Admin gak lagi-lagi (sok) sibuk TA

Dhimas Lazuardi Noer, ST

Dhimas Lazuardi Noer, ST

Alhamdulillahirabbil alamin
Segala puji syukur bagi Allah, akhirnya gw diwisuda juga. huahahaha,,, dasar sarjana tua.

Hmm,, selama pengerjaan TA yang bertahun-tahun ini, tak terasa juga blog ini telah terbengkalai cukup lama. Sebenernya bukan karena ga sempet diurus gara-gara TA sie. Waktu buat ngeblog tentu ada, tapi gw ga pengen aja blog ini jadi kambing hitam. ya ga men?

Eniwei, dengan ini gw nyatakan selamat kepada Dhimas Lazuardi Noer, S.T. atas gelar barunya. Semoga bermanfaat bagi Tuhan, bangsa, dan almamater. Amin ya robbal alaminnn…


Mars ITB

Dengan ini admin juga akan mengganti homepage “admin lagi (sok) sibuk TA” yang membosankan dan sudah berjamur (karena udah berbulan bulan ga diganti) itu dengan homepage seperti blog biasa. Terimakasih juga kepada 215 doa yang ada, insyaAllah udah disebut ucapan terimakasihnya di kata pengantar tugas sarjana gw. Terima kasih 🙂


Skrinsut homepage lama

Advertisements

Bubarkan Himpunan…..????

Bubarkan Himp

Kalo di-klik ada diskusi yg lebih seru

Saya bukan orang yang tahu apa yang terjadi saat wisuda sabtu kemarin. saya juga tidak tahu siapa saja pihak yang terlibat di sana, serta tidak tahu kronologis kejadiannya. Yang pasti, saya ga akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja,bagaikan angin lalu atau bagai khafilah yang digonggong anjing, tanpa adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.

Foto yang diambil dari rileks di atas merupakan foto di gedung oktagon ITB dengan radix dan daud sebagai tokoh utama (sorry bro masang poto ente-ente, hehe. Habisnya kerekam sie 🙂 ). Tapi saya ga lagi ngebahas si daud (begitu juga dengan radix), karena saya bukan tukang gosip, (haha,, apa-apan sih ni. 😆 )

Okey, kembali serius sekarang! Bersama ini saya memohon kepada pihak yang bertanggungjawab agar meminta maaf kepada pihak yang sudah (dan akan) dirugikan. Tindakan yang kalian lakukan bukanlah perkara yang sepele dan jangan harap pula akan dimaafkan begitu saja di akhirat sana.

Kepada himpunan, tak hanya yang tertulis di gedung itu melainkan semua himpunan yang terlibat, saya meminta sedikit kebesaran hati anda untuk meminta maaf kepada seluruh massa kampus, para alumni yang diwisuda kemarin (kalian telah mengacaukan hari bersejarah mereka kawan), juga kepada jajaran rektorat dan pihak kampus lain. Ulah kalian menimbulkan banyak keresahan di hati mereka.

Kepada para pencoret-coret, baik si hitam yang merupakan korban pemukulan (turut berbela sungkawa), ataupun si kuning yang bermaksud membela tapi menggunakan cara yang juga kurang sopan (hati-hati dengan kata-katamu, Nak), mohon pula dengan keikhlasan hati kalian meminta maaf kepada para pembersih gedung akibat ulah kalian (saya ga tau siapa saja yg bersihin gedung itu, kynya kongres deh).

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Terakhir saya turut meminta maaf karena telah berpartisipasi dalam membesar-besarkan masalah ini. Karena jika dibiarkan lalu begitu saja, maka di masa depan masalah ini akan terus berulang dan berulang kembali tanpa ada pembelajaran bahwa hal ini salah. Tak ada maksud untuk membubarkan suatu himpunan atau apa karena memang bukan itu solusinya. Hanya ingin melihat orang-orang berani bertanggungjawab atas perbuatannya yang (sangat) merugikan orang lain. Setidaknya jika tak ada permintaan maaf, mohon pada kegiatan-kegiatan bersama berikutnya (seperti wisuda ini), himpunan yang bersangkutan meminta izin terlebih dahulu. Bagi pihak yang tahu saya harus berkata ke mana, silahkan kopipes link artikel ini, terima kasih.

_pemerhati kebersihan ITB. Tak hanya kebersihan fisik (gedung), tapi juga kebersihan hati_