Edelweiss, eternal flower, eternal beauty

Eelweiss @ Mount Gede

Pertama-tama, tolong jangan sampai terpana pada ketampanan orang pada foto di atas. Kita bukan lagi mau ngomongin orangnya, tapi mau ngomongin tanaman yang ada di belakang orang ganteng itu 8) . Tanaman itu adalah Leontopodium alpinum aka. Edelweiss. Tanaman ini memiliki bunga yang mempunyai struktur unik yang membuatnya tidak pernah layu walaupun sudah mati. Katanya perlambang cinta abadi.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang cinta abadi, kata orang ada tiga cinta yang akan selalu abadi tak lekang oleh zaman. Pertama adalah cinta Tuhan kepada makhlukNya. Yang kedua adalah cinta ibu kepada anaknya. Dan yang ketiga adalah Cinta Fitri. 😆

Hehe,, maap ngegaring, mari kita kembali ke topik. Bunga Edelweiss ini termasuk jenis bunga yang dilindungi. Kalau ketahuan membawa bunga edelweiss yang dipetik dari gunung, kita bisa kena denda. Sebenarnya sie Edelweiss bukan bunga yang langka, jumlah tanamannya sangat banyak. Di Gunung Gede sendiri, di daerah alun-alun Surya Kencana, kita bisa melihat hamparan Edelweiss terbentang lebar. Tapi memang saya setuju sebaiknya dilakukan pelarangan memetik bunga ini, karena bisa-bisa habis & daerah gunung jadi ga indah lagi. Karena salah satu pemandangan paling indah ketika naik gunung ialah padang Edelweiss ini 🙂 .

Edelweiss sering dijadikan inspirasi di berbagai karya seni. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Edelweiss sering dianggap sebagai lambang cinta yang abadi dan juga kecantikan yang abadi. Edelweiss pernah dijadikan sebagai nama band, nama album, nama judul lagu, juga namanya muncul di berbagai puisi cinta anak muda 😛 . Selain itu juga dijadikan lambang di koin mata uang Austria, simbol pariwisata di Bulgaria dan Swiss, nama maskapai penerbangan, nama bajak laut, dan sebagainya yang dapat dilihat di link ini atau ini.

Eniwei, ternyata di kosan saya juga ada dua buah kuntum pot yang berisi bunga edelweiss. Ga tau siapa yang bawa, tapi sampe sekarang masih dipajang di ruang depan Satelit Bangbayang 38.

NB: Foto-foto diambil dari galery saat naik Gunung Gede yang ada di link berikut 

Advertisements

Kriteria calon umi,,,, (eh, bukannya dulu udah, mas?)

Sambil terus berpikir tentang nasihat orang-orang, sepertinya saya memang harus meralat & “menurunkan level” kriteria calon umi yg dulu pernah diposting di sini. Memang terlalu kompleks & hampir ga mungkin nemu yg selengkap itu, bisa-bisa awak malah ga nikah2 seperti yg dibilang bung kasyfi. Apa yah? Mungkin cukup satu aja deh kriterianya: MAU! [weqs,,, koq jadi jauh banget, seolah gw ini kaga ada yg mau aja. hahaha]. Oke kita skip dulu aja soal ini deh,, mulai dari prolog nya dulu aja ya….

Hmm,,,lagi-lagi postingan tentang cinta. Ga bermaksud untuk meningkatkan stats blog ini (walaupun efek sampingnya sie ya itu 8) ), hanya saja memang akhir-akhir ini hati ini sedang berbunga-bunga [cie elah,, cem taman kota aja]. Ternyata musim nikah yg dimulai awal tahun ini belom selesai juga. Setelah jadi panitia di walimahnya dika-trian, terus bermunculan undangan-undangan pernikahan dari temen-temen lainnya. Mulai dari milis FF yang ramai membicarakan akh Verry PL’05 & Inna TL’05 yang akan melangsungkan nikahnya bulan depan. mba asti latifa (UI’05, dah lulus pula) & mas nuryazid (ppsdms jakarta) [link] yg ngundang lewat blog tentang nikahnya bulan maret ini. Gil**g & k**ti*a yang juga nikah walopun cuma lewat pesbuk [liat aja statusnya,, makin banyak aja orang bikin sensasi lewat pesbuk,, huehehe]. Juga beberapa angkatan 2005 lainnya di tempat lain yang tak disebut disini. Ya memang itulah titik tekannya, ada pada kata “angkatan 2005”. Ya Allah,, temen seangkatan awak tuh dah pada “menempuh hidup baru” nih,, kapan giliran saya yah???. (nb: mohon maaf ya buat yg bukan angkatan 2005 yg ga disebut disini macem teh anni sospol & yandri juga akh imron irpani ppsdms jakarta . Yah,, saya mungkin hanya bisa memberikan ucapan selamat kepada semuanya yang tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahannya, moga bisa membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah & membawa perubahan banga ini kepada yang lebih baik. Jangan lupa mengubah statusnya di facebook dari single/it’s complicated/enganged menjadi married ya & di-link ke FB pasangannya [duh apa pula ga penting ginih.dasar FB addicted!]

Oke-oke,, let’s back to main topic. Menurut salah satu kosultan MJDK terbaik sedunia saat ini [secara belum ada lagi yg disebut konsultan MJDK], kita bisa membedakan karakteristik seseorang dari yang sulit diubah/dibuat dengan karakter yang bisa diubah/dibuat setelah pernikahan. Atau mungkin lebih tepatnya kita akan membedakan karakter yang “emang udah dari sononya begitu” dengan karakter yang “bisa dikompromikan”. Postingan ini akan lebih membahas karakter yg pertama itu, sedangkan tentang karakter yg akan dikompromikan masih memakai yg ada di postingan ini dan akan dibicarakan lebih lanjut dengan “si dia” (sesuai poin 5).

Okey, here they are kriteria calon umi dari fulan bin dhimas versi 2.0 :

1. Muslimah
Alesannya sama, karena saya ini masih normal dan lebih menyukai lawan jenis. He777x

2. Extrovert
Ini penting nih,, awak bener2 ga pengen bikin rumah jadi sepi kalo dapetnya yg introvert juga.

3. Tidak punya penyakit yg mungkin diturunkan
Kasian khan anak kita kalo lahir sudah membawa penyakit genetik?

4. Apa yah? Duh bingung. Harus pake AHP kah? Emm,,,, ffff,,,, oia, saya butuh seorang yang bisa mengelola finansial dengan baik. Bukan berarti dia harus ahli dalam pembukuan & pencatatan akuntansi, tapi lebih pada ciri-ciri seperti bisa berhemat, efektif efisien dalam penggunaan financial capital, anti-korupsi, dan sebagainya.

5. Bersedia merencanakan tentang masa depan perjalanan hidup bersama

Udah ah coekoep 5 aja. Sebenernya di postingan ini cuma mau meralat yg dulu aja. Kasian banyak yg pengen tapi jadi mengurungkan niatnya gara-gara baca postingan yg itu 8) . Lagi pula saya juga bukan orang yang sempurna kok. Duh jadi inget lagunya EdCoustiq,, sekalian jadi penutup yaa….


Maafkan aku jika tak bisa sempurna
Kar’na ku bukan lelaki yg turun dari surga
Ketulusan hatimu anugrah hidupku
Doakan langkah kita tak berpisah
untuk selamanya,,,

Duhai pendampingku akhlakmu permata bagiku
buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
bahagia sampai ke surga,,,,,

Karakter calon Umi dari Fulan bin Dhimas ^-^

Hmm,, musim kawin di awal tahun bikin mupeng aja nih. Minggu kmaren ada si trian, orang yg dulu saya ejek2 tapi ternyata dah konkrit. Trus minggu ini ada dua temen seangkatan yg nikah di waktu yg sama & dua-duanya di luar kota (untung ga bingung mau hadir ke yg mana 😀 ). ada juga temen sekelas yang udah ngirim proposal. Mulai dari sekarang bikin kriteria ah,, biar ga nyesel. Soal’e kalo ga dibikin gini bakalan repot nantinya. entah tiba-tiba ada karakter yg nambah lah (yg ini bisa bikin saya ga dapet-dapet orang karena berharap ketemu yg sempurna). atw nanti beralesan ga dapet orang yg sempurna lah,, atw alesan lainnya. kriteria ini juga dibikin bagi yg pengen daftar (bagi yg pengen aja lho,, kalo ga kepengen atw dah menyerah sebelum bertanding sie ga usah merhatiin postingan ini 8) ). Bagi yg berminat, disediakan waktu selama 1 tahun untuk memenuhi kriteria-kriteria ini. So ga perlu khawatir bwt yg belum siap karena masih ada cukup waktu untuk menyiapkan, walau bagaimanapun sistemnya tetep first come first serve (siapa cepat dia dapat 8) )

A. Kriteria Wajib (syarat mutlak):

  1. Muslimah (moso’ muslimin,,, gw khan ga ho**)
  2. Berjilbab lebar
  3. Terdaftar sebagai WNI
  4. Hafidz minimal1 juz
  5. Bersedia hidup zuhud
  6. Anti korupsi (apalagi sepertinya bakalan sering berinteraksi di sektor publik)
  7. ga punya penyakit yang dapat diturunkan
  8. berkomitmen untuk menjadi umi yg baik

B. Kriteria ga wajib tapi diperhitungkan (syarat variabel):

  1. Nurut ama suami
  2. Extrovert (biar keluarga saya ga sepi. Soalnya si suami ini introvert banget)
  3. Sumber daya manusia strategis bersumber daya strategis (keterangan selengkapnya di postingan ini )
  4. Belum berpengalaman (kalo udah pengalaman namanya janda 😀 )
  5. Perguruan tinggi / pendidikannya (terdapat penilaian subjektif untuk jenis Prodi & asal PT)
  6. Cerdas (sebenernya nilai ini jauh lebih tinggi dibanding poin sebelumnya, tapi agak susah ngukurnya)
  7. Siap jadi wanita karir maupun ibu rumah tangga (tergantung keperluan)
  8. Kesamaan interest (ga harus sama. Tapi minimal ada beberapa yg sama. Variansi juga dinilai tinggi)
  9. Karakter psikologis lainnya (disesuaikan)
  10. Siap bergaul dengan orang tipe “the networking pleasure seeker” & “the savy conqueror” (tipe-tipe orang high-class). Walaupun sebelumnya dibilang bersedia hidup zuhud, bukan berarti bakalan jadi orang ga punya. Karena sepertinya kita akan jadi orang kaya tapi ga mau nampak kaya, that’s what I mean.
  11. Ga macem-macem kalo ditinggal suami selama berhari-hari (siap punya suami yg suka jalan-jalan)
  12. Suaranya menentramkan hati yang mendengar, wajahnya menyejukkan bagi yang melihat,
  13. Fisiknya oke!
  14. rapi (nyeimbangin saya yg berantakan)
  15. berkomitmen untuk menjadi istri yg baik

C. Yang ga dikriteriakan tapi orang biasanya memakai kriteria ini:

  1. Lamanya ngaji
  2. Satu pergerakan
  3. IPK
  4. Suku bangsa (kecuali jika ada adat yg aneh dan merugikan saya)
  5. Jago masak (terserah mw bisa masak atw kagak. Bagi gw masakan istri tetep enak 😀 )
  6. galak (terserah mw galak atw kagak. gw tetep cinta. hahaha)
  7. cemburuan yang ga akut (cemburu tu salah satu sembako cinta. jadi ga papa, asalkan ga berlebihan aja. hahaha)
  8. bersedia di poligami (santai aja,, insyaAllah cukup satu 😳 )

aku ingin mencintaimu,, setulusnya,, sebenar-benar aku cinta
dalam doa,, dalam ucapan,, dalam setiap langkahku

Aku ingin mendekatimu,, selamanya,, sehina apapun diriku
ku berharap,, untuk bertemu,, denganmu,,,,

Continue reading