Istikharah & DSS?

Istikharah berarti memohon petunjuk dari Allah ketika dihadapi dengan pengambilan keputusan yang sangat sulit. Biasanya dilakukan dengan sholat dua rakaat (sholat istikhoroh) yang dilanjutkan dengan do’a. Nantinya, akan datang ‘petunjuk’ mengenai pilihan mana yang sebaiknya diambil oleh ybs.

Biasanya petunjuk ini sesuai dengan hati kita. Nah, yang jadi masalah adalah, kita ga tahu apakah ‘petunjuk’ yang nantinya datang kepada kita itu apakah dari Allah SWT, atau malah dari setan. Nah lo,,, khan berbeda banget tuh. Apalagi orang kaya’ gw yang (astaghfirullahaladlim) masih banyak maksiat, ibadah kurang, masih deket dengan setan, amal soleh masih dikit, yang kaya’nya hati selalu kebalik. Lebih besar kemungkinan ‘petunjuk’nya dateng dari setan khan? masyaAllah….

Tapi, alhamdulillah nya nie gan, selain diberikan Hati, kita sebagai manusia juga diberikan Akal. Kalau Hati mempengaruhi Perasaan, maka Akal bermain di Logika.

Dalam pengambilan keputusan, ada yang namanya DSS (Decision Support System). Kurang lebih DSS ini ialah metodologi yang membantu kita dalam mengambil keputusan berdasarkan logika. AHP misalnya, adalah salah satu DSS yang cukup mudah digunakan, sangat logis, dan cukup akurat dalam membantu mengambil keputusan. Dengan menggunakan AHP, maka pengambilan keputusan menjadi lebih mudah. Bukan berarti sholat Istikhoroh jadi ditinggalkan lho, tapi tetap dilakukan setidaknya sebagai penenang hati kita.

Kelebihan lain ketika menggunakan AHP ialah kita dapat menjelaskan dan lebih dapat meyakinkan kepada orang lain mengapa kita mengambil keputusan tertentu. Khan kurang enak juga kalo misalnya, kita menjadi direktur suatu perusahaan, lalu mengambil sebuah keputusan ketika rapat, lalu kita bilang “keputusan ini datang melalui mimpi saya”. Khan agak agak gimanaa gitu yak 😀 . Akan lebih meyakinkan jika kita dapat menjelaskan mengenai keputusan kita dengan menggunakan bobot kriteria, struktur kriteria, bobot tiap alternatif, belum lagi angka-angka yang membuat AHP ‘kelihatan’ keren,, wuidii..


(kalo yang ini mah ga perlu Solat istikhoroh atw make AHP )

Advertisements

ngeblog dengan hati

Repot juga ternyata maksain ngeposting tiap hari di blog. Bukan masalah pada bingungnya ide apa atau tulisan apa yang ingin diposting, tapi lebih pada masalah hati dan emosi. Menulis karena mengejar target, memenuhi janji ke diri sendiri, atau bekerja dibawah tekanan, menyebabkan sebagian besar karya (tulisan) dibuat dengan dominasi unsur terpaksa. Seolah dalam tiap tulisan tidak terdapat spirit yang membuat ikatan antara tulisan yang telah diposting dengan si pembuat tulisan. Tiap tulisan kurang dihargai oleh pembuatnya sendiri. hmm, repot juga kalo gini.

eniwei, tadi sempet ngegoogling bwt nyari gambar “ngeblog dengan hati” dan ternyata nyampe ke tulisannya ndoro kakung. Beliau bikin buku yang covernya bisa dilihat di sebelah. Kapan-kapan pengen nyempetin baca buku itu ah,,,

okey back to topic. ngeblog dengan hati“. inilah yang kurang dalam tulisan blog ini di beberapa bulan terakhir. Ngeblog itu ga boleh karena terpaksa. Memang sie dipaksakan di awal ga papa, setidaknya diharap dapat memicu kebiasaan menulis, tapi ga baik juga kalo terus-terusan begitu. Semangat ngeblog adalah semangat berbagi, semangat untuk mengispirasi. Ikatan antar tiap tulisan dengan si pembuat tulisan harus terjalin dengan baik. Sehingga minimal ada sebuah kenangan yang tersimpan di tiap kata yang tertulis. Ada semangat untuk berbagi di setiap tulisan. Ada semangat untuk menghargai setiap tulisan. Sehingga tulisan yang terposting tak sekedar menjadi angin lalu, tapi bisa menjadi inspirasi bagi dunia (lebay 😛 ). wallahu alam