Amanah yang terzolimi,,,, duh Gusti,,,

-Sesungguhnya kewajiban yang harus dilakukan lebih banyak daripada waktu yang dimiliki- [Hasan al Banna]

ketika dulu pertama kali mendengar hal ini, yang kebayang adalah, “ih,,, berlebihan amat nih ustad?!? sok sibuk banget seehh,,,”.

Tapi sekarang –> “weleh,,, iya ya. Kok waktu terasa begitu singkat ya? Begitu banyak hal yang ingin dikerjakan, tapi kok kaya’nya waktu tak memihak kita? <*ciee-apa coba?*>

afwan jiddan….

Sepenggal kisah Imam Al-Ghozali : pertanyaan Imam kepada muridnya

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya :

Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”
Imam Ghazali = ” Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Negeri Cina ”
Murid 2 = ” Bulan ”
Murid 3 = ” Matahari ”
Murid 4 = ” Bintang-bintang ”
Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1 = ” Gunung ”
Murid 2 = ” Matahari ”
Murid 3 = ” Bumi ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI” Apa yang paling berat didunia?
Murid 1 = ” Baja ”
Murid 2 = ” Besi ”
Murid 3 = ” Gajah ”
Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 = ” Angin ”
Murid 3 = ” Debu ”
Murid 4 = ” Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang ”
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ”

“sampaikanlah walau satu ayat”..

diambil dari milis b70

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Semoga menjadi pencerahan…….


Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.


Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.


Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para
hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Continue reading

Air Mata Rasulullah : Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut

Air Mata Rasulullah
Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,

“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” Continue reading

Wasiat Asy-Syekh

Hari ini, 17 September 2007, Masjid Salman didatangi oleh seorang Imam dari Masjid Al-Aqsha. Syekh Dr. Mahmoud, dalam kunjungannya ke Indonesia menyempatkan diri tuk hadir di masjid Salman ITB pada waktu Dhuhur.

Beliau menyampaikan betapa senangnya beliau melihat banyaknya pemuda masjid Salman yang sedang asyik tilawah. Memang itulah fungsi pemuda menurutnya. Pemuda Indonesia sudah seharusnya meningkatkan kapasitas keilmuannya, juga berprestasi dan aktif berorganisasi, serta tak lupa tugasnya dalam berdakwah, yaitu menyadarkan kembali masyarakat muslim Indonesia akan hakikat Islam. Berbeda dengan kondisi di Palestina, negeri yang terjajah haruslah berjihad dengan berperang melawan Yahudi Laknatullah. Sedangkan negeri yang merdeka seperti Indonesia haruslah meningkatkan daya saingnya agar tidak ketinggalan dari barat.

Pesan asy syekh kepada para mahasiswa : pertama, Teruslah belajar dan berprestasi, fokuskan pada peningkatan ilmu, tak perlu terlalu mempedulikan hal yang lain. Islam membutuhkan peran pemudanya yang intelektual. Suatu saat, haruslah kita (umat muslim) menguasai kursi parlemen dan pemerintahan, karena itu lah bagian strategis untuk mengubah dunia. Kedua, jangan lupa untuk mendoakan saudara kita di Palestina. Perjuangan mereka tak akan pernah berhenti, namun mereka tetap membutuhkan semangat dari saudara-saudaranya umat muslim dunia untuk mendukung perjuangan mereka.

Setelah ini, Asy Syekh akan melanjutkan perjalanannya, ke Masjid Habiburrahman PT DI, ke Malaysia, dan negara-negara lainnya untuk memberikan semangat jihad kepada kita dan menyampaikan kabar Palestina. Intifadah…