Laser & AFF

Capek ngeliatin tweet orang-orang yang ngehina Malaysia karena lasernya. entah itu tweet yang ini, yang ini, atau yang ini. Ga perlu lah terlalu berlebihan dan menyalahkan laser. Pejuang sejati tak perlu mencari-cari alasan dan kesalahan orang lain. Kalah mah yaa kalah aja. Toh semua yang nonton juga bisa melihat bahwa permainan timnas Indonesia kemarin sangat jelek, tidak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Kalo diingat-ingat lagi, malah saya jadi khawatir. Biasanya suporter Indonesia, wabil khusus suporter sepak bola klub-klub tertentu, suka “meramaikan” suasana pertandingan (apalagi kalau tim jagoannya kalah). Di berbagai social media, banyak orang yang mengatakan ingin “bales dendam” kepada Malaysia dengan mencuranginya juga, walaupun sebagian besarnya hanya candaan belaka. Tetapi tentu saja kita semua berharap dan berusaha agar hal ini tidak terjadi saat pertandingan final AFF di GBK nanti.

Apalah artinya kemenangan atas dasar kecurangan? itu kan hal yang sia-sia. Masih mending juga kalau menang setelah curang, lha kalo tetep kalah lagi gimana? Sudah terlalu parah kondisi persepakbolaan di tanah air ini, janganlah kita memperburuk keadaan. Bermain sportif (dan mendukung dengan sportif) jauh lebih baik daripada curang, ya ga?

Pelatih Alfred Riedl dan para pemain pun sudah tidak mengeluh tentang laser atau apapun. Mereka menyadari bahwa kekalahan kemarin yaa karena kesalahan mereka sendiri yang tidak bermain dengan baik. Seharusnya suporter Indonesia dan media-media juga tidak lagi berfokus pada ngomongin laser atau kecurangan lain, tetapi memfokuskan diri untuk memberi dukungan kepada timnas agar bisa membalas kekalahan di final nanti.

Belum pernah saya melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia menjadi seramai ini. Euforia terjadi dimana-mana. Saya yang juga biasanya cuma nonton bola kalo ada worldcup pun jadi ikutan nonton pertandingan AFF. Harapan masyarakat atas kebangkitan persepakbolaan tanah air terlihat di sini. Momen AFF ini seharusnya bisa dijadikan tipping point menuju kebangkitan garuda di dunia sepak bola, apalagi kalau bisa menang di final ini. Semoga saja bisa menang,, amin…..

Advertisements

Menyikapi Bencana di Indonesia….

Pertama-tama, izinkan admin mengucapkan belasungkawa terhadap korban, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh bangsa Indonesia, disebabkan berbagai musibah yang menimpa negeri ini. Air bah di wasior; gempa dan tsunami di Mentawai; banjir, jalan ambles, macet, & DPR di Jakarta; juga bencana di gunung merapi; dan masih banyak lagi bencana-bencana lainnya yang melanda berbagai daerah di Indonesia.

:berduka:berduka:berduka:berduka:berduka

Ada dua hal yang dapat dijadikan tuntunan bagi kita, dimana hal ini memberikan jawaban yang berujung pada diri kita sendiri. Pertama adalah sebuah hadis dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengenai perkara seorang mukmin:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh unik perkaranya orang mukmin, sesungguhnya seluruh perkaranya baik, dan itu tidaklah dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Apabila ia diberi nikmat, ia bersyukur, dan ini baik baginya dan apabila ditimpa musibah, dia bersabar, dan ini baik pula baginya.” (HR. Muslim)

Seorang mukmin, ketika diberi nikmat maka ia bersyukur, ketika ditimpa musibah maka ia bersabar. Adalah suatu yang unik yang hanya dimiliki oleh orang beriman, ketika mereka dapat menyikapi berbagai hal yang terjadi padanya menjadi sebuah kebaikan. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita dapat bersabar atas musibah yang melanda, termasuk bersabar terhadap berbagai  bencana yang terjadi akhir-akhir ini.

.

.

Kedua, mengenai musibah yang menimpa seseorang atau suatu kaum. Kita dapat membedakan musibah menjadi 3 sudut pandang: ujian (cobaan), peringatan, atau azab.

Al-Ankabut: 2

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”

QS. Al-Baqoroh ayat 155-157

155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
157. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Musibah sebagai ujian diberikan bagi orang-orang yang beriman untuk menguji kualitas keimanan mereka. Ujian diberikan juga untuk meningkatkan level keimanan. Ibarat sekolah, setiap murid akan diuji agar dapat naik kelas, naik tingkat, atau pindah ke jenjang lanjutan sekolah berikutnya.

Jika memang bencana yang melanda di Indonesia ini adalah merupakan ujian, maka alangkah baiknya jika kita menyikapinya dengan sabar. Ingatlah selalu kepada Allah Yang Maha Besar, dan berdoa agar bangsa ini diberikan kekuatan dan ketabahan, serta ditingkatkan level imannya.

.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. al-Hadid: 22-23)

Musibah sebagai peringatan diberikan kepada orang atau kaum yang imannya masih lemah. Orang yang ibadahnya masih jarang-jarang, kaum yang ibadah iya maksiat iya juga (ada juga istilah STMJ: Sholat terus, Maksiat jalan). Musibah ini dijadikan peringatan agar kita jangan bermain-main di dunia ini, jangan terlalu bergembira terhadap nikmatNya, dan agar tidak menjadi orang yang sombong. Musibah juga diberikan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Jikalah memang musibah yang terjadi adalah sebuah peringatan, maka bersegeralah kita mengevaluasi diri dan memohon ampunan kepada Allah atas kelalaian kita. Jangan mengulangi perbuatan yang buruk, juga tingkatkanlah perbuatan baik dan amal soleh.

.

“Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)

Sudut pandang yang ketiga mengenai musibah, yang semoga bukan hal ini yang terjadi kepada Indonesia, adalah melihat musibah sebagai azab. Kalau memang ini yang terjadi, maka,,,, :nohope: semoga kita dapat segera kembali ke jalan yang benar. Musibah sebagai azab tak hanya menimpa orang yang ingkar, tapi juga orang yang berada di sekitarnya

.

.

.

refference & related information:

Puasa & Merdeka

random things about Ramadan & HUT RI 65

  • quotes dari kaskus : Setiap Agustus rakyat bingung, kita sudah merdeka atau belum?
  • Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 terjadi di bulan Ramadan. 17 Agustus 2010 juga
  • Sepertinya lomba & perayaan kemerdekaan ga serame tahun lalu. Mungkin wajar karena bulan Ramadan
  • Sepertinya tarawehnya juga ga serame tahun lalu? (Lha ini yang ga wajar)
  • Sholat taraweh di Salman jadi lebih “cepet”
  • Upacara bendera digital? ah,, sangat cocok untuk orang-orang malas, lagi puasa, ga mau kepanasan, ga mau capek, ga mau haus, dan ga mau ketinggalan ngepesbuk. seperti saya misalnya http://www.indonesiaoptimis.org/
  • #indonesia65
  • Ramadan menargetkan jadi mayor di Mesjid Salman ITB? dulu sempet beberapa hari. sekarang dah di ousted lagi 😀 . Harus lebih rajin lagi nih main-main ke mesjid 🙂
  • TA. akhirnya dimulai juga :D,, setelah menyelesaikan bab niat selama satu setengah tahun 😀
  • hah,, kenapa malam sebelum kemerdekaan malah :ngakak ngeliat hashtag #unpadvsitb
  • Puasa sekarang jadi jarang ikut tajil gratisan. hehe,, udah sedikit lebih “tau diri” lah 😀
  • euh,, apa lagi ya? udah deh gitu dulu. mau menikmati malam ini 🙂

(image dari google.co.id di HUT RI 65)

Jikalau Saja Macet dan Pemindahan Ibukota itu….

Jikalau mau memindahkan ibukota hanya karena mau “bebas macet” yang sementara, sedangkan perilaku dan kebiasan pembuat macetnya ga ilang, yaa mending ga usah pindah deh. Cuma bakalan ngerusak alam & makin bikin panas warga saja.

  • Jikalau angkot masih seenaknya memberhentikan kendaraannya,mads
  • jikalau penumpang masih seenaknya memberhentikan angkotnya,hammers
  • jikalau masih banyak yang parkir di pinggir jalan,mahos
  • jikalau angkot masih ngetem sembarangan,mads
  • jikalau pasar masih menguasai jalan,capedes
  • jikalau menteri & pemilik kendaraan pribadi masih nerobos jalur busway,capedes
  • jikalau presiden masih dikawal yang berlebihanhammers
  • dan jikalau-jikalau lainnya baik itu faktor primer atau faktor sekunder penyebab kemacetan tetap ada di ibukota baru, yaa tunggu aja ga sampai 5 tahun juga bakalan sama kayak Jakarta sekarang
Kecuali memang rencananya adalah “ibukota bebas macet selama masa jabatan saya“, yaa itu sie silahkan saja. Tapi saya ga ikutan lho. Cukup ente dan para politisi-tukang-mikirin-diri-sendiri-dan-golongannya-tanpa-memikirkan-masa-depan-generasi-berikutnya aja yang ikut.mahos
.
Atau rencananya adalah membuat kemacetan di seluruh kota besar Indonesia. Yaa tinggal digilir aja yang mana jadi ibukotanya; Bandung, Surabaya, Medan, Palangkaraya, dll. Sampai nantinya Indonesia masuk rekor sebagai negara dengan jumlah kota macet parah terbanyak sedunia. capedes
.
Jujur, ane termasuk orang yang muak dengan Jakarta. Alhamdulillah (astaghfirullah) sempat bersekolah SMA di kota itu selama dua tahun (untung cuma dua tahun). Tapi dua tahun itu sudah cukup membuat awak berazzam tak akan mau menjadikan kota itu sebagai tempat tinggal di masa depan. “Hidup di Jakarta itu tua di jalan“, begitulah kata orang-orang. Mau menggunakan angkutan umum dengan tujuan mengurangi macet, eh pelayanannya ga bisa diandalkan (ugal-ugalan, pelecehan seksual, premanisme, ngetem). Akhirnya semua pengen beralih pake kendaraan pribadi, yang disadari-tapi-tak-diakui jelas berkontribusi menabah kemacetan. Huh,, capek deh.capedes
Kalo ane boleh punya teori nih ye, ada tiga cara mengatasi kemacetan. Pertama yaitu cara yang susah, kedua yaitu cara yang lebih susah, dan ketiga yaitu cara yang lebih susah lagi (lho kok susah semua? Yaa emang, kalo ga mau susah tinggal di hutan aje, dijamin kagak ada macet di sana.) Tentang cara yang susah yaa ini, dengan memindahkan ibukota RI. Nanti tinggal membangun jalan & gedung lagi. Terus tinggal nunggu macet lagi, lalu dipindahkan lagi ibukotanya. Bisa jadi pemerataan pembangunan sekaligus pemerluasan area kemacetan.
.
Kalau cara yang kedua, yaitu yang lebih susah, ialah dengan memperbaiki infrastruktur. Soal beginian ane ngikut tulisannya pak Jk dulu aja dah. Berhubung ane juga bukan pakar transportasi. Yb
.
Kalau cara yang ketiga neh, yaitu dengan mengubah kebiasaan masyarakatnya. Yaa dari berbagai poin yang ada di awal tulisan ini, ditambah mengubah kebiasaan menggunakan kendaraan ramah lingkungan (kalau perlu jalan kaki), mengutamakan penggunaan sarana transportasi umum daripada kendaraan pribadi. Kalau ditanya lagi gimana caranya bisa begitu? yaa ane juga kagak tau bingungs
.
Sebenernya sie ada teori tambahan, anggap aja teori versi beta (karena masih ngayal). Yaitu membuat alat teleportasi kayak di megaman & startrek gitu deh Yb, atau kayak apparate-nya Heri Poter, atau pintu-kemana-saja-nya doraemon, hehe. Khan enak tuh bisa kemana-mana dalam sekejap. Ga pake macet, ga pake lama, ga pake SIM :D.
.
Udah dulu ye karena ni tulisan makin ngayal aja. Aye sie sebenernya setuju aja pemindahan ibukota, tapi yaa harus memperhatikan perencanaan 100-200 tahun ke depan juga, jangan cuma pengen menghindari macet sementara. wallahualam
,
.
I love Indonesia

Kapten Merah Putih

Inilah pahlawan kita
sang kapten merah putih
merah di sayap kiri
putih di sayap kanan
sisanya hitam kelam

Inilah pahlawan kita
sang kapten merah putih
memberantas yang lemah
karena tak bisa memberantas yang kuat
menumpas kejahatan
membasmi korupsi
mencegah kadeerte

Inilah pahlawan kita
sang kapten merah putih
gaya kampungan
tampang rupawan
dicintai rakyat jelata
juga binatang melata

Inilah pahlawan kita
sang kapten merah putih
merah berarti berani
putih berarti suci
ia pahlawan yang pemberani,
kalau tidak sendiri
ia pahlawan yang suci,
walau jarang mandi

IniKah pahlawan kita?

Repotnya jadi pemimpin dunia

  • Dhimaskasep turut berduka atas tragedi pengeboman yang terjadi di Hotel JW Marriott & Ritz-Carlton. Dengan ini mengutuk segala tindakan terorisme yang menghilangkan nyawa manusia tanpa alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  • Turut berduka pula atas berbagai tragedi yang menimpa umat muslim di dunia: penyiksaan 4 mahasiswa Indonesia di Mesir, peristiwa penikaman muslimah di Jerman, juga pelanggaran HAM di Xin Jiang yang menelan ratusan korban jiwa.
  • Turut berduka atas banyaknya fitnah yang menimpa dunia Islam karena berbagai tragedi yang telah disebutkan di atas
  • Turut berduka pula atas ketidakadilan yang diderita oleh Pujiono dan keluarga (termasuk istrinya Ulfa). Semoga Syekh Puji sekeluarga diberikan ketabahan atas ketidakadilan hukum di negeri ini
  • Turut berduka atas merebaknya penyakit “haram” Flu Babi yang juga sudah sampai ke Indonesia. Semoga yang menderita cepet sembuh. Semoga juga cepat ditemukan vaksin/antibodi/apapun yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit mematikan seperti ini.
  • Turut berduka atas mahalnya biaya pendidikan di ITB. Mau kaya harus pinter, mau pinter kok harus kaya dulu?
  • Turut berduka atas rusaknya moral beberapa mahasiswa “joki” asal ITB. Mengapa kerja mereka tidak profesional sehingga ketahuan mereka berani melakukan tindakan tak bermoral itu? Otak anda jangan dijual dengan cara yang haram, Bung!
  • Terlalu banyak duka yang terucap. Tak adakah damai di bumi ini? Apakah perdamaian dunia hanyalah mimpi belaka? Atau memang damai itu adalah sebuah kata yang terwujud hanya jika “ketidakdamaian” itu sudah tiada, yang artinya perlu ada “ketidakdamaian” untuk mewujudkan suatu perdamaian? Apakah ini sebuah kutukan? If it YES, then I will break the curse! If there’s such a thing as peace, I will find it! (Naruto ch448)
  • Repotnya kalo jadi pemimpin dunia. Terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan. huff
  • Andai aku menjadi [volume 1 : calon presiden RI]

    Preface

    Bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang

    Postingan seri “Andai Aku Menjadi” berisi tentang khayalan seorang DLN nu kasep yang semasa kecilnya ga punya cita-cita.

    InsyaAllah diri ini akan menyiapkan diri sebagai orang yang berkapasitas seperti presiden dalam 15 tahun lagi. Tapi siapa juga yang mau jadi presiden? Semoga ada yang lebih layak nanti

    _________________________

    Volume #1 : Andai aku menjadi calon presiden Republik Indonesia

    1. Tagline kampanye saya : “Untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat” (sorry ngebajak PPSDMS 😀 )

    2. Kriteria orang kedua (wakil presiden) yang saya cari:

    a. Soleh(ah) >> biar gw juga ga futur waktu jadi Presiden
    b. punya pemahaman ekonomi yang baik >> soalnya gw ga terlalu ngerti ekonomi dan sosial
    c. punya basis massa pendukung petani/nelayan/pedagang pasar/rakyat kecil
    d. ga perlu kriteria sipil/militer, jawa-luarjawa, dll. “kita ini satu Indonesia, Bung!”

    3. Tiga buah Prioritas program yang saya kampanyekan :

    a. Pemberantasan korupsi di seluruh sektor pemerintahan (pejabat publik, polisi, BUMN)
    b. Pengembalian hutang-hutang negara & Nasionalisasi aset bangsa yang dikuasai asing
    c. Reformasi birokrasi

    4. Empat Partai politik yang saya prioritaskan untuk berkoalisi : PKS, Demokrat, Gerindra, PAN

    5. Lima basis massa yang saya utamakan : blogger & internet user, teknokrat/akademisi, mahasiswa, pendukung anti-korupsi, warga Jakarta & Tangerang

    6. Beberapa kebijakan:

    a. ekonomi : meminimalisasi produk impor, pengembalian hutang, nasionalisasi aset negara. Bangsa ini harus jadi bangsa yang mandiri, kawan!
    b. kominfo & teknologi : pembuatan infrastruktur IT,khususnya internet. Biar internet dapat digunakan oleh banyak orang. Serta program pemberdayaan kreativitas teknologi/science sebagai sumber ekonomi
    c. Pendidikan >> harus bisa! Cukup teruskan & melakukan controlling programnya Bambang Sudibyo. Tambahan program pada kurikulum tentang program peningkatan moralitas berbasiskan ajaran agama (metodenya yang interaktif, ga konvensional)
    d. hubungan luar : bantu Palestina meraih kemerdekaan dan perdamaian. Kalo engga hajar aja Israel!
    e. Hukum >> Rekonstruksi pejabat hukum di Indonesia, terutama yang sudah terindikasi korup. Perbaiki juga penegakan hukum yang masih ga bener (akhir-akhir ini tentang kasus ITE misalnya)
    f. administrasi publik : pelatihan karyawan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik (pengurusan administrasi ga bertele-tele, karyawan murah senyum, ga korup, dll)
    g. Energi >> segera mengusakan adanya PLTN di Kalimantan dan Jawa
    h. Pariwisata >> tutup tempat maksiat di lokasi pariwisata (misal beberapa yang ada di Bali, pulau 1000, dll). Pariwisata Indonesia jangan melupakan moralitas
    i. Agama >> bagi yang muslim kudu ngaji rutin bulanan

    7. Jika saya menjadi capres 2009, maka beberapa orang penting yang akan saya beri jabaran yang sudah terpikirkan adalah sebagai berikut:

    a. Menteri Ekonomi : Sandiaga Uno
    b. Menteri Pendidikan : Anies Baswedan / Musholli
    c. Menteri BUMN : I Dewa Gede Raka / Jusuf Kalla
    d. Menkokesra : Prabowo Subiyanto
    e. Menteri RisTek : Kusmayanto Kadiman / Warsito
    f. Menteri agama : Hidayat Nur Wahid / Din Syamsudin
    g. Menteri sekretaris negara : Hatta Rajasa
    h. Menteri pertahanan : Djoko Santoso
    i. Menteri Pertanian : Megawati S.P.
    j. Menteri komunikasi dan informasi : M. Nuh / Budi Rahardjo
    k. Menteri pemuda dan olahraga : Adhyaksa Dhault
    l. Juru bicara kepresidenan : Tina Talisa
    m. Menteri pemberdayaan perempuan : –
    n. Menteri kesehatan : –
    o. Gubernur BI : Sri Mulyani

    Sekian dulu,,,,,,