Pertanyaan Seputar Pemilu RI 2009 setelah terselenggaranya Pencontrengan Pilpres

  • Bagaimanakah keLANJUTKAN kisah hubungan SBY dengan Boediono setelah ini?
  • Akankah JK mengurus mesjid di kampung halamannya?
  • (nb: dua poin di atas dibaca seperti presenter infotainmen. Silahkan membaca dari ulang)
  • Apakah Megawati kembali menjadi wong cilik? Sejenis petani atau nelayan mungkin? atau itu hanya slogannya?
  • Mengapa Prabowo tidak belajar statistika dahulu sebelum berbicara tentang quick count?
  • Wiranto,, hmm,, no comment dulu
  • Sepertinya DPT akan menjadi hewan ternak (baca: black goat) selama seminggu oleh pasangan #1
  • Siapa yang jadi pengurus kabinet SBY-NO?
  • Siapa yang jadi “pengangguran” karena tidak meLANJUTKAN kepengurusan di kabinet?
  • Apakah sedikitnya pendukung JK-Win dikarenakan sifat banyak pendukungnya yang terlihat arogan?
  • Apakah ketampanan SBY begitu memesona rakyat Indonesia? Atau cuma saya? Hee,,
  • Apakah TV One akan tetap menjadi TV Pemilu? Bagaimana dengan Tina Talisa? 😀
  • Kalau Eleksyen cenel Metro TV? Oh,, who care about that? Ga ada Tina Talisa di sana
  • Siapa itu yang berniat mengajukan saya sebagai Capres RI 2029? Ngaku!!
Advertisements

Memilih Presiden RI 2009 dengan AHP & Expert Choice

Judul lengkap:
Pendekatan Kuantitatif dalam Pemilihan Keputusan

Studi Kasus Penggunaan metode Analytic Hierarchy Process dengan Software Expert Choice dalam membantu memilih Pasangan Calon Presiden & Wakil Presiden Indonesia 2009-2014 (cem judul TA aja 😛 )

Latar belakang

Pemilu Presiden RI 2009 akan dilakukan Hari Rabu tanggal 8 Juli 2009. Udah pade punya pilihan belon? ada yang masih bingung? Ada yang masih mikir tiga-tiganya atau dua diantara tiga itu sama jeleknya, yang satu jelek di A, yang satunya jelek di C, yang nulis ini ganteng dll. Yang satunya bagus di alfa, beta, gamma, delta,, yang satunya bagus di zeta aja, tapi zeta jauh lebih penting dibanding alfa, beta, dan gamma. Email-email & diskusi di milis-milis cuma membandingkan beberapa kriteria saja: si A lebih baik dari B dan C di bagian anu, si B bagus di bagian itu, dst, tapi ga ada email yang memberikan penilaian keseluruhan kriteria dan pasangan secara terintegrasi. Kalo masih bingung nentuin pilihan, pake AHP aja!

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu tools sistem pendukung keputusan (SPK) yang dikembangkan pada tahun 1970an oleh pak ….  siapa ya? Bukan saya yang jelas 😀 . AHP dirancang mengikuti pola pikir rasional manusia dengan pendekatan kualitatif juga kuantitatif. Pada pengambilan keputusan yang rumit, dilakukan serangkaian perbandingan berpasangan sehingga menjadi lebih mudah. Lalu secara terstruktur nilai dari perbandingan berpasangan tadi disintesa sehingga dapat diambil kesimpulan tertentu.

Secara ringkas, AHP terdiri dari 3 fase: dekomposisi, comparative judgement, & sintesa. AHP melakukan perbandingan secara perlahan antar setiap karakter juga antara setiap alternatif, lalu dikalkulasi sedemikian rupa sehingga kita akan mendapatkan prioritas pilihan kita.

Berikut akan dijelaskan contoh memakai AHP. Oia, kalau software Expert Choice itu ialah salah satu software buat membantu memakai AHP ini. Jadi kita ga perlu repot-repot ngitung manual. Sebenernya pake Ms Excel juga bisa, tapi karena udah ada yang lebih praktis yaa kita pake aja. Kali ini pakai Expert Choice v11

Continue reading

Mahasiswa ITB dukung SBY-Boediono

Ayah pergi ke kantor.
Ibu pergi ke pasar.
Budi pergi ke pasar.

Okey itulah contoh-contoh di jaman pendidikan (harus bisa!) dasar  dahulu tentang kalimat berpola SPK (bukan Sistem Pendukung Keputusan, bukan pula Syiar dan Pelayanan Kampus, tapi tepatnya Subjek-Predikat-Keterangan).

Kalo dipikir-pikir, ngapain ya si Budi pergi ke pasar? Bukannya dia biasanya ke sekolah? hoho,,kayanya dia lagi meneliti pasar deh (istilah kerennya:market research). Mungkin untuk mencari tahu potensi pasar (market potential) dan perkembangan pasar (market growth), biar bisa tau market share & analisis pasar lainnya. Sekalian mau bikin bisnis plan tugas renstra kali ye? hehe

Okey okey, to the point aja. Maksud postingan ini untuk memperjelas pro kontra isu yang berkembang di media-media. Ada yang bilang mahasiswa ITB dukung salah satu calon lah, ada yang bilang mahasiswa ITB anti neo & anti orang-orang tua lah, sok netral lah, de es be.

Sekali lagi, untuk memperjelas postingan yang dulu di sini, maka dengan ini saya sebagai salah satu mahasiswa ITB menyatakan dukungannya terhadap salah satu pasangan calon. Tentunya yang paling berbudi pekerti. Terserah media mau ngomong apa, terserah sebagian mahasiswa yang lain mau ngomong apa, atau mengatasnamakan institusi apa yang tentunya ga bisa menggeneralisir sembarangan.

Saya menghindari orang yang banyak omong tapi ga punya ilmunya, orang yang asal tuduh, mengatas namakan islam tapi ilmunya ga seberapa, plin-plan, orang yang ga punya pendirian jelas, orang yang punya pendirian jelas tapi ga punya alternatif solusi kongkrit untuk dibuktikan saat ini juga, dan orang-orang yang banyak berdebat tidak cerdas.

So, kesimpulannya ialah saya: Mahasiswa ITB mendukung SBY-Berbudi, karena saat ini alternatif itulah yang terbaik. Begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswa ITB yang lain akan mendukung calon yang sama karena akan terhasut oleh saya.

Hahaha.

Saya ga salah tulis tentang status mahasiswa. Saya warga negara Indonesia yang JUGA mahasiswa ITB. Saya juga bukan orang yang akan golput karena alternatif golput adalah yang terburuk (setelah memilih megawati) dari semua alternatif kesempatan yang ada. Banyak orang menganggap golput adalah suatu pilihan cerdas dan bersih, padahal golput menunjukkan kebimbangan karena keputusasaan mereka sendiri. dan menurut statistik, golput hanyalah hasil survei yang tidak akan dihiraukan nilainya karena memang suaranya menjadi tak bernilai. Kasihan sekali para pendewa golput yang membuat dirinya tak bernilai.

Eniwei, Selamat UAS buat para mahasiswa ITB yang mendukung SBY-Boedhiono!!!! Suxes slalu

_setelah ini bisa belajar dengan lebih tenang :mrgreen:_

Analisis hasil pemilu dan prediksi koalisi pilpres 2009

Hasil Quick count lembaga survei:

LSI(1): Lembaga Survei Indonesia (Metro TV)
LSN: Lembaga Survei Nasional (Global TV)
LSI(2): Lingkaran Survei Indonesia (TV One)
CIRUS Surveyor Group (SCTV)

  • hasil real count diprediksi akan terdistribusi normal sesuai dengan hasil quick count seperti pada gambar
  • kemungkinan yg urutannya akan berubah ialah PDIP&Golkar (posisi 2 atau 3), lalu PAN-PPP-PKB
  • dari 4 lembaga survei ini, kita bisa tahu kredibilitasnya sebagai lembaga survei setelah hasil real count keluar. dari sini bisa kita bandingkan lembaga mana yg tingkat akurasinya tinggi

____

  • sepertinya semua pihak (selain megawati) berusaha merapat ke SBY
  • tapi bakalan ga seru nih kalo Demokrat join sama Golkar. bisa-bisa SBY lawan kotak kosong

_seorang_yang_akhir-akhir_ini_jadi_pengamat_politik_