Gerbang Biru

Lebih suka sama warna ijo almamater seperti yang lama. Yang baru ini terlalu ngejreng gimanaa gitu yak. Semoga bukan pesanan partai tertentu 😛

Advertisements

Ini kampus apa tempat parkir sih?

Kesel ga sih ngeliat sekitar kampus kaya’ begini?
Kok kebanyakan kendaraan?
Pengen pamer atau apa?
Tau gak bandung tuh dah sesek?
ITB, yang katanya pengen jadi world class, tapi sama lingkungan sekitar aja ga perhatian
Berapa banyak energi fosil yang dibuang?
Berapa banyak lahan yang dibuat ga rapi gara2 pemandangan gini?
Berapa besar kemacetan yang ditimbulkan di jalan ganesha & tamansari gara2 ini?
Berapa banyak polusi yang diproduksi? Katanya mau jadi eco-campus? Mimpi kalii

antara TI - sunken
TI-Sunken

tamansari-sumur bandung penuh parkir mobil orang2 itb
Tm.Sari atas

dayang sumbi
Dayang sumbi

ganesha. dekat SR
Ganesha, dekat SR

Parkir SR. tampak dari luar
Parkir SR tampak dari luar

jalan skanda
Jalan Skanda

Boulevard aja jadi tempat parkir
Deket boulevard

parkiran di 4 labtek yang di tengah
Deket labtek IF

deket labtek IF
Deket labtek IF juga

dekat gku & gedung biologi
Depan biologi

sepanjang jalan di tengah2 itb
Sepanjang jalan

.

.

Dan masih banyak lagi lahan parkir lain yang tak terpublish di sini

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kalo dibiarin lama-lama Bandung jadi kaya’ gini gara-gara ITB:

new text file dot txt

kala mentari menyambut pagi
kicau suara burung
gemerintik hujan jatuh dari langit

di sana kulihat seorang bocah
seorang mahasiswa tepatnya
baru bangun dari alam bawah sadar
sejenak tuk melaksanakan sembahyang

kemudian kulihat ia berjalan,
melewati sudut gedung aquarium,
menghindari gerimis yang berniat membasahi bumi

kemanakah ia melangkah?
kuikuti jejaknya,
di sana ada teddy rachmat,
tapi sepertinya bukan dia yang ia cari,,
lalu benny subianto,
tapi sepertinya pun bukan dia yang ia tuju,,
labtek biru juga ia lewati,,

kemudian,
suatu tempat,
tempat yang tak asing baginya,
tempatnya menghabiskan malam

dulu tempat ini tak ada istimewanya
sekarang, ada potongan kayu beserta tadah hujan
terlihat elegan, nyaman
walau agak berantakan

lalu kuperhatikan apa yang terjadi
leptop
charger
tombol ON
sedikit loading
user & password mungkin
loading lagi
bumi
rubah api
user & password lagi
blog
publish

Biografi Gamais ITB

Ga ada di sini, adanya di blog bung Ardhesa.
Berikut link-nya

BIOGRAFI GAMAIS ITB

Pendahuluan
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-biografy-of-gamais-itb.html

Sebelum Bercerita
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/sebelum-bercerita-biografy-of-gamais.html

Sekilas Sebelum Gamais Terlahir
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/sebelum-gamais-terlahir-sekilas.html

Sesaat Sebelum Gamais Terlahir
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/sesaat-sebelum-gamais-terlahir-biografy.html

Detik-Detik Kelahiran Gamais ITB
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/detik-detik-kelahiran-gamais-itb.html

Awal dari Gamais
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/setelah-terlahir-ini-awal-dari-gamais.html

Ketika Gamais Harus Memilih
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/ketika-gamais-harus-memilih-biografy-of.html

Masa Reformasi Gamais Semakin Menjadi
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/masa-reformasi-gamais-semakin-menjadi.html

Sewindu Berlalu Semakin Melaju
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/sewindu-berlalu-semakin-melaju-biografy.html

Berbenah, Mencoba Menjadi Lebih Baik
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/berbenah-mencoba-menjadi-lebih-baik.html

Tak Hanya Melaju, Tetapi Juga Mengakar
http://ardhesa.blogspot.com/2009/05/tak-hanya-melaju-tapi-juga-mengakar.html

Bubarkan Himpunan…..????

Bubarkan Himp

Kalo di-klik ada diskusi yg lebih seru

Saya bukan orang yang tahu apa yang terjadi saat wisuda sabtu kemarin. saya juga tidak tahu siapa saja pihak yang terlibat di sana, serta tidak tahu kronologis kejadiannya. Yang pasti, saya ga akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja,bagaikan angin lalu atau bagai khafilah yang digonggong anjing, tanpa adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.

Foto yang diambil dari rileks di atas merupakan foto di gedung oktagon ITB dengan radix dan daud sebagai tokoh utama (sorry bro masang poto ente-ente, hehe. Habisnya kerekam sie 🙂 ). Tapi saya ga lagi ngebahas si daud (begitu juga dengan radix), karena saya bukan tukang gosip, (haha,, apa-apan sih ni. 😆 )

Okey, kembali serius sekarang! Bersama ini saya memohon kepada pihak yang bertanggungjawab agar meminta maaf kepada pihak yang sudah (dan akan) dirugikan. Tindakan yang kalian lakukan bukanlah perkara yang sepele dan jangan harap pula akan dimaafkan begitu saja di akhirat sana.

Kepada himpunan, tak hanya yang tertulis di gedung itu melainkan semua himpunan yang terlibat, saya meminta sedikit kebesaran hati anda untuk meminta maaf kepada seluruh massa kampus, para alumni yang diwisuda kemarin (kalian telah mengacaukan hari bersejarah mereka kawan), juga kepada jajaran rektorat dan pihak kampus lain. Ulah kalian menimbulkan banyak keresahan di hati mereka.

Kepada para pencoret-coret, baik si hitam yang merupakan korban pemukulan (turut berbela sungkawa), ataupun si kuning yang bermaksud membela tapi menggunakan cara yang juga kurang sopan (hati-hati dengan kata-katamu, Nak), mohon pula dengan keikhlasan hati kalian meminta maaf kepada para pembersih gedung akibat ulah kalian (saya ga tau siapa saja yg bersihin gedung itu, kynya kongres deh).

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Terakhir saya turut meminta maaf karena telah berpartisipasi dalam membesar-besarkan masalah ini. Karena jika dibiarkan lalu begitu saja, maka di masa depan masalah ini akan terus berulang dan berulang kembali tanpa ada pembelajaran bahwa hal ini salah. Tak ada maksud untuk membubarkan suatu himpunan atau apa karena memang bukan itu solusinya. Hanya ingin melihat orang-orang berani bertanggungjawab atas perbuatannya yang (sangat) merugikan orang lain. Setidaknya jika tak ada permintaan maaf, mohon pada kegiatan-kegiatan bersama berikutnya (seperti wisuda ini), himpunan yang bersangkutan meminta izin terlebih dahulu. Bagi pihak yang tahu saya harus berkata ke mana, silahkan kopipes link artikel ini, terima kasih.

_pemerhati kebersihan ITB. Tak hanya kebersihan fisik (gedung), tapi juga kebersihan hati_

Naga Bonar Simatupang

Kasus plagiat semakin menjadi tren akhir-akhir ini. Di kalangan kampus, plagiat sudah mulai menjadi masalah yang diperhatikan, seperti di salah satu program studi di ITB. Entah karena ga punya ide untuk judul tugas akhir, ga punya bahan untuk skripsi, atau memang hanya ingin mengejar gelar sarjana tanpa mau bersusah payah, ada beberapa mahasiswa yang melakukan hal ini. Banyak alasan dan pembenaran memang yang dapat dicari untuk sebuah tindakan tak bermoral, namun yang namanya keburukan tetap saja bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Sampai-sampai prodi TI pun membuat peraturan baru tentang plagiat ini dimana para mahasiswa yang sedang melakukan TA/disertasi/tesis harus mencantumkan pernyataan seperti pada gambar di bawah. Sangat disayangkan memang tindakan plagiat ini, padahal potensi intelektual mahasiswa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu per tahun seharusnya dapat memberikan perubahan bangsa ini menjadi lebih baik, namun sayangnya skripsi-skripsi & hasil tugas akhir sepertinya hanya dijadikan “alat tukar” gelar sarjana saja.

Naga Bonar Simatupang
Naga Bonar Simatupang

Continue reading

Mencari Titik Waktu Stres Maksimal Mahasiswa

Jika anda pernah menjadi mahasiswa dan mengalami hal berikut:

  1. anda mengetahui akan menghadapi ujian yang sulit & menuntut anda belajar keras
  2. anda melakukan ujian tersebut dan ternyata memang sulit
  3. anda mendapat nilai yang kurang baik di ujian itu

mohon isi survey di bawah ini ^-^

-isi dulu poling sebelum baca lanjutannya->