PLN : Pemadaman Listrik Negara

Pemadaman Listrik Negara

Ga tau deh apa jadinya dunia sekarang ini tanpa listrik. Hampir semua kebutuhan manusia terbantu pakai listrik. TV dan radio ga bisa nyala karena ga ada listrik, jadi ga ngikutin berita. Komputer ga nyala karena ga ada listrik, jadi ga bisa ngerjain tugas. HP ga nyala karena batere habis dan ga bisa merecharge karena ga ada listrik, alhasil komunikasi juga mati. Laptop batere habis, internet juga mati, jadi ga bisa berinteraksi di dunia maya. Pompa air mati karena ga ada listrik, jadi ga bisa mandi cuci kaskus kakus deh.

Yah,, sepertinya dunia memang sudah sangat bergantung pada listrik. Kebayang kalo orang pedesaan hidup di jaman ini yang tak mengalir listrik di rumahnya, mungkin jadi seperti yang ditulis di sini, dimana hal ini menjelaskan kepada kita mengapa penduduk desa rata-rata mempunyai lebih banyak anak dibanding penduduk kota. Belakangan ini, pemadaman listrik bergilir terjadi di Jakarta. Di berbagai daerah lain di Indonesia juga sudah dari dulu ada pemadaman seperti ini. Bandung juga pernah, walaupun musim ini belum ada pemadaman bergilir (yang saya prediksi kalau PLN dibiarkan seperti sekarang yaa Bandung bakalan kena juga).

Kalo PLN ditanya, jawabannya normatif, ga konsisten. Seolah ingin mencari kesalahan orang lain dan ga mau disalahkan. Kadang mereka bilang “TDL murah, makanya PLN rugi”, atau nyalahin pemerintah “TDL aturan pemerintah, jadi listrik ya terbatas”, atau nyalahin perusahaan tambang “Bahan bakar yang disuplai ke kami sedikit, jadi pasokan juga sedikit”, dan berbagai alasan lainnya yang –bagi saya– terlihat dibuat buat. Atau mungkin mereka telah bekerja sama dengan penjual lilin nasional agar bisa berbagi keuntungan, siapa tahu?🙂

Padahal PLN itu perusahaan monopoli. Kalau manajemennya cukup baik, harusnya mereka mengerti kebijakan apa yang harus dilakukan. Pemadaman listrik tidak hanya menimbulkan masalah-masalah individu seperti yang dijelaskan di atas. Yang paling dikhawatirkan ialah masalah tadi menimbulkan dampak pada perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung. Industri besar merugi, industri rumah tangga juga, alhasil perekonomian negara bakalan rugi. Belum lagi efek tidak langsungnya, misalnya laporan dikumpulkan terlambat yang menyebabkan perusahaan merugi, presentasi produk gagal dilakukan yang menyebabkan tender gagal, kegiatan akademik terhambat sehingga penelitian gagal, dan sebagainya. Kalau hal ini dihitung, mungkin kita akan bilang bahwa no electricity is more expensive than expensive electricity.

Memang sie, tidak bisa juga kita menuduh semua salah PLN. Atau lebih tepatnya saya mau bilang bahwa ‘tidak semua PLN itu salah’. Bayangkan para petugas operator lapangan yang tiap hari memantau distribusi listrik untuk memastikan ketersediaan listrik ke rumah-rumah, atau petugas pemasangan dan perbaikan kabel listrik yang memeriksa jaringan kabel agar tidak rusak, atau petugas operator bagian pusat sumber daya yang memastikan energi listrik terus tersedia yang diolah dari bahan bakar dan energi yang akan diubah menjadi listrik (air, uap, dsb). Mereka sudah bekerja keras dan mungkin mereka tidak tahu menahu bagaimana bisa terjadi pemadaman listrik. Kita patut juga berterima kasih kepada PLN akan kerja keras yang telah mereka lakukan ini.

Namun, terntunya jika PLN dibiarkan seperti sekarang maka dipastikan masa depan perekonomian dan teknologi Indonesia makin suram. Ada tiga hal yang menurut saya dapat dilakukan, yang pertama ialah mengoptimalkan kinerja PLN. Hal ini menjadi berita akhir-akhir ini di berbagai media. Misalnya dengan mengganti bagian manajemen PLN (direksi dan jajarannya) agar dapat bekerja lebih baik. Atau dengan menyediakan dana bagi PLN untuk membangun infrastruktur dan penyediaan kebutuhan alat PLN seperti pembangkit, transmisi, dll (walaupun saya kurang sepakat dengan solusi yang ini karena kita belum tahu pasti kebutuhan/masalah PLN yang sebenarnya).

Yang kedua ialah menggunakan energi alternatif. Hal ini sudah banyak dibahas namun realisasinya ga nongol-nongol. Banyak energi alternatif yang masih belum termanfaatkan di Indonesia: nuklir, panas bumi, angin, dan lainnya. Namun wacana biasanya terhenti pada perdebatan di seminar atau pada proposal penelitian yang tak kunjung di’restui’.

Tentu solusi yang ketiga ialah dari kita sendiri dengan melakukan penghematan listrik. Mematikan peralatan listrik saat tidak dipakai, menggunakan alat listrik yang hemat daya, serta menggunakan peralatan listrik yang benar-benar diperlukan saja (yang terakhir ini bisa dibaca dengan: tidak menyetel radio keras-keras, tidak menonton acara gosip dan sinetron, dan sebagainya).

3 thoughts on “PLN : Pemadaman Listrik Negara

  1. wah wah wah…
    makin kacau saja nih…
    krisis listrik telah meraja lela..
    kini pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah.
    ini tentu saja merugikan banyak pihak.

    pemadaman ini diakibatkan karena konsumen pemakai listrik terus meningkat.
    sedangkan pasokannya belum memenuhi.

    pemadaman ini juga terjadi karena PLN menderita kerugian besar.
    dimana tindakan pencurian listrik sudah merajalela
    sehingga tidak terkonrol lagi pemakaian listriknya.
    sehingga PLN tidak dapat mendistribusikan pasokan kedaerah2 yang terkena pemadaman bergilir.

    semoga saja pemadaman ini bisa segera diselesaikan.
    semoga saja perawatan serta penambahan genset oleh PLN pada induk2 pusat bisa selesai secepatnya.

    Iklan

Ketik komen di mari gan.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s