Jika kembali ke masa lalu,,,,

Okey, weekend ini saatnya menghayal sedikit. Udah lama ga berimajinasi bebas. Tema kita kali ini adalah:

“Jika ada mesin waktu dan anda dapat kembali ke masa lalu dan pergi kemana saja, serta dapat mengubah kejadian yang terjadi saat itu yang akan berpengaruh ke masa depan, kemanakah anda akan pergi?”

Berikut 10 list by dhimasln diurut berdasar waktu kejadian:

  1. Masa tepat sebelum penciptaan nabi Adam. Ingin tahu hubungan antara Adam dengan Homo Sapiens, Neandhertal, Pithecanthropus Erectus, serta Pan troglodytes. Ingin mengetahui sejarah evolusi manusia yang sesungguhnya dan berharap dapat membuat buku, “Darwin’s Ancestor maybe a chimp, but NOT OURS”
  2. Syurga, saat dimana Adam & Hawa digoda Iblis untuk memakan buah Khuldi. Ingin mencegah mereka off course.
  3. Zaman nabi Ibrahim & Ismail. Peristiwa penyembelihan Ismail oleh Ibrahim. Ingin melihat ujian terhebat sepanjang sejarah umat manusia. Serta ingin melihat peletakan batu pertama Ka’bah (siapa tahu ane dapet bagian buat “pemotongan pita”nya 😛 )
  4. Pembangunan dinding Ya’juj & Ma’juj. Pertama ingin mengetahui dimana letak dinding itu. Kedua ingin mengetahui siapakah ya’juj & ma’juj. Ketiga ingin ngobrol ama Iskandar Dzulkarnaen, sekaligus menanyakan, “Hey, are you Alexander the Great or not?”
  5. Peristiwa Isra’ Miraj. Ingin bertemu nabi Muhammad SAW. Sekalian kalo boleh ikutan numpang Buraq buat jalan-jalan keliling alam semesta. It will be the greatest backpacker tour program ever 🙂
  6. Mengikuti pelayaran Christoper Colombus. Ingin memberi tahu arah dimana letak India yang sesungguhnya. Berharap Amerika tak’kan pernah ditemukan. Haha
  7. Peristiwa jatuhnya apel Sir Isaac Newton. Ingin memakan apel itu dan mencegah Newton berpikir “aneh-aneh”. Karena hasil pemikirannya akan membuat jutaan siswa dan mahasiswa di masa depan kebingungan saat ujian 😀
  8. Roswell incident. Tentunya ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya akan peristiwa itu. Sekalian foto-foto ama alien kalo emang ada
  9. Pelantikan Soeharto sebagai Presiden RI (1967). Ingin menggagalkan pelantikan itu apapun yang terjadi. Karena ini adalah peristiwa yang menjadi tipping point berbagai permasalahan Indonesia di masa depan
  10. Pendaratan manusia pertama di bulan (1969). Ingin mendahului Neil Armstrong menginjakkan kaki di bulan dan mengatakan, “One small step for a man, one giant leap for mankind.” Heh heh,, i really like this quotes . Tak lupa mengibarkan bendera Indonesia di sana (tentunya yang asli buatan produk dalam negeri :))

    [Harus semangat nih menghadapi ACFTA]

Fin

Advertisements

Saat kita tidak lagi menjadi generasi “termuda” yang diharapkan

Bismillahirrahmanirrahiim
puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai kenikmatan yang tiada terhitung. Salah satunya nikmat umur yang membuat saya masih bisa menulis di blog ini dan mambuat anda juga dapat membaca tulisan aneh saya.

Setelah baca tulisannya si fikri di sini, entah tiba-tiba jadi nyadar en bikin cengar-cengir sendiri. Lucu juga merasakan bahwa diri ini sekarang sudah tidak menjadi “yang dulu”. Ada perasaan berbeda dilihat dari tanggapan orang-orang yang berada di sekitar kita.

Misalnya saja saat jalan-jalan ke jawa (ini bahasa lainnya “pulang kampung” / mudik) beberapa waktu lalu. Kalo dulu, ketika pulang kampung & ketemu sodara-sodara, diri ini lah yang menjadi pusat perhatian. Masih ingat rasanya ketika menjadi orang yang selalu diperhatikan oleh kakek, nenek, pa’de, bu’de, om, bu’le, sepupu yg lebih tua. Apa-apa yang kita lakukan menjadi perhatian mereka: makan diperhatiin, lari diperhatiin, main mobil-mobilan, mancing, main game, mandi, nonton tipi, dan seterusnya yang membuat seolah dunia ini bener-bener berharap pada si anak kecil yang mondar-mandir dengan ingusnya itu.

Entah ya,,, sekarang semua terasa berbeda. “Generasi-generasi pengganti” mulai “terlahir ke dunia” yang disebabkan oleh sepupu-sepupu saya, dan mereka pun mulai menggeser posisi saya dahulu sebagai “orang yang diharapkan”. Yah,,, memang lucu juga sih ternyata saya pun ikut mengambil bagian sebagai orang yang berharap pada mereka agar mereka bisa lebih baik daripada diri ini.

Lantas sekarang posisi kita bagaimana? Apakah harapan orang-orang dahulu kepada diri ini sudah teralihkan kepada generasi yang lebih kecil & sirna begitu saja dari kita? Wah, kalo gini mah bisa-bisa Cuma jadi perputaran harapan yang tak kunjung datang dong. Orang yang lebih tua berharap pada anak kecil yang baru lahir, ketika anak itu udah mulai tumbuh ia malah berharap kepada anak kecil lainnya, dan seterusnya. Masa’ harapannya cuma selesai di umur 20 ini lalu memindahkan “beban harapan” itu ke anak kecil? Semoga tidak…

The Next Generation
We are the Next Generation

Yah,,, pada akhirnya hanya bisa mengutip kata-kata yang sering diucap saat ulang tahun “tua itu kepastian, dewasa itu pilihan”. Semoga harapan orang-orang yang berada di sekitar saya ±15 tahun lalu itu tak berhenti di sini.  Mungkin harapan yang dulu ada itu tidak tervisualisasi dalam perhatian mereka ke kita sekarang, mungkin harapan itu hanya dipendam di hati, namun saya yakin harapan itu memang masih ada di setiap orang agar diri ini bisa “berbuat sesuatu” di masa depan nanti. Bahkan saya yakin harapan “generasi yang lebih tua” kepada mereka pun juga masih ada dalam dirinya masing-masing, dan setiap kita sedang menunggu untuk mewujudkan harapan-harapan itu. Sekarang inilah saatnya harapan generasi terdahulu yang dibebankan kepada kita mulai kita wujudkan….

Untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,
serta kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta