baik tu skul

  • Zero waste pollution
  • Environmental friendly: 0% fossil energy, 100% natural energy
  • 18 gear-speed-combination
  • Anti-Traffic Ability
    • Dapat dengan mudah dipindahkan dan digunakan di trotoar
    • Bisa digunakan di pembatas jalan
    • Mudah menyalip di antara mobil dan padatnya kendaraan ibukota
  • Lebih menyehatkan
    • Membakar kalori
    • Mengeluarkan keringat yang tidak diperlukan tubuh
  • Tidak perlu takut ditilang
  • Tidak perlu SIM maupun STNK
  • Tidak perlu bayar parkir
  • Relaxing: Feels the blow of natural fresh air when you ride it
  • Portable (can be lifted with your two hands)
  • Gampang disimpan (small-space-garage needed).
  • Flexibility parking place (bisa parkir di banyak tempat)
  • Anti mogok
  • Anti mabuk
  • Tak perlu membayar pajak
  • Kemudahan dalam perawatan dan perbaikan
  • Ultimate brake system (rem depan, rem belakang, rem kaki)
  • And many more,,,,,,
  • .

    .

    … … begitulah ketika orang marketing berbicara

Advertisements

Menjalin Hubungan dalam Berbisnis untuk Mendapatkan dan Mempertahankan Status Suplier Kunci

0001104659-06-040435_G132981BA05I003

Dalam beberapa puluh tahun terakhir, para akademisi dan praktisi mengakui bahwa hubungan baik antara pembeli dengan penjual adalah sebuah keunggulan kompetitif. Literatur pemasaran di tahun 1980an juga mengatakan akan perlunya memanaje hubungan (relationship) sebagai aset strategis. Sejak saat itu, banyak dilakukan penelitian mengenai keuntungan dari adanya hubungan penjual-pembeli dan potensinya dalam mencapai hasil yang super.

Para pelanggan mengkonsolidasi basis suplai dan merancang suplai program. Konsekuensinya, para suplier akan semakin menghadapi alternatif status mereka; entah itu sebagai key supplier status (suplier utama) atau terpaksa menjadi backup supplier (suplier cadangan). Hubungan pembeli-penjual menyebabkan kualitas dan harga barang tidak lagi menjadi indikator penting. Para vendor pun mencari cara untuk membedakan dirinya dengan yang lain dalam hubungan pembeli-penjual. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan nilai dalam hubungan pembeli-penjual dalam berbisnis. Penulis (Ulaga) mendapatkan bahwa dukungan layanan dan interaksi personal sebagai inti pembeda, diikuti oleh pengetahuan suplier dan kemampuannya untuk meningkatkan customers time to market. Kualitas produk dan kinerja pengiriman, serta biaya akuisisi dan biaya operasional, menampilkan potensi yang sedang untuk membantu perusahaan mendapatkan status suplier utama. Sedangkan harga menjadi pembeda yang terlemah. Continue reading

Pengaruh bentuk gelas pada volume penuangan minuman

Journal Review
Journal of Consumer Research
Bottoms Up! The Influence of Elongation on Pouring and Consumption Value
Brian Wansink
Koert Van Ittersum

Pengaruh dari bentuk benda pada persepsi (perasaan) manusia sudah diteliti secara luas. Contoh yang dihasilkan misalnya benda berbentuk segitiga dipersepsikan lebih luas dibanding benda berbentuk segiempat, benda berbentuk segiempat dipersepsikan lebih luas dibandingkan benda berbentuk lingkaran, dan benda yang elongated (diperpanjang) lebih besar dibanding benda yang less elongated. Padahal benda tersebut bervolume sama.

Raghubir dan Krisna menunjukkan bahwa elongasi berpengaruh positif pada persepsi mengenai kapasitas pada gelas. Mereka juga menunjukkan bahwa terjadi pengaruh pada volume penuangan minuman pada gelas karena orang berpersepsi bahwa gelas yang terelongasi memiliki volume lebih besar. Rasionalisasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa elongasi membuat ekspektasi pada volume lebih besar, dimana hal ini tidak disadari/dipengaruhi oleh pengalaman mengkonsumsi minuman.

Ada tiga penelitian yang dilakukan untuk menguji hal ini. Penelitian ingin mengetahui pengaruh elongasi pada penuangan minuman yang dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa, dan bartender, serta bagaimana persepsi (perasaan) mereka tentang volume minuman yang dituangkan.

Study dilakukan dengan metode experimental design. Beberapa orang sesuai kriteria penelitian (anak-anak, dewasa, dan bartender) diminta untuk menuangkan minuman di gelas yang berbeda. Gelas pertama adalah gelas tinggi langsing (tall-slender), sedangkan gelas kedua adalah gelas pendek gemuk (shrot-wide), yang keduanya memiliki volume sama. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode ANOVA.

Hasil yang didapat ialah sebagai berikut:

Kesimpulan :

–          Studi membuktikan bahwa memang terjadi pengaruh baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun bartender, walaupun bias-nya berbeda-beda.

–          Hal ini merupakan salah satu penerapan keilmuan psikologi dalam marketing. Dimana kita memanfaatkan persepsi konsumen tentang volume minuman dengan merekayasa bentuk gelas

–          Pengaruh yang dapat dimanfaatkan oleh produsen atau pedagang berdasarkan hasil studi ini ialah dapat membuat pelanggan lebih puas dengan merekayasa bentuk gelas menjadi tinggi-langsing.