Plan Ø

Dalam proses pengambilan keputusan, selalu ada salah satu diantara dua hal berikut: pertama, keputusan untuk tidak melakukan apa-apa (the decision to doing nothing); kedua, keputusan untuk tidak mengambil keputusan (the decision to not making decision).

Dua hal yang mirip*, yang maksudnya adalah sama. Keduanya adalah bagian dari alternatif solusi yang dapat dipilih oleh pengambil keputusan (decision maker), walaupun pada umumnya alternatif solusi ini tidak disebutkan dalam bagian alternatif-alternatif solusi yang ada karena (biasanya) bukan merupakan solusi yang baik. Sebut saja jika ada plan A, plan B, plan C, dan seterusnya, maka alternatif untuk tidak mengambil keputsan adalah Plan Ø (plan zero).

Misalnya seseorang ingin pergi dari Bandung ke Jakarta. Ada berbagai alternatif solusi; mau pakai travel, pakai bis, menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan kereta, atau jalan kaki. Jika ia memilih salah satu solusi tersebut, maka akan ada cost & reward yang berbeda dari setiap solusi. Kalau pakai kendaraan pribadi mungkin lebih cepat, tapi biayanya mahal; kalau jalan kaki biayanya murah tapi waktu sampainya akan lebih lama; kalau naik kereta relatif kurang aman; dan seterusnya. Nah, ketika ia misalnya kebingungan, lalu memilih plan Ø, maka mungkin ia tidak akan pernah sampai ke Jakarta. Hanya terdiam di tempat tanpa mengambil keputusan apa-apa. Itulah makanya alternatif solusi plan Ø hampir tidak pernah disebut sebagai alternatif solusi.

Contoh lain dalam sebuah rapat suatu perusahaan yang hampir gulung tikar. Dalam rapat ini akan diputuskan rencana strategis perusahaan agar kerugian dapat diminimalisir. Alternatifnya adalah menjual saham dengan harga murah; berhutang ke bank yang bunganya sangat besar dimana persentase kebangkitan perusahaan setelah mendapat dana pun masih relatif rendah; atau mem-PHK karyawan yang resikonya akan didemo & makin mencemarkan nama perusahaan. Sang pemimpin rapat pun bingung untuk memilih. Berkali-kali rapat ditunda karena tak ada satu pun alternatif yang menguntungkan persuahaan. Nah, pada dasarnya, secara tak langsung sang pemimpin ini telah memilih keputusan untuk tidak mengambil keputusan. Mungkin ia membutuhkan waktu untuk berpikir, akan tetapi semakin lama perusahaan dalam kondisi doing nothing, maka kondisi perusahaan pun semakin memburuk.

Contoh lain yang lebih menarik. Misalnya ketika ada seseorang ingin berinvestasi, lalu ada dua alternatif. Investasi di bisnis makanan, dimana jikalau untung maka mendapatkan Rp5juta, kalau rugi minus Rp3juta, kemungkinan bisa untung 40%, kemungkinan mengalami kerugian 60%. Alternatif kedua investasi di bisnis warnet, jika untung mendapat Rp15juta, jika rugi minus Rp25juta, probabilitas untung 70%, kemungkinan rugi 30%.

Sang pengambil keputusan dihadapkan dengan dua buah keputusan, yang masing-masingnya memiliki kemungkinan rugi & untung. Lalu karena tak ingin mengalami rugi, ia malah mengambil plan Ø, alias tidak melakukan investasi di manapun. Keputusan ini (plan Ø) tak selamanya buruk, karena dalam kasus ini ia ingin bermain aman dan menunggu siapa tahu ada alternatif lain dimana keuntungan lebih besar & kemungkinan mendapat untung juga lebih besar.

.

.

.

Tapi,,, buat ane sie mengambil keputusan itu lebih baik daripada memutuskan untuk tidak mengambil keputusan 🙂

________________

*) penggunaan kata mirip di sini sama seperti penggunaan kata mirip pada kasus video ariel & kasus kemiripan foto penonton pertandingan tenis dengan gayus. yang berarti “sama”

*) gambar to-do-list patrick star maksudnya adalah seorang pengambil plan Ø biasanya berakhir dengan tidak melakukan apa-apa. Seperti sebuah dialog, “Patrick, apa yang kau lakukan saat aku pergi bekerja di Krusty Krab?”, “Euh,, menunggumu kembali”

Istikharah & DSS?

Istikharah berarti memohon petunjuk dari Allah ketika dihadapi dengan pengambilan keputusan yang sangat sulit. Biasanya dilakukan dengan sholat dua rakaat (sholat istikhoroh) yang dilanjutkan dengan do’a. Nantinya, akan datang ‘petunjuk’ mengenai pilihan mana yang sebaiknya diambil oleh ybs.

Biasanya petunjuk ini sesuai dengan hati kita. Nah, yang jadi masalah adalah, kita ga tahu apakah ‘petunjuk’ yang nantinya datang kepada kita itu apakah dari Allah SWT, atau malah dari setan. Nah lo,,, khan berbeda banget tuh. Apalagi orang kaya’ gw yang (astaghfirullahaladlim) masih banyak maksiat, ibadah kurang, masih deket dengan setan, amal soleh masih dikit, yang kaya’nya hati selalu kebalik. Lebih besar kemungkinan ‘petunjuk’nya dateng dari setan khan? masyaAllah….

Tapi, alhamdulillah nya nie gan, selain diberikan Hati, kita sebagai manusia juga diberikan Akal. Kalau Hati mempengaruhi Perasaan, maka Akal bermain di Logika.

Dalam pengambilan keputusan, ada yang namanya DSS (Decision Support System). Kurang lebih DSS ini ialah metodologi yang membantu kita dalam mengambil keputusan berdasarkan logika. AHP misalnya, adalah salah satu DSS yang cukup mudah digunakan, sangat logis, dan cukup akurat dalam membantu mengambil keputusan. Dengan menggunakan AHP, maka pengambilan keputusan menjadi lebih mudah. Bukan berarti sholat Istikhoroh jadi ditinggalkan lho, tapi tetap dilakukan setidaknya sebagai penenang hati kita.

Kelebihan lain ketika menggunakan AHP ialah kita dapat menjelaskan dan lebih dapat meyakinkan kepada orang lain mengapa kita mengambil keputusan tertentu. Khan kurang enak juga kalo misalnya, kita menjadi direktur suatu perusahaan, lalu mengambil sebuah keputusan ketika rapat, lalu kita bilang “keputusan ini datang melalui mimpi saya”. Khan agak agak gimanaa gitu yak 😀 . Akan lebih meyakinkan jika kita dapat menjelaskan mengenai keputusan kita dengan menggunakan bobot kriteria, struktur kriteria, bobot tiap alternatif, belum lagi angka-angka yang membuat AHP ‘kelihatan’ keren,, wuidii..


(kalo yang ini mah ga perlu Solat istikhoroh atw make AHP )

Memilih Presiden RI 2009 dengan AHP & Expert Choice

Judul lengkap:
Pendekatan Kuantitatif dalam Pemilihan Keputusan

Studi Kasus Penggunaan metode Analytic Hierarchy Process dengan Software Expert Choice dalam membantu memilih Pasangan Calon Presiden & Wakil Presiden Indonesia 2009-2014 (cem judul TA aja 😛 )

Latar belakang

Pemilu Presiden RI 2009 akan dilakukan Hari Rabu tanggal 8 Juli 2009. Udah pade punya pilihan belon? ada yang masih bingung? Ada yang masih mikir tiga-tiganya atau dua diantara tiga itu sama jeleknya, yang satu jelek di A, yang satunya jelek di C, yang nulis ini ganteng dll. Yang satunya bagus di alfa, beta, gamma, delta,, yang satunya bagus di zeta aja, tapi zeta jauh lebih penting dibanding alfa, beta, dan gamma. Email-email & diskusi di milis-milis cuma membandingkan beberapa kriteria saja: si A lebih baik dari B dan C di bagian anu, si B bagus di bagian itu, dst, tapi ga ada email yang memberikan penilaian keseluruhan kriteria dan pasangan secara terintegrasi. Kalo masih bingung nentuin pilihan, pake AHP aja!

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu tools sistem pendukung keputusan (SPK) yang dikembangkan pada tahun 1970an oleh pak ….  siapa ya? Bukan saya yang jelas 😀 . AHP dirancang mengikuti pola pikir rasional manusia dengan pendekatan kualitatif juga kuantitatif. Pada pengambilan keputusan yang rumit, dilakukan serangkaian perbandingan berpasangan sehingga menjadi lebih mudah. Lalu secara terstruktur nilai dari perbandingan berpasangan tadi disintesa sehingga dapat diambil kesimpulan tertentu.

Secara ringkas, AHP terdiri dari 3 fase: dekomposisi, comparative judgement, & sintesa. AHP melakukan perbandingan secara perlahan antar setiap karakter juga antara setiap alternatif, lalu dikalkulasi sedemikian rupa sehingga kita akan mendapatkan prioritas pilihan kita.

Berikut akan dijelaskan contoh memakai AHP. Oia, kalau software Expert Choice itu ialah salah satu software buat membantu memakai AHP ini. Jadi kita ga perlu repot-repot ngitung manual. Sebenernya pake Ms Excel juga bisa, tapi karena udah ada yang lebih praktis yaa kita pake aja. Kali ini pakai Expert Choice v11

Continue reading

quiz [dss part 1]

pengen ngeliat aja cara orang menyelesaikan masalah keputusan seperti ini.
sel
amat mencoba

______________________

Saat ini, anda sedang berada di Bandung melakukan aktivitas keseharian anda. Lalu tiba-tiba anda diperintahkan oleh bos untuk pergi ke kantor di Tangerang dan sudah harus sampai dalam waktu 5 jam dari sekarang. pertanyaannya ialah “rute mana yang akan anda pilih?”. Alternatif-alternatif yang ada ialah sebagai berikut:

Lewat terminal leuwi panjang. Di sana ada dua jenis bus yang melewati Tangerang yaitu bus AR & bus PJ. Tetapi anda akan naik bus pertama yang berangkat, dimana probabilitas bus pertama yang berangkat adalah Bus AR sebesar 50%. Kalau naik Bus AR, anda dapat turun langsung di depan kantor. Tapi jika naik bus PJ, anda harus naik kendaraan lagi dengan menggunakan angkot X atau naik ojek. Jika naik angkot X, ada kemungkinan (0,2) terlambat 10 menit sampai ke tempat tujuan dan jika terlambat akan dikurangi gajinya sebesar 10ribu rupiah. Harga tiket Bus AR ialah 45.000 sedangkan tiket bus PJ 40.000. harga menggunakan angkot X 2.000 dan ojek 5.000.

Alternatif kedua ialah naik kereta api dari stasiun Hall. Aturannya sama dengan di terminal, yaitu anda akan naik kereta pertama yang datang. Ada tiga jenis kereta, yaitu ekonomi dengan probabilitas 50%, kereta bisnis 20%, dan kereta eksekutif 30%. Harga tiket kereta ekonomi 30.000, kereta bisnis 50.000, dan kereta eksekutif 70.000.

Alternatif ketiga ialah menggunakan travel. Ada dua jenis travel yaitu kunciran trans & ciledug trans dan anda dapat memilih salah satunya. Jika menggunakan Travel Kunciran Trans anda akan membayar 60ribu rupiah dan langsung sampai ke tempat tujuan. Jika menggunakan Ciledug Trans seharga 50.000, anda harus meneruskan perjalanan lagi dengan menggunakan kendaraan. Kendaraan yang tersedia tidak banyak, hanyalah taksi dan angkot, dan anda akan naik kendaraan pertama yang muncul agar tidak terlambat. Harga naik taksi ialah 15.000 dan angkot ialah 5.000, dimana probabilitas kedatangan taksi terlebih dahulu ialah 0.3 dan angkot 0.7.

Kembali ke pertanyaan, “rute mana yang anda pilih?” : terminal Lw Penjang, Stasiun Kereta, atau naik Travel? kenapa memilih alternatif yang itu?

decision tree/ pohon keputusan

decision tree. salah satu tools pendukung keputusan