Menjadi Perguruan Tinggi “Masa Depan”

Jikalau ditanya mengenai perguruan tinggi (PT) idaman, mungkin setiap orang akan punya bayangan yang berbeda. Ada yang bilang perguruan tinggi idaman itu adalah universitas yang masuk list world class university. Sebagian bilang universitas yang kegiatannya melakukan riset terus-menerus. Ada yang (mungkin) bilang perguruan tinggi idaman itu ialah yang mahasiswa drop-out nya pun bisa jadi orang terkaya sedunia (sambil membayangkan jadi Bill Gates & Steve Jobs, kebayang juga Mack Zuckerberg yang ga lulus-lulus tapi duitnya udah bisa ngebail-out sepuluh Bank Century. Hehe). Ada juga sekelompok orang yang ketika ditanya “perguruan tinggi idaman”, maka jawabannya adalah “iTeBe! ITeBe! IiiiiTeBeeee!” (*sambil meneriakkan yell ala OSKM 😀 )

Tak mengapa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai bagaimana mendefinisikan perguruan tinggi idaman. Namun pada dasarnya, PT yang baik ialah yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswanya – sebagai “konsumen” pendidikan di PT tersebut, serta dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jika kita berbicara kriteria PT yang baik, akan ada banyak indikatornya. Pendidikan yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dosen yang berkompeten, punya perpustakaan besar, biaya yang terjangkau, banyaknya beasiswa, kepastian pekerjaan setelah lulus, pendidikan hardskill & softskill untuk mahasiswa, dan lain sebagainya. Semua parameter itu dapat dibilang sebuah hal yang “kudu” ada di kampus manapun yang ingin menyandang predikat sebagai kampus favorit. Tapi untuk menjadi perguruan tinggi idaman, terbaik, spesial, maka PT haruslah memiliki sebuah “keunikan” tersendiri – sesuatu yang masih jarang ditemukan di kampus lain.

.

.

The Future University

Salah satu ide yang bisa disiapkan oleh kampus yang ingin menjadi kampus favorit adalah menjadikan dirinya sebagai “kampus masa depan”. Kampus masa depan menyiapkan dirinya untuk menghadapi situasi kebutuhan bangsa di masa depan. The Future University memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini untuk mulai disolusikan mulai dari level kampus. Beberapa kriterianya menurut saya ialah sebagai berikut:

Eco-Friendly Campus

Kampus masa depan adalah kampus yang ramah lingkungan dan hemat energi. Kita dapat membayangkan sebuah kampus hijau nan asri, di mana pejalan kaki dan pengguna sepeda lah yang mendominasi. Tidak seperti kebanyakan kampus di kota besar yang warganya ingin tampil mewah dengan menggunakan mobil pribadi untuk berangkat ke kampus. Jangan sampai perguruan tinggi malah menjadi kontributor utama polusi di kotanya. PT haruslah menjadi teladan pertama dalam permasalahan lingkungan & energi.

ICT Based Campus

Information & Communication Technology (ICT) akan terus menjadi teknologi yang berkembang pesat di masa depan. Perguruan tinggi haruslah segera tanggap menghadapi hal ini, jangan sampai malah “ketinggalan jaman”. Seminimalnya permasalah administrasi di kampus dapat mulai dikerjakan dengan IT. Bahkan jika memang cocok, e-learning bisa dijadikan metode pembelajaran yang cukup efisien di kampus.

Interaksi sosial warga kampus

Saat ini gap (kesenjangan) antar masyarakat semakin terlihat. Menurut saya, salah satu kriteria plus yang perlu dimiliki perguruan tinggi terbaik ialah adanya hubungan yang baik antara dosen, karyawan, mahasiswa, serta masyarakat. Jangan sampai ada salah satu golongan yang “sok jaim” dan merasa lebih tinggi daripada yang lain. Alangkah indahnya ketika rektor dapat duduk bersama mahasiswanya untuk makan siang bersama, juga suasana keakraban antara dosen dengan masyarakat sekitar kampus.

Kampus sebagai Community Development Center (CDC)

Peran kampus masa depan sebagai pusat pengembangan komunitas di masyarakat sekitar perlu ditingkatkan. Sebagian kampus sudah menerapkan hal ini melalui kegiatan kemahasiswaannya seperti kegiatan pengabdian masyarakat dari BEM maupun himpunan jurusan. Selain untuk membantu masyarakat sekitar, kegiatan CDC juga menjadi ajang latihan bagi mahasiswa menerapkan bidang keilmuannya sesuai jurusan masing-masing. Ada baiknya penyelenggara kampus (rektorat, dosen)juga ikut berpartisipasi dalam program CDC di kampus masa depan.

Research University

Melakukan kegiatan riset (penelitian) merupakan sebuah keharusan bagi PT sesuai tridharma perguruan tinggi.  Perguruan tinggi favorit Indonesia sudah selayaknya memiliki banyak hasil riset dan publikasi, jadi gelar profesor yang banyak didapat di Indonesia tak sebatas digunakan untuk kepentingan “ekonomi pribadi” saja, tapi juga untuk memperkaya kebendaharaan karya ilmiah di negeri ini. Selain banyaknya riset & publikasi ilmiah, satu hal yang perlu ditekankan lagi ialah asas kebermanfaatan dari hasil riset itu. Karena ada pula kampus yang melakukan banyak penelitian namun hasilnya tidak aplicable untuk diterapkan. Riset di sebuah kampus masa depan akan lebih baik jika bermitra dengan para stakeholder kampus; pemerintah, industri, maupun masyarakat.

University of Future Leaders

Poin terakhir yang ingin saya sampaikan mengenai kampus masa depan ialah fungsi utama sebuah perguruan tinggi untuk mencetak alumninya yang berkualitas, tak hanya sebagai “buruh” industri, namun juga sebagai calon pemimpin bangsa. Kampus terbaik adalah kampus yang mencetak para calon pemimpin masa depan di berbagai sektor: pemerintahan, swasta, dan masyarakat. Program-program seperti ini semakin marak terutama dilakukan oleh NGO, berupa program pendidikan “khusus” kepada mahasiswa untuk disiapkan sebagai pemimpin masa depan, seperti PPSDMS misalnya. Pendidikan di kampus ini menghasilkan alumni-alumni yang memiliki kapasitas bagus, bervisi strategis, memiliki komitmen pada moral dan agama yang baik, berintegritas tinggi, serta peduli terhadap bangsa dan negaranya.
Jikalau UII (Universitas Islam Indonesia) ingin menjadi perguruan tinggi favorit Indonesia, keenam hal di atas lah yang perlu dipenuhi.

.

.

Itulah definisi perguruan tinggi idaman menurut saya. Bagaimana dengan anda?

.

.

.

.

.

.

————————————–

Inspirasi:
http://itb.ac.id
http://ppsdms.org
– Link lain yang terkait langsung dapat di-klik pada artikel
NB:
-yang baca wajib komennnnnnn!!!!!
-artikel ini diikutsertakan pada lomba blog UII
-jangan lupa dikomen & dirate. bintang 5 yah kalo bisa 🙂

Grand Tour de Java 09

Time : 25 Desember 2008 – 5 Januari 2009

Route : Bandung – Bogor – Jakarta – Tegal – Kendal – Semarang – Boyolali – Magelang – Jogja – Surakarta – Kartasura – Tangerang – Bandung

gallery pictures : click here!

Alhamdulillahirabbil alamin,, setelah sekian lama ga “bener-bener” ngeBlog (FYI:tulisan ini dibuat di minggu pertama januari), akhirnya diberi kesempatan untuk berjumpa dengan the real technology. Selama liburan kemarin hanya bisa berinteraksi ke dunia maya menggunakan my lovely SE K750i beserta jaringan GPRS-nya IM3 (except one in Tegal. Only that was just a little time to give a little blog training). Terakhir kali memposting di blog ini sekitar satu tahun yang lalu, tentunya menggunakan fasilitas edit time publish hingga memunculkan postingan ini, ini, dan ini.

Sebelumnya, mohon maap kalo gambar-gambar pada postingan yang ini sangat narsis, jadi bwt antum/na yg ga tahan akan ketampanan saya 8) , sebaiknya nonaktifkan fitur load images pada browser yg dipake bwt ngebuka blog ini. Kali ini awa mw cerita pengalaman yang dinamakan Grand Tour de Java 09. Alhamdulillah selama liburan yang cukup panjang di sela-sela ujian akhir, ana diberi kesempatan untuk berkeliling pulau Jawa dengan mengunjungi beberapa kota. Rute perjalanan dimulai dari Kota Bandung tercinta, lalu pergi ke Bogor, Tegal, Kendal, Boyolali, dll. Sekalian juga ngasitau alternatif transportasi yang bisa kita pakai. Yah,, semoga berguna bagi antum yg pengen bagpacker {bener ga sie gini nulisnya? Atw backpacker? Halah ga penting 😀 } bwt keliling pulau Jawa, Indonesia.

Okey, here they are my notes about Grand Tour de Java 09….. Continue reading

Sumber Daya Manusia Strategis vs Manusia Bersumber Daya Strategis

Sekilas sama, tetapi merupakan dua hal yang berbeda. Sumber Daya Manusia Strategis atau SDM strategis, dengan Manusia Bersumber Daya Strategis. SDM strategis berarti orang-orang yang strategis. Mereka memiliki kapasitas sebagai orang yang memiliki peranan penting atau kapasitas internal yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Berbeda dengan SDM strategis, manusia bersumber daya strategis adalah orang-orang yang memiliki aset atau sumber daya yang strategis : uang, jabatan, barang berharga, kekuasaan, fisik, jaringan, dll. Mereka dapat berupa orang-orang kaya, pejabat, artis, ataupun keluarga dari orang-orang yang disebutkan tadi.

 

Continue reading

Ifthor Jama’i Alumni PPSDMS Bandung

IMG_0147 Alhamdulillah pada hari ini sempet ngikutin ifthor barengnya PPSDMS bandung. Together w/ angkatan 2 & 3 PPSDMS Bandung. Yah,, memang hanya sekedar pertemuan saja sie.. tapi lumayan lah untuk lebih menguatkan ikatan silaturahim. Karena mulai dari sini lah suatu saat nanti masa depan yg kita harapkan insya Allah terwujud.

Acaranya dilaksanakan di kediaman kang Sukma yg jauh-jauh dari Arab. Makanannya,,, maknyus 🙂 . kenyang banget, sampe cukup buat sahur pula. Syukron jiddan ya syaikh 😀

Selain alumni, acaranya juga dihadiri bang ihsan dari PPSDMS pusat, sekaligus manajer bidang alumni PPSDMS. Plus malamnya, biarpun agak terlambat, ustad Taufikurahman sebagai calon walikota pembina PPSDMS Bandung juga hadir di acara kita. wah,, sempet-sempet pula ngomongin politik ya ustad? Sedikit yg beliau sampaikan ialah ternyata banyak juga pembelajaran yg didapatkan dari kekalahan pilkada yg lalu. Tapi ga papa deh, segala sesuatu yg sudah diberikan Allah merupakan yg terbaik buat kita semua.

IMG_0178 

 

Continue reading

What Future Leaders You WIll Become?

Yoh wanna be the Shaman King

Naruto wanna be Hokage

Luffy wanna become the Pirate King

yoh x

naruto1 x luffy x

They are future leaders. They sure on their own dreams to become leaders. And they have their own journey to becoming it. Yoh Asakura wanna become Shaman King, the leader of every Shaman in the world. Naruto wanna become the Hokage, the leaders of Konoha. And Luffy wanna become the Pirate King, the Leader of pirates who will go to Grand Line and find One Piece. Whan they have decided what they will become, they start to fight, they fall, they wake up again, they run, & they struggle in their path to make their dreams come true. They can influence others, so they have many friends that support them. Even their enemies give respect to them.

They know that they are not the strongest man. There still other man that much stronger than they now. But it doesn’t make their dreams become shrunk. They always confidence & sure on their dreams, even they must fight the stronger man. They never give up on every situation, even it endanger their live, to protect their friends and their dreams.

Maybe they’re not special. But their believe that they’re special makes them special (have Kungfu Panda told them this secret ingredients? 🙂 ).

Now, it’s time for us to choose what will we become in the future…..

 

What future leaders you will become?

Kutukan “2”

Hm,,, setelah lepas dari asrama PPSDMS regional 2 Bandung, alhamdulillah sekarang awa ngekos lagi. Coba-coba mengingat kembali beberapa kejadian yang dialami saat di asrama dulu, terus mengkaitkan dengan peristiwa yg mungkin akan terjadi. Terlintaslah tentang kutukan “2” (hi,,,, apaan tuh? Seremm ah,,,,,,).

Tenang kawan, insyaAllah ga seserem itu kok (tapi mungkin bagi beberapa orang lebih serem lagi dari itu :mrgreen: ). Gini ceritanya,, entah mengapa banyak dari prestasi yang diraih para peserta PPSDMS regional “2” itu “hanya” menjadi juara “2”. Dari mulai mahasiwa berprestasi, ada 3 orang (apa lebih ya?) yang menjadi juara “2” , entah itu di tingkat prodi, fakultas, maupun kampus. Ada juga yang jadi juara “2” di lomba LKTM LH. Juga ada yg juara “2” di lomba Indosat wireless innovation center (iwic). Belum lagi yg juara “2” di beberapa pemilihan ketua BEM kampus, dan juara “2” di berbagai bidang lainnya. (Yg juara I ada ga yaa???)

Nah,,, mengingat hal itu lah, coba dikaitkan dengan seorang PPSDMS regional 2 Bandung lagi yang kali ini juga mengikuti “perlombaan” dalam pemilian pemimpin di Bandung. Apalagi orang ini lah yang menjadi ketua PPSDMS Regional II Bandung yang sudah ada sejak 2 angkatan PPSDMS reg 2. Apakah ustad Taufikurahman akan terkena kutukan “2” yang sama dengan hanya menjadi juara 2 di Pilwalkot? Ditambah pasangan wakil walikotanya pun juga dewan penyantun PPSDMS regional 2 Bandung. Nomor urutnya pun nomor 2. Komplit lah tu orang berdua untuk jadi kolektor angka 2. Yah,,, qt liat saja pembuktian kutukan ‘2” ini pada 10 Agustus nanti……

Tong hilap, tanggal 10 Agustus coblos no 2. <<– kampanye euy