Mudik

Horee,, insyaAllah besok ane mudik. Mungkin ini pertama kali merasakan “mudik yang sesungguhnya” 😀 (perjalanan Bandung-Tangerang waktu jaman kuliah gak usah dianggap mudik 😛 ).

Kali ini perjalanannya Balikpapan ke Tangerang. Yah,, sebenernya hampir tiap sebulan sekali juga pulang sie, tapi rasanya beda aja gitu kalo pulangnya pas lebaran. Agak excited gimanaa gitu 😀 . Apalagi suasana di kantor sini juga udah sepi. Didominasi bos-bos yang ditinggal anak buahnya yang juga pada mudik. Maaf ya bos, memang begitulah rasanya hari libur tetep on. Mungkin suatu saat ane juga akan mengalami hal yang serupa. Maka dari itu, mumpung masih ada kesempatan, manfaatkan waktu sebaik-baiknya di momen lebaran ini 😉 .

Ngomongin tentang liburan, momen idul fitri kali ini juga diawali dengan hari libur kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dulu negara ini begitu dicintai rakyatnya, tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Hanya Avatar, ketua dari empat elemen yang mampu menyelamatkan dunia. Tapi disaat semua membutuhkannya, dia hilang, berobat ke klinik TongFang. krik krik,,, masih ada yak lawakan garing gini.

Okeh lanjut. Awak di Tangerang mulai dari tanggal 17 malam ~ 26 pagi hari minggu. Cukup singkat sie waktunya, makanya kudu diplanning mau ngapain aja. Jangan sampe liburan cuma nonton film donlotan sama baca komik online doang. Apalagi tontonannya dorama-dorama korea yang akan membuat hati ini menjadi labil, sangat gak cocok dengan tema lebaran. Liburan ini harus ada agenda untuk silaturahim, sisanya bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan, shopping, dan refreshing.

Cukup dulu tulisan kali ini. Berhubung ini jam kerja (ups.. 😉 ), jadi sebaiknya disegerakan nulisnya. Dilanjutkan dengan browsing yang lain belajar mengenai urusan kerjaan dan gimana cara membuat semen yang baik dan benar. Oia, gw nulis ini pake laptop baru lho #sombong #pamer . Laptopnya lumayan keren. Disiapkan khusus untuk  engineer katrok agar bisa kerja dengan bener 😛

Pantai Kendal

Ini gallery foto yang didapet waktu mudik kemarin. lokasi di kota Kendal Jawa Tengah. ini bukan objek wisata lho, tapi pantai yang cuma bisa diakses penduduk sekitar. buat sampai ke pantainya kudu ngelewatin tambak udang & kepiting.

very beautiful mountain beach sea &bakau forest
hutan bakau dan pantai

pantai dan gunung
Gunung Ungaran dan pantai

Continue reading

Hari Ied yang kelam

Hari raya Ied ternyata meninggalkan lebih banyak duka dibanding hari-hari biasa. Diberitakan bahwa ada 472 orang meninggal saat mudik 1430 H. Jumlah ini bahkan lebih besar daripada korban tewas ledakan bom dari teroris, juga lebih banyak daripada umumnya jumlah korban bencana alam. Apakah memang rakyat kita punya mental “siap syahid”, “bosan kehidupan duniawi”, “ingin segera menuju surga”, atau jangan-jangan ini hanya “mati konyol”?

Memang sie jumlah ini sudah berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 500an orang korban meninggal. hey, it’s 500. Gw berbicara 500 nyawa manusia. Gile banget ga sih? Apa nyawa manusia udah sebegitu ga berharganya? Berapa banyak sudah korban akibat “terorisme tahunan” ini?

Lantas yang disalahkan siapa? Pemerintah? Rakyat? Polisi? Pengguna jalan? Supir bis & pengendara motor yang ngebut? Jalanan yang licin? Perusahaan pembuat jalan? Perusahaan supplier aspal? Perusahaan pengambil minyak yang nantinya diolah menjadi aspal? Si pembuat minyak (baca: dinosaurus)? Ibunya dinosaurus? Walah,, ga akan ada habisnya nih

Ga jauh berbeda dengan hari raya iedul adha. Ratusan jamaah haji meninggal di Arab. Saya yakin, walaupun yang meninggal adalah para jemaah haji, pemerintah ga akan pernah bilang, “alhamdulillah, hari raya iedul adha kali ini telah mensyahidkan seratus sekian orang dari Indonesia. Ratusan mujahid lainnya tersebar dari berbagai negeri lain. Walaupun jumlah mujahid turun dari tahun lalu……

Apakah memang orang yang meninggal saat Hari Raya itu akan menjadi syahid? Wah, kalau saya jadi malaikat, terus boleh mem-vote seorang itu meninggal menjadi syahid atau mati konyol, mungkin saya akan memilih pilihan yang kedua. *untung gw bukan malaikat*. Tapi maksud saya adalah bahwa pekerjaan rutin tahunan Malaikat Izrail ini bukanlah perkara yang boleh kita anggap sepele.

Kita ga boleh cukup berpuas diri dengan berkurang seratus nyawa tahun ini. Masih ada kesempatan tahun depan siapa tahu kita yang menjadi korbannya (semoga tidak. Amin). Manajemen hari raya harus terus diperbaiki sehingga zero defect dapat tercapai (baca: jumlah orang meninggal karena “kegiatan hari raya” menjadi 0 orang). Mulai dari improving resque process, tol & pantura maintenance, sampai pemudik & supir education (penyuluhan mengenai mudik aman).

Semoga hari raya yang kelam ini tidak terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya……