken words fly away, written words remain”

“Kalimat yang diucap mudah hilang
kalimat yang ditulis akan menetap”

…..or maybe,,,,,

Ucapan akan terbang,
scripta (skripsi) akan tetap (ga kelar-kelar)…. ?

[hopefully not this last one]

.
.
.
.
*) new blog tagline